8 Pertanyaan Jebakan Saat Wawancara Kerja

Jasa Web Instan @ http://web.JawaraShop.com
Dalam proses perekrutan pegawai tiap perusahaan membutuhkan beberapa tahapan untuk melakukan seleksi bagi pelamar pekerjaan yaitu pada umumnya tahapan test tertulis, wawancara, test kesehatan (kalau ada). Tidak sedikit pula banyak dari calon karyawan yang telah lulus dalam test tertulis akan tetapi gagal dalam tahap interview atau wawancara.

Mungkin ada baiknya membaca artikel ini yang diharapkan bisa membantu para calon karyawan dalam menyiasati pertanyaan dari pewawancara. Berikut beberapa daftar pertanyaan yang mungkin adalah sebuah jebakan dalam sebuah proses wawancara :

1. Mengapa kami harus mempekerjakan anda?

Ini peluang untuk “menjual” diri anda. Uraikan dengan singkat dan jelas kelebihan yang dimiliki, kualifikasi anda dan apa yang dapat anda sumbangkan bagi perusahaan tersebut. Hati-hati , jangan memberikan jawaban yang terlalu umum. Hampir setiap orang mengatakan mereka merupakan seorang pekerja keras dan memiliki motivasi. Berikanlah jawaban yang memperlihatkan keunikan yang anda miliki.

2. Mengapa tertarik bekerja di perusahaan ini?

Pertanyaan ini merupakan salah satu alat bagi si pewawancara untuk mengetahui apakah anda mempersiapkan diri anda dengan baik. Jangan pernah datang untuk sebuah wawancara pekerjaan tanpa mengetahui latar belakang perusahaan. Dengan memiliki informasi yang cukup mengenai latar belakang perusahaan tersebut maka pertanyaan di atas memberikan kesempatan untuk memperlihatkan inisiatif, dan menunjukkan apakah pengalaman serta kualifikasi yang anda miliki sepadan dengan posisi yang diperlukan.

3. Apa kelemahan utama anda?

Rahasia dalam menjawab pertanyaan di atas adalah dengan berkata jujur mengenai kelemahan anda, tapi jangan lupa menjelaskan bagaimana anda mengubah kelemahan tersebut menjadi kelebihan. Misalnya, bila anda memiliki masalah dengan perusahaan terdahulu, perlihatkan langkah yang anda ambil. Hal ini memperlihatkan bahwa anda memiliki kemampuan dalam mengenali aspek yang perlu diperbaiki dan inisiatif dalam memperbaiki diri anda.

4. Mengapa berhenti dari perusahaan terdahulu?

Walaupun berhenti dari pekerjaan terdahulu dengan cara yang tidak baik, anda harus berhati-hati dalam memberikan jawaban. Usahakan untuk memberikan jawaban yang diplomatis. Bila anda memberikan jawaban yang mengandung aspek negatif, kompensasikan jawaban tadi dengan jawaban yang positif. Bila anda mengeluhkan tentang pekerjaan terdahulu, maka hal ini tidak memberi poin apa-apa buat anda.

Lanjutkan membaca “8 Pertanyaan Jebakan Saat Wawancara Kerja”

Iklan

Strategi Pintar Meminta Kenaikan Gaji

Naik Gajihttps://supermilan.wordpress.com
Foto : Okezone

Mendapatkan gaji besar sudah menjadi impian setiap karyawan di sebuah perusahaan. Namun nyatanya, tidak sedikit karyawan yang sudah lama bekerja tidak mendapatkan gaji memuaskan. Untuk itu, Anda butuh strategi untuk meminta kenaikan gaji pada atasan. Berikut ini saran untuk Anda:

1. Pelajari kebijakan kantor. Bertanyalah kepada karyawan HRD tentang peraturan kenaikan gaji. Ada beberapa perusahaan yang menaikkan gaji jika biaya hidup meningkat dan ada yang menaikkan gaji berdasarkan prestasi.

2. Survei gaji standar. Jangan lupa untuk melakukan survei gaji di perusahaan yang bergerak di bidang yang sama serta gaji standar yang berlaku di industri tersebut, terutama di kota yang sama. Ajukan argumen ini saat Anda meminta kenaikan gaji.

3. Evaluasi kerja. Evaluasi kerja Anda, apakah Anda mendapatkan tugas atau tanggung jawab tambahan selama bekerja.

4. Presentasi. Presentasikan hasil dari survei dan gambaran tugas yang telah Anda buat ke atasan atau perusahaan Anda. Presentasi harus berdasarkan fakta agar bisa dipertanggungjawabkan.

Lanjutkan membaca “Strategi Pintar Meminta Kenaikan Gaji”

Anda Pencari Kerja? Kota Solo Tawarkan Dua Ribu Lowongan Kerja

Bursa kerja yang akan digelar 12-13 Agustus ini di Grha Wisata Niaga, Kota Solo, akan menawarkan 2.747 lowongan kerja. Sebanyak 42 perusahaan di eks Karesidenan Surakarta bergabung dengan kegiatan ini. Posisi terbanyak yang ditawarkan adalah di bidang garmen, seperti operator jahit dan staf produksi.

Selain bursa kerja yang dibiayai Pemerintah Kota Solo, juga akan digelar bursa kerja online. Pada saat pembukaan juga akan diluncurkan program SMS Gateway, yakni program layanan informasi lowongan kerja di dalam dan luar negeri melalui layanan pesan pendek (SMS) dengan cara mengetik INFO DN atau INFO LN, lalu mengirimkannya ke nomor 081226303000.

“Untuk SMS Gateway masih dalam proses penyempurnan,” kata Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Tenaga Kerja Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Solo Agus Alwanto, Senin (10/8).

Sumber : Kompas

Tips Mendapat Kenaikan Gaji

Bagaimanacaranya agar seorang pelamar bisa mendapatkan gaji yang jauh lebih baik di tempat kerja yang baru? Bagaimana pula seorang karyawan meminta tambahan gaji?

Saat wawancara kerja, sering kali pewwawancara menanyakan riwayat besarnya gaji calon karyawan di tempat kerja sebelumnya. Cara ini biasanya ditempuh untuk mengetahui seberapa besar “harga” calon karyawan tersebut di tempat kerjanya yang lama.

Jika sebelumnya, si calon karyawan sudah mendapatkan gaji yang jauh berlipat dibanding gaji yang bisa ditawarkan di tempat yang baru, tentunya di pewawancara tak mau membuang-buang waktu mewawancarai orang yang sudah pasti tak akan menjadi karyawan di perusahaan tersebut.

Masalahnya, jika pertanyaan soal riwayat gaji diