Waspadai Krayon, Penghapus, dan Spidol!

Spidol https://supermilan.wordpress.com

Kalangan pendidik dan orangtua siswa diimbau mewaspadai penggunaan plastik yang mengandung bahan kimia berbahaya pada perlengkapan alat tulis. Salah satu zat aditif berbahaya itu adalah phthalate, bahan pembuatan penghapus yang banyak digunakan siswa sekolah.

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) tengah mengkaji kecenderungan adanya bahan kimia pada alat kelengkapan siswa dan mainan anak-anak. Kajian dilakukan karena diduga kuat sejumlah alat kelengkapan sekolah dan mainan anak-anak itu mengandung zat kimia berbahaya.

Menurut Head Division of Science and Technology Service LIPI Agus Haryono, bahan plastik berbahaya itu antara lain monomer, zat tersisa yang tidak bereaksi saat pembentukan polimer. Styrofoam adalah salah satu bentuk monomer berbahaya. Selain monomer, zat berbahaya lainnya adalah pelentur plastik jenis phthalate.

Dalam keperluan sehari-hari, phthalate dipakai sebagai pelembut plastik mainan anak-anak, pipa PVC, fraksi minyak dalam parfum, zat tambahan dalam hairspray, zat tambahan pengoles kayu, dan pelentur jok mobil.

“Di dunia alat tulis, phthalate digunakan dalam pembuatan penghapus, untuk melembutkan karet agar mudah dibentuk,” ungkap Agus dalam seminar “Alat Pendidikan Sehat bagi Siswa” di Balai Patriot, Kompleks Pemkot Bekasi.

Lanjutkan membaca “Waspadai Krayon, Penghapus, dan Spidol!”

Waspadai Menonton Video Edukasi Secara Berlebihan

Video Edukasi Jual Baby Bag HDY @ http://TasBayi.JawaraShop.com
Bayi distimulasi dengan penayangan video edukasi di TV (Foto: Ist)

Jual Sandal Nama @ http://SandalNama.JawaraShop.com

Bagi anda yang gemar memberikan stimulasi otak untuk mendukung perkembangan bayi lewat tayangan video, sebaiknya segera berpikir ulang. Mengapa? Ternyata kegiatan tersebut tidak memberikan manfaat apa-apa bagi kemampuan bahasa anak.

Penelitian terbaru yang diadakan University of Miami Miller School of Medicine, Amerika Serikat menyebutkan, orangtua yang berusaha mendukung perkembangan bayi dengan menyediakan DVD edukasi untuk memperkenalkan kosakata baru, kemungkinan besar tidak akan mencapai hasil apa-apa. Studi bahkan menemukan, anak-anak yang mulai menyaksikan DVD pada usia dini justru memiliki kemampuan bahasa yang lebih rendah.

Jual Laptop Bag Aidea @ http://TasLaptop.JawaraShop.com

Anak-Anak Pelajar Aktif, Bukan Pasif

”Anak-anak pada usia ini merupakan ilmuwan kecil yang sedang menjelajah dunia, mencari tahu cara kerja berbagai hal,” terang dokter anak dari University of Miami Miller School of Medicine, Amerika Serikat, Dr Jeffrey Brosco. “Mereka berkeliling untuk melihat rupa benda dari berbagai sisi. Mereka menjatuhkan barang untuk melihat apa yang terjadi,” lanjutnya, seperti dikutip situs healthday.com.

Anak-anak, kata Brosco, adalah pelajar aktif. Sementara itu, video yang ditonton sama sekali tidak mempromosikan pembelajaran aktif dan keterlibatan sosial. Karena itu, tayangan tersebut tidak bisa meningkatkan kemahiran berbahasa anak.

Senada dengan itu, Rahil Briggs, Direktur Healthy Steps di Children’s Hospital at Montefiore dan asisten dokter anak di Albert Einstein College of Medicine di New York City, Amerika Serikat, meyakini bahwa dengan menonton DVD, kemungkinan ada sedikit ilmu pengetahuan di dalamnya, tetapi lebih banyak dari segi pemasarannya.

Jual Sepatu Kulit @ http://SepatuKantor.jawarashop.com

Lanjutkan membaca “Waspadai Menonton Video Edukasi Secara Berlebihan”

Cara Mempertajam 8 Inteligensia Anda

Igo - Catur Khas Jepang https://supermilan.wordpress.com
Igo – Catur Khas Jepang

Prof Howard Gardner dari Harvard University menyebutkan bahwa inteligensia manusia meliputi inteligensia linguistik, logis matematis, visual spatial, kinestetik, musikal, naturalis, interpersonal, dan intrapersonal.

Kedelapan inteligensia ini bisa dan perlu dilatih sehingga otak kita bisa bekerja optimal. Semua jenis inteligensia ini bisa dioptimalkan dengan latihan banyak hal yang berbeda-beda. Pemanfaatan delapan inteligensia ini berarti menyeimbangkan kemampuan otak kanan dan kiri.

1. Inteligensia Linguistik.

Dipertajam dengan banyak membaca, melakukan permainan kata, misalnya pelesetan, berpuisi, berlatih diskusi, dan mengungkapkan sesuatu.

2. Inteligensia Logis Matematis.

Dimaksimalkan dengan membuat rencana rinci anggaran belanja dan pendapatan pribadi, keluarga, atau perusahaan, menghitung setiap ada kesempatan atau apa pun latihan daya ingat yang terkait dengan bilangan.

3. Inteligensia Visual Spasial.

Diasah dengan latihan mencorat-coret, menggambar, membaca peta, bermain jigsaw, membongkar benda dan memasang kembali, melakukan apresiasi seni, membuat diagram saat menjelaskan gagasan, membuat denah daerah atau rumah.

4. Inteligensia Kinestetik.

Ditempa dengan melakukan olah fisik secara teratur, membuat prakarya, berlatih menari atau berdansa, berlatih mengekspresikan diri dengan gerakan tangan atau bahasa tubuh lain.

5. Inteligensia Musik.

Dikembangkan dengan berlatih memainkan alat musik, menyanyi dengan suara tidak sumbang, mengingat irama lagu, bersiul atau menggumamkan irama lagu, mengingat bunyi tertentu.

Lanjutkan membaca “Cara Mempertajam 8 Inteligensia Anda”