Kisah Seorang Yahudi yang Mengislamkan Jutaan Orang


https://supermilan.wordpress.com

Di suatu tempat di Perancis sekitar lima puluh tahun yang lalu, ada seorang berkebangsaan Turki berumur 50 tahun bernama Ibrahim, ia adalah orang tua yang menjual makanan di sebuah toko makanan.

Toko tersebut terletak di sebuah apartemen dimana salah satu penghuninya adalah keluarga Yahudi yang memiliki seorang anak bernama “Jad” berumur 7 tahun.

Jad si anak Yahudi Hampir setiap hari mendatangi toko tempat dimana Ibrahim bekerja untuk membeli kebutuhan rumah, setiap kali hendak keluar dari toko –dan Ibrahim dianggapnya lengah– Jad selalu mengambil sepotong cokelat milik Ibrahim tanpa seizinnya.

Pada suatu hari usai belanja, Jad lupa tidak mengambil cokelat ketika mau keluar, kemudian tiba-tiba Ibrahim memanggilnya dan memberitahu kalau ia lupa mengambil sepotong cokelat sebagaimana kebiasaannya.

Jad kaget, karena ia mengira bahwa Ibrahim tidak mengetahui apa yang ia lakukan selama ini. Ia pun segera meminta maaf dan takut jika saja Ibrahim melaporkan perbuatannya tersebut kepada orangtuanya.

Ibrahim pun menjawab: “Tidak apa, yang penting kamu berjanji untuk tidak mengambil sesuatu tanpa izin, dan setiap saat kamu mau keluar dari sini, ambillah sepotong cokelat, itu adalah milikmu!” Jad pun menyetujuinya dengan penuh kegirangan.

Waktu berlalu, tahun pun berganti dan Ibrahim yang muslim kini menjadi layaknya seorang ayah dan teman akrab bagi Jad si anak Yahudi.

Sudah menjadi kebiasaan Jad saat menghadapi masalah, ia selalu datang dan berkonsultasi kepada Ibrahim. Dan setiap kali Jad selesai bercerita, Ibrahim selalu mengambil sebuah buku dari laci, memberikannya kepada Jad dan kemudian menyuruhnya untuk membukanya secara acak.

Setelah Jad membukanya, kemudian Ibrahim membaca dua lembar darinya, menutupnya dan mulai memberikan nasehat dan solusi dari permasalahan Jad.

Beberapa tahun pun berlalu dan begitulah hari-hari yang dilalui Jad bersama Ibrahim, seorang Muslim Turki yang tua dan tidak berpendidikan tinggi.

14 tahun berlalu, kini Jad telah menjadi seorang pemuda gagah dan berumur 24 tahun, sedangkan Ibrahim saat itu berumur 67 tahun.

Ibrahim pun akhirnya meninggal, namun sebelum wafat ia telah menyimpan sebuah kotak yang dititipkan kepada anak-anaknya dimana di dalam kotak tersebut ia letakkan sebuah buku yang selalu ia baca setiap kali Jad berkonsultasi kepadanya. Ibrahim berwasiat agar anak-anaknya nanti memberikan buku tersebut sebagai hadiah untuk Jad, seorang pemuda Yahudi.

Lanjutkan membaca “Kisah Seorang Yahudi yang Mengislamkan Jutaan Orang”

Iklan

Dari Indonesia untuk Rohingya

Sebagai warga Indonesia, kita tentu tidak asing dengan Muslim Rohingya. Khususnya pasca beberapa kali perahu mereka yang lari atau dipaksa lari dari Myamnar terdampar di perairan Aceh dan sebagainya.

Rohingya adalah nama etnis Muslim di Myanmar yang keberadaan mereka dianggap ilegal oleh junta militer di sana meski mereka telah hidup sejak beberapa generasi di sana.

Mereka tidak memperoleh akses untuk pelayanan publik, kesehatan maupun pendidikan. Hari ini, derita Muslim Rohingya belum jelas kapan akan berakhir.

Derita Rohingya

Jika di bulan ramadhan ini kita bisa berpuasa dengan tenang dengan keluarga, memakan makanan yang lezat, maka saat ini mereka sedang berjuang untuk tetap hidup, lepas dari pembantaian mengerikan. Beberapa media massa melaporkan kondisi miris yang mereka terima.

Mereka dibantai secara massal, mereka di bakar hidup-hidup, dari anak kecil, perempuan sampai laki-laki dewasa. Begitu juga yang lainnya dipaksa meninggalkan negeri mereka dengan perahu. Di foto-foto yang tersebar luas di media massa dan dunia maya, terlihat kondisi mereka yang sungguh memprihatinkan.

