Tahukah Anda, Ternyata Kata “OK” Punya Kepanjangan

Oke
Jual Tas Bayi HDY Baby Diaper Bag @ http://TasBayi.JawaraShop.com
Banyak diantara kita yang tidak tahu, ternyata kata “OK” merupakan singkatan dari kata ‘oll korrect‘. Lho kok begitu? Anda pasti bertanya-tanya bukannya yg bener ‘all correct‘??

Jadi pada waktu tahun 1839 di kota New York dan Boston lagi ngetren yang namanya bahasa slank gan semacam bahasa gaul. Contohnya kaya singkatan “KY” yg asalnya ‘know yuse‘; ‘OW’ untuk ‘oll wright (pendahulu dari ‘oll korrect‘); ‘KG’ untuk ‘know go‘; ‘NS’ untuk ‘nuff said’; dan banyak yg lainnya gan

OK merupakan kata slank yg masih bertahan dikarenakan pada tahun 1840 ada suatu pemilu di New York dimana sang kandidat yg bernama Martin Van Buren menggunakan kata OK sebagai slogan. Nama panggilan Van Buren adalah ‘Old Kinderhook’.

Para pendukungnnya membentuk group yg bernama ‘O.K. Club’, yang mempunyai makna ganda yaitu ‘oll korrect’ dan ‘Old Kinderhook‘. Namun ini memberikan kesempatan kepada lawan Van Buren untuk mengejek pendukungnya sebagai kelompok yg buta huruf

Fakta-fakta lainnya

1) Kalimat ‘okey-doke’ pertama kali muncul tahun 1932. Asalnya dari kebiasaan orang inggris yg mengucapkan OK berbunyi ‘okie’. Yang kemudian dibawa ke Amerika, dimana orang Amerika membunyikannya dengan versi ‘e’ yg lebih panjang, sehingga menimbulkan sajak.

2) Orang-orang Yunani yang bermigarsi ke Amerika namun kemudian kembali lagi ke tanah airnya disebut oleh orang yunani sebagai ‘okay-boys’, dikarenakan mereka telah mengadopsi kebiasaan Amerika yg mengucapkan kata OK.

3) Bentuk kata kerja OK awalnya muncul pada tahun 1919 yang dijabarkan sebagai “okeh“, yang dibingungkan dengan kata orang Choctaw (orang asli amerika yg ada dibagian tenggara amerika) “okeh“, yang berarti “it is so“. Namun pada tahun 1929, ejaan ini diganti dengan oke, dan bertahan sampai hari ini.

Artikel : Ubaesosro
Foto : Serbaneka

Jual Tas Bayi HDY Baby Diaper Bag @ http://TasBayi.JawaraShop.com

www.mylivesignature.com/signatures/85877/supermilan/a1928e8a96a55f7092e99c05bb990dff.png Widya Wicaksana
08180-800-6625
(021) 9550-6400
http://www.JawaraShop.com

Jual Sandal Nama Unik dan Lucu @ http://JawaraShop.com

Iklan

Pak Presiden, Apa Janji Itu Hanya Sebatas Mimpi?

Kapten Terbaik Milan Junior Tournament Kini Urus Domba
Jual Tas Bayi HDY Baby Diaper Bag @ http://TasBayi.JawaraShop.com

Masih ingat Eriyanto? Ia adalah kapten yang membawa The All Star Team Milan Junior Camp juara di Milan Junior Camp Day Tournament di markas AC Milan, Italia, pada tahun 2010 lalu. Tak hanya tim yang juara, ia pun terpilih sebagai kapten terbaik. Sebuah prestasi yang luar biasa.

Seusai membawa timnya mengharumkan nama bangsa, Eriyanto dan kawan-kawan disambut bak pahlawan dan sempat “digadang” oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng ke Istana Negara untuk bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Negara Ani Yudhoyono.

Saya berharap pemerintah segera merealisasikan bantuan itu. Saya butuh banget untuk memperbaiki ekonomi keluarga. Nyatanya sampai saat ini enggak ada. Janji itu sebatas mimpi

Dalam pertemuan tersebut, Presiden memberikan janji manis kepada The All Star Team Milan Junior Camp. “Presiden berjanji semua biaya sekolah ditanggung dan diberi kehidupan layak,” ungkap Eriyanto yang berasal dari Sukabumi, Jawa Barat, saat dihubungi Kompas.com, Senin (26/12/2011).

