Orang-orang Jujur dari Depok (Kisah Nyata)

Jual Sandal Nama Unik dan Lucu @ http://JawaraShop.com
Sebuah kisah nyata :

Putri Pak Sudartono naik KA dari Stasiun Kota ke Stasiun Cikini, sekitar pkl. 17.00 WIB, hari Rabu (18/1). Ketika turun di Stasiun Cikini, barulah ia sadar dompetnya tadi jatuh di dalam KA. Putri Pak Sudartono pun pasrah atas nasib dompetnya….

Ia tak tahu, dompet berisi dua buah HP, uang, kartu identitas, dan kartu ATM itu sempat jadi bahan rebutan para penumpang. Maklumlah, hari gini, siapa yang tidak ingin dapat dua HP dan uang gratis! Tetapi di dalam gerbong, untunglah ada petugas bernama Ujang Abdul Malik.

Dompet itu diamankan oleh Ujang, dan sesampai di stasiun Depok lama, diserahkan pada PT Sentinel (perusahaan yang bekerjasama dengan PT KAI dalam masalah kehilangan atau ketinggalan barang dalam kereta).

Pada Rabu pukul 18.30 WIB, Pak Sudartono ditelepon oleh petugas PT KAI bahwa dompet milik putrinya, lengkap dengan seluruh isinya, utuh, ditemukan petugas dan bisa diambil di kantor PT Sentinel, Stasiun Depok Lama. Bahkan ketika ditelepon oleh petugas PT KAI, Pak Sudartono belum tahu kasus kehilangan yang dialami putrinya, karena putrinya saat itu masih berada di kantor dan belum memberitahukan apa-apa pada dirinya!

Sebagai wujud rasa syukurnya, Pak Sudartono menulis surat pembaca di Harian Republika, Rabu (1/2/2012), yang saya kutip untuk tulisan pendek ini. Pak Sudartono mengucapkan terimakasih pada PT KAI, KA-574 jurusan Jakarta Depok.

Lanjutkan membaca “Orang-orang Jujur dari Depok (Kisah Nyata)”

Iklan

10 Resep Sukses Bangsa Jepang

https://supermilan.wordpress.com

1. KERJA KERAS

Sudah menjadi rahasia umum bahwa bangsa Jepang adalah pekerja keras. Rata-rata jam kerja pegawai di Jepang adalah 2450 jam/tahun, sangat tinggi dibandingkan dengan Amerika (1957 jam/tahun), Inggris (1911 jam/tahun), Jerman (1870 jam/tahun), dan Perancis (1680 jam/tahun). Seorang pegawai di Jepang bisa menghasilkan sebuah mobil dalam 9 hari, sedangkan pegawai di negara lain memerlukan 47 hari untuk membuat mobil yang bernilai sama. Seorang pekerja Jepang boleh dikatakan bisa melakukan pekerjaan yang biasanya dikerjakan oleh 5-6 orang.

Pulang cepat adalah sesuatu yang boleh dikatakan “agak memalukan” di Jepang, dan menandakan bahwa pegawai tersebut termasuk “yang tidak dibutuhkan” oleh perusahaan. Di kampus, professor juga biasa pulang malam (tepatnya pagi 😉 ), membuat mahasiswa nggak enak pulang duluan. Fenomena Karoshi (mati karena kerja keras) mungkin hanya ada di Jepang. Sebagian besar literatur menyebutkan bahwa dengan kerja keras inilah sebenarnya kebangkitan dan kemakmuran Jepang bisa tercapai.

2. MALU

Malu adalah budaya leluhur dan turun temurun bangsa Jepang. Harakiri (bunuh diri dengan menusukkan pisau ke perut) menjadi ritual sejak era samurai, yaitu ketika mereka kalah dan pertempuran. Masuk ke dunia modern, wacananya sedikit berubah ke fenomena “mengundurkan diri” bagi para pejabat (mentri, politikus, dsb) yang terlibat masalah korupsi atau merasa gagal menjalankan tugasnya.

Efek negatifnya mungkin adalah anak-anak SD, SMP yang kadang bunuh diri, karena nilainya jelek atau tidak naik kelas. Karena malu jugalah, orang Jepang lebih senang memilih jalan memutar daripada mengganggu pengemudi di belakangnya dengan memotong jalur di tengah jalan.

Bagaimana mereka secara otomatis langsung membentuk antrian dalam setiap keadaan yang membutuhkan, pembelian ticket kereta, masuk ke stadion untuk nonton sepak bola, di halte bus, bahkan untuk memakai toilet umum di stasiun-stasiun, mereka berjajar rapi menunggu giliran. Mereka malu terhadap lingkungannya apabila mereka melanggar peraturan ataupun norma yang sudah menjadi kesepakatan umum.

3. HIDUP HEMAT

Orang Jepang memiliki semangat hidup hemat dalam keseharian. Sikap anti konsumerisme berlebihan ini nampak dalam berbagai bidang kehidupan. Di masa awal mulai kehidupan di Jepang, saya sempat terheran-heran dengan banyaknya orang Jepang ramai belanja di supermarket pada sekitar jam 19:30. Selidik punya selidik, ternyata sudah menjadi hal yang biasa bahwa supermarket di Jepang akan memotong harga sampai separuhnya pada waktu sekitar setengah jam sebelum tutup.

Seperti diketahui bahwa Supermarket di Jepang rata-rata tutup pada pukul 20:00. Contoh lain adalah para ibu rumah tangga yang rela naik sepeda menuju toko sayur agak jauh dari rumah, hanya karena lebih murah 20 atau 30 yen. Banyak keluarga Jepang yang tidak memiliki mobil, bukan karena tidak mampu, tapi karena lebih hemat menggunakan bus dan kereta untuk bepergian.