Anak-anak dengan pakaian lusuh, dengan wajah pucat dan ketakutan berada di perahu yang sesak. Sementara orang tua mereka menangis pilu dan penuh iba. Mereka adalah saudara-saudara kita.

Dunia Islam, walau sudah menunjukkan kepeduliaannya, namun belum memberikan pertolongan yang nyata. Jalur diplomasi Negara-negara mayoritas muslim belum mampu memberikan efek nyata untuk membantu derita Rohingya. Konon lagi beberapa pemimpin Muslim belum menunjukkan kepeduliannya.

Kita memang seringkali terlambat membantu saudara-saudara kita yang terzalimi. Harapan muslim Rohingya untuk bisa hidup tenang belum juga menemui titik terang. Dunia Islam pun baru sebatas bisa mengecam. Sementara negara-negara Barat dan PBB sendiri juga belum menunjukkan perhatiannya secara maksimal. Derita Muslim Rohingya pun terus berlanjut.

Sebagai muslim, antara kita dengan mereka laksana satu tubuh. Mereka adalah bagian dari tubuh kita, saat mereka sakit, kita juga harus merasa sakit. Kita juga pernah merasakan rasa sakit seperti yang mereka rasakan saat kita berjuang membebaskan Indonesia dari penjajahan, di era perjuangan menuntut keadilan pemerintah pusat, bahkan hingga peristiwa tsunami meluluhlantakkan kita.

Semua itu seharusnya menjadikan kita sebagai muslim yang peduli dan peka terhadap derita saudara-saudara kita di bumi lainnya. Dalam sebuah hadits riwayat Imam Atb Thabrani Rasulullah menyebutkan, “siapa saja yang tidak peduli dengan urusan kaum muslimin, maka ia bukan golonganku”. Na’uzubillahi min zalik.

Berdoa

Doa adalah senjata orang-orang beriman, salah satu bentuk media perlawanan terhadap kezhaliman yang menimpa saudara kita di Myanmar, Suriah dan sebagainya. Doa adalah sarana untuk meminta pertolongan Allah Swt. Sebagai muslim, hendaknya kita tidak pernah lupa mendo’akan mereka agar diberi ketabahan oleh Allah Swt, dan agar secepatnya mereka terbebas dari kezaliman dan memperoleh hak-hak mereka sebagai warga negara.

Lanjutkan membaca “Dari Indonesia untuk Rohingya”

Agenda Tersembunyi Tragedi Rohingya Myanmar

Nasib Muslim Rohingnya semakin mengkhawatirkan. Di negaranya sendiri dianggap sebagai illegal Citizens, dan di luar negara tidak diterima. Ribuan orang Muslim Rohingya menjadi korban pembantaian. Tidak hanya itu, presiden Myanmar, Thein Sein melontarkan pernyataan kontroversial mengusir Muslim Rohingya sebagai penyelesaian konflik bernuasa etnis dan agama di negara itu. Bahkan dia menawarkan kepada PBB jika ada negara yang bersedia menampung mereka.

Bagi Direktur Global Future Institute, Jakarta, yang terjadi di Arakan ini bukan hanya Muslim Cleansing, tapi juga Budha Cleansing. Menurut pengamat internasional ini, yang menjadi korban bukan hanya masyarakat muslim maupun Budha, tapi juga terjadi benturan peradaban di Myanmar.

“Ada permainan korporasi tertentu yang berkolaborasi dengan Junta militer Myanmar,” kata penulis buku “Tangan-tangan Amerika di Pelbagai belahan Dunia” itu.

“Kayaknya, di Arakan ini pemicunya mirip dengan Ambon, sebuah masalah kriminal yang kemudian dipolitisasi. Untuk itu harus dipahami skema besarnya. Yang sesungguhnya terjadi adalah Cleansing masyarakat.” Tegas Hendrajit.

Simak selengkapnya wawancara eksklusif Purkon Hidayat dari IRIB Bahasa Indonesia dengan Hendrajit, Direktur Global Future Institute Jakarta mengenai persoalan di balik tragedi kemanusiaan yang menimpa Muslim etnis Rohingya di Myanmar.

Kalau kita lihat dari perspektif korban, persoalan inikan sudah bertahun-tahun. Memang faktanya suku Rohingya ini merupakan mayoritas di Arakan, tapi dianggap sebagai illegal citizens. Bahkan kini, jumlahnya tinggal sejutaan karena sebagian sudah migrasi ke negara lain. Saya melihat persoalan ini, entah itu Karena yang Budha maupun Rohingya yang Muslim, bagi saya tetap sebagai prakondisi yang rawan di Myanmar sendiri. Jadi artinya ada sesuatu yang sebetulnya harus dilihat dari gambaran yang jauh lebih besar.