Tetapi, janji itu ternyata hanya janji. Setahun berselang, Eriyanto tak pernah merasakan realisasi janji yang dilontarkan Presiden. “Saya berharap pemerintah segera merealisasikan bantuan itu. Saya butuh banget untuk memperbaiki ekonomi keluarga. Nyatanya sampai saat ini enggak ada. Janji itu sebatas mimpi” ujar Eriyanto.

Lanjutkan membaca “Pak Presiden, Apa Janji Itu Hanya Sebatas Mimpi?”

Gerakan #tanamsatupohon, Situ Gintung, Ciputat 31 Desember 2011

https://supermilan.wordpress.com
Tanam Satu Pohon, Sebuah Gerakan Konservasi Daerah Aliran Sungai(DAS) akan dilaksanakan pada 01 Januari 2012 tepat pada pergantian tahun.

Gerakan #tanamsatupohon diawali melalui serangkaian perbincangan yang mengalir melalui jejaring sosial twitter. Awalnya melalui sebuah program #srudukfollow kemudian banyak hastag yang bergulir, mulai dari #tanamsatupohon, #gerakanmushollabersih, #berkahberbagi, #investasiair dan banyak hastag pembawa semangat kebersamaan.

Kali Pesanggarahan yang merupakan salah satu DAS di Jakarta sampai saat ini masih diperjuangkan kelestariannya oleh Bang Idin dengan tiada putus untuk terus merawat vegetasinya. Gerakan #tanamsatupohon akan melakukan penanaman beberapa pohon, seperti : jamblang, sawo, jambu mete, durian, sukun, rambutan, mangga, glodogan, mahoni dan beberapa tanaman lainnya.

Bagi teman yang ingin berpartisipasi, dapat datang pada acara yang akan dilaksanakan insya Allah mulai tanggal 31 Desember 2011 bertempat di Situ Gintung – Ciputat selepas maghrib dan dilanjutkan dengan longmarch sejauh 15-20km menuju Taman Kota Karang Tengah – Lebak Bulus. Acara dilanjutkan dengan Taddabur Alam oleh Bang Idin sekaligus renungan pergantian tahun.

Lanjutkan membaca “Gerakan #tanamsatupohon, Situ Gintung, Ciputat 31 Desember 2011”

Budayakan Antri, Kurangi Egoisme Pribadi

Budayakan Antri, Kurangi Egoisme Pribadi
https://supermilan.wordpress.com

“Silahkan duluan, Pak…”, ucap seorang bapak tua ramah kepada saya. Beliau mempersilahkan saya untuk duluan antri ke loket sebuah bank.

Pagi itu adalah Senin pertama di awal bulan. Dan seperti yang biasa saya amati di setiap kantor Bank pada hari Senin pertama setiap bulannya, terjadinya transaksi keuangan yang jauh di atas kondisi biasanya. Ditandai dengan begitu banyak orang yang sudah mengantri di depan loket, bahkan ketika loket itu sendiri belum dibuka.

Seperti sebuah ritual bulanan, pagi itu saya setor ke sebuah bank untuk melakukan kewajiban saya membayar kredit kepemilikan rumah yang saat ini saya tinggali. Kebetulan pagi itu juga saya harus bergegas karena baru saja saya mendapat SMS bahwa saya telah ditunggu untuk sebuah pertemuan di kantor tempat saya bekerja.

Bergegas memarkir mobil, menyambar tas, masuk gedung bank, dan begitu banyak orang sudah mengantri di depan loket sementara waktu juga belum menunjukkan pukul delapan. Rasa kemrungsung mulai melanda. Cepat saya menyambar slip setoran, mengisinya, dan sejurus kemudian bergegas menuju antrian. Setengah berlari saya kesana, ketika pada waktu yang sangat bersamaan, seorang bapak tua juga berjalan pelan menuju mulut lorong antrian. Kami berdua bertemu berhadapan tepat di depan bibir jalur antri.

Tiba-tiba dibenak saya dilanda sebuah niatan untuk menyerobot ke jalur antrian lebih dahulu. Karena toh saya menganggap antara saya dan sang bapak tua sama-sama punya hak yang sama untuk saling mendahului…hmm…? Paling tidak begitu anggapan saya saat itu.