Termasuk saya dulu sempat berpikir kenapa pemanas ruangan menggunakan minyak tanah yang merepotkan masih digandrungi, padahal sudah cukup dengan AC yang ada mode dingin dan panas. Alasannya ternyata satu, minyak tanah lebih murah daripada listrik. Professor Jepang juga terbiasa naik sepeda tua ke kampus, bareng dengan mahasiswa-mahasiswa nya.

4. LOYALITAS

Loyalitas membuat sistem karir di sebuah perusahaan berjalan dan tertata dengan rapi. Sedikit berbeda dengan sistem di Amerika dan Eropa, sangat jarang orang Jepang yang berpindah-pindah pekerjaan. Mereka biasanya bertahan di satu atau dua perusahaan sampai pensiun. Lanjutkan membaca “10 Resep Sukses Bangsa Jepang”

Fenomena Orang Tersesat di Jalan Melingkar

Mitos menyebutkan jika orang tersesat maka akan berputar-putar dan kembali ke tempat di mana ia memulai perjalanannya. Penelitian dilakukan untuk mempelajari apa yang sebenarnya terjadi, jika seseorang mencoba berjalan tanpa adanya petunjuk arah tujuan.

Peneliti melakukan studi dengan menggunakan GPS untuk melacak para relawan yang melakukan perjalanan di padang pasir Sahara yang berada di Tunisia, dan hutan Bienwald di Jerman.

Mereka menemukan para peserta hanya dapat melakukan perjalanan dengan lurus ketika matahari atau bulan terlihat. Saat matahari dan bulan tidak terlihat, atau apabila hanya tertutup awan maka pejalan ini tanpa sadar bergerak mengitar.

Dr Jan Souman, dari Max Planck Insitute di Tubingen, Jerman, yang memimpin penelitian tersebut, mengatakan mitos tentang seseorang yang berjalan dalam sebuah lingkaran ketika tersesat adalah benar.

Lanjutkan membaca “Fenomena Orang Tersesat di Jalan Melingkar”

Ternyata Orang Jepang juga Percaya Takhayul!!

“Jangan duduk di palang pintu, nanti susah dapet jodoh!”

Bagi orang Indonesia, mungkin kita pernah, bahkan sering mendengar kalimat di atas. Himbauan berupa kepercayaan takhyul yang turun temurun dan tidak memilki dasar kuat untuk dipercaya kebenarannya.

Di negara yang super canggih dengan teknologi maju seperti Jepang pun, kepercayaan takhyul turun temurun ternyata masih tetap berlaku seperti :

1. Tabeta ato, sugu yoko ni naruto, ushi ni naru!

Arti dari kalimat di atas adalah: “Kalau habis makan langsung rebahan bisa jadi sapi!” kutukan kah??

Saat ini, meski zaman telah modern, banyak orang tua Jepang yang masih memperingati anaknya dengan kata-kata seperti di atas. Secara jelas alasan kenapa kata-kata ini dipakai tidak diketahui. Tapi jika dianalisa, zaman dahulu Jepang berbeda dengan zaman sekarang yang serba canggih, mereka dulu harus bekerja keras agar dapat hidup (terutama setelah pemboman Nagasaki & Hiroshima).

Agar anak-anak bersedia membantu orang tua bekerja di ladang, mereka selalu mengatakan “Tabeta ato, sugu yoko ni naruto, ushi ni naru!” (Kalau habis makan langsung rebahan bisa jadi sapi!)

Sedangkan di zaman sekarang kenapa orang tua masih menyampaikan kepercayaan ini pada anak-anaknya ialah karena mereka ingin memperingati bahwa:
” Tidak sopan – sikap buruk, jika setelah makan langsung rebahan”

Lanjutkan membaca “Ternyata Orang Jepang juga Percaya Takhayul!!”

Masa Lalu Orang-Orang Ternama

Prestasi Isaac Newton amat lemah ketika di sekolah dasar.

Guru Thomas Alfa Edison pernah mengatakan bahwa Thomas terlalu bodoh untuk belajar sesuatu.

Walt Disney pernah di pecat oleh seorang redaktur surat kabar karena kekurangan ide.

John Grisham pengarang buku-buku laris yang menjadi film-film terkenal; “The Firm”, “The Client”, “Pelican Brief” saat menulis buku pertamanya dan menawarkan ke penerbit, 25 kali ditolak.

Franklin D. Roosevelt sering berkonsultasi dengan astrologis, memiliki dua orang istri muda, perokok berat dan minum 8-10 botol martini setiap hari.

Winston Churchill pernah dipecat dua kali dari kantor, selalu bangun sore dan tidak pernah bangun pagi, pernah menggunakan narkoba, di waktu kuliah dan minum wiski setiap sore.

Adolf Hitler itu vegetarian, tidak merokok, hanya sesekali minum bir, tidak pernah berselingkuh di luar perkawinan.

Semasa hidupnya Vincent Van Gogh hanya 1 karyanya saja yang laku terjual.

Leon Uris, pengarang buku terlaris “Exodus” pernah gagal dalam ujian Bahasa Inggris sebanyak 3 kali semasa di sekolah menengah.

Auguste Rodin seniman patung legendaris dengan karyanya yang terkenal “The Thinker”, pernah 3 kali gagal masuk sekolah seni.

Leo Tolstoy, sastrawan Rusia ternama, penggarang buku ”War and Peace” pernah di keluarkan dari akademi.

Sumber : Theyoss