Lanjutkan membaca “Agenda Tersembunyi Tragedi Rohingya Myanmar”

Kronologis Lengkap Pemicu Tragedi Rohingya

Berikut ini adalah kronologi lengkap pemicu tragedi Rohingya dari surat kabar Myanmar dan dari beberapa media internasional. Surat kabar New Light Myanmar edisi 4 Juni 2012 melaporkan satu berita mengenai pemerkosaan dan pembunuhan seorang gadis oleh tiga orang pemuda:

Insiden Pemerkosaan dan Pembunuhan

“NAY PYI TAW, 4 Juni – Dalam perjalanan menuju rumah dari tempat bekerja sebagai tukang jahit, Ma Thida Htwe, seorang gadis Buddha berumur 27 tahun, putri U Hla Tin, dari perkampungan Thabyechaung, Desa Kyauknimaw, Yanbye, ditikam sampai mati oleh orang tak dikenal. Lokasi kejadian adalah di hutan bakau dekat pohon alba di samping jalan menuju Kyaukhtayan pada tanggal 28 Mei 2012 pukul 17:15.

Kasus tersebut kemudian dilaporkan ke Kantor Polisi Kyauknimaw oleh U Win Maung, saudara korban. Kantor polisi memperkarakan kasus ini dengan Hukum Acara Pidana pasal 302/382 (pembunuhan / pemerkosaan). Lalu Kepala kepolisian distrik Kyaukpyu dan personil pergi ke Desa Kyauknimaw pada 29 Mei pagi untuk pencarian bukti-bukti lalu menetapkan tiga tersangka, yaitu Htet Htet (a) Rawshi bin U Kyaw Thaung (Bengali/Muslim), Rawphi bin Sweyuktamauk (Bengali/Muslim) dan Khochi bin Akwechay (Bengali/ Muslim).

Penyelidikan menunjukkan bahwa Htet Htet (a) Rawshi tahu rutinitas sehari-hari korban yang pulang-pergi antara Desa Thabyechaung dan Desa Kyauknimaw untuk menjahit. Menurut pengakuannya dia berbuat dipicu oleh kebutuhan uang untuk menikahi seorang gadis, dan berencana untuk merampok barang berharga yang dipakai korban. Bersama dengan Rawphi dan Khochi, Rawshi menunggu di pohon alba dekat tempat kejadian.

Tak lama Ma Thida Htwe yang diincarnya datang dan berjalan sendirian, ketiganya lalu menodongkan pisau dan membawanya ke hutan. Korban lalu diperkosa dan ditikam mati, tak lupa merenggut lima macam perhiasan emas termasuk kalung emas yang dikenakan korban.

Untuk menghindari kerusuhan rasial dan ancaman warga desa kepada para tersangka, aparat kepolisian setempat bersiaga dan mengirim tiga orang pelaku tersebut ke tahanan Kyaukpyu pada tanggal 30 Mei pukul 10.15.

Lanjutkan membaca “Kronologis Lengkap Pemicu Tragedi Rohingya”

Walau Lumpuh, Tak Pernah Tertinggal Sholat Jamaah

Seorang lelaki tua, Abdullah Al Asiri, 77 adalah seorang yang lumpuh dari pinggang ke kaki sejak lahir. Walau dengan kondisi seperti itu, setiap hari Abdullah pergi ke masjid untuk menunaikan solat fardhu secara berjamaah.

Bayangkan kalau Abdullah yang sudah tidak mempunyai kaki untuk bergerak dan hanya bisa merangkak untuk ‘berjalan’ seperti manusia normal pergi menunaikan sholat berjamaah di masjid. Bagaimana kita yang lengkap mempunyai kedua kaki?

Semoga video ini memberikan kesadaran kepada kita untuk selalu mengingat pentingnya tujuan kita hidup di muka bumi Allah SWT ini adalah untuk menunaikan ibadah kepada-Nya. Dan haruslah kita untuk senantiasa bersyukur dengan segala rezeki dan limpahan rahmat yang telah Allah SWT berikan.

Sumber : Forum Viva

Jual Tas Bayi HDY Baby Diaper Bag @ http://TasBayi.JawaraShop.com

www.mylivesignature.com/signatures/85877/supermilan/a1928e8a96a55f7092e99c05bb990dff.png Widya Wicaksana
08180-800-6625
(021) 9550-6400
http://www.JawaraShop.com

Jual Sandal Nama Unik dan Lucu @ http://JawaraShop.com