Hampir terjerembab ke depan, ketika tiba-tiba saya refleks menahan niatan untuk melompat ke jalur antrian, ketika waktu itu justru dengan ramah sang bapak tua memberi tanda dengan tangan terbuka, sambil tersenyum mempersilakan saya untuk duluan.

Muka saya seperti tertampar. Untuk membalas senyum kepada sang bapak tua itu pun saya begitu berat, malu rasanya. “Maaf, pak, saya melancangi bapak…. Saya terburu-buru…” begitu kata saya kemudian berusaha mencairkan beban rasa bersalah.

Lanjutkan membaca “Budayakan Antri, Kurangi Egoisme Pribadi”

Jasa Tukar Uang Baru : Haram atau Membantu?

Jasa Penukaran Uang Receh Baru
https://supermilan.wordpress.com
Masih terbayang di benak akan kenangan masa kecil saat Idul Fitri tiba. Saatnya menikmati makanan enak seperti opor ayam, sambel goreng ati, dan banyak kue-kue yang menggugah selera. Saya bersyukur dibesarkan di sebuah keluarga besar. Jadi di hari lebaran, saatnya berkunjung ke rumah sodara-sodara, terutama kakek nenek yang jumlahnya bisa mencapai belasan.

Paling tidak 4 hari pertama Syawal, kami sibuk berkeliling untuk sungkem ke rumah sesepuh-sesepuh. Biasanya ada tradisi untuk bagi-bagi uang receh terutama untuk anak cucu yang masih kecil. Uangnya pun masih baru dan kinclong karena memang sudah disiapkan sebelumnya.

Seiring berjalannya waktu, rupanya tradisi bagi-bagi yang receh ini masih berjalan. Mungkin hampir di sebagian besar daerah di Indonesia ada kebiasaan ini. Akibatnya menjelang lebaran, kebutuhan uang recehan baru makin meningkat. Hal ini pun ditangkap sebagai peluang bagi beberapa orang untuk berbisnis dalam jasa penukaran uang baru.

Jasa Penukaran Uang Receh Baru

Dengan bermodal penukaran uang di Bank Indonesia, mereka kemudian menawarkan kepada masyarakat yang membutuhkan. Sebagai pengganti jasa, harga tukarnya dinaikkan dari harga modalnya. Misal uang receh senilai Rp 100 ribu, bisa dijual Rp 105 sampai 110 ribu. Selisih 5-10 ribu inilah yang dijadikan keuntungan mereka.

Fenomena ‘jual beli’ uang inilah yang kemudian ditanggapi oleh kaum ulama. Hingga akhirnya Majelis Ulama Indonesia (MUI), dalam hal ini, MUI Jombang Jawa Timur, mengeluarkan pendapat resmi bahwa jasa penukaran uang ini adalah haram hukumnya. Pernyataan haram ini diungkapkan oleh Ketua MUI Kabupaten Jombang KH Kholil Dahlan.

Menurut beliau, dinyatakan haram karena konsumen membayar lebih mahal dari nilai uang yang didapat. “Kelebihan uang dalam tukar menukar barang yang nilainya sama tersebut adalah riba dan hukumnya haram,” ujarnya di Jombang, Jawa Timur, Minggu (7/8/2011). Untuk transaksi tukar menukar uang, seharusnya yang didapat sama dengan yang dibayarkan.

Jual Tas Bayi HDY Baby Diaper Bag @ http://TasBayi.JawaraShop.com

Pro Kontra di Masyarakat

Pernyataan MUI ini pun kemudian mendapat tanggapan beragam. Ada yang pro, banyak juga yang kontra. Alasannya karena masyarakat memang membutuhkan jasa penukaran uang baru ini. Mau menukar di bank pun ada beberapa yang menemui kesulitan. Karena memang stok uang baru terbatas, sedang peminatnya melonjak.

Sayangnya ada beberapa pihak yang memanfaatkan momentum ini untuk menjelek-jelekkan kaum ulama. Ada yang bilang, MUI kurang kerjaan mengurusi hal-hal semacam ini. Yang lain berkata, MUI hanya menyusahkan masyarakat, terutama penjual jasa uang baru dan (calon) pembeli yang membutuhkan. Bahkan Jaringan Islam Anti-Diskriminatif (JIAD) Jawa Timur sampai menuding MUI lebay!.

Lanjutkan membaca “Jasa Tukar Uang Baru : Haram atau Membantu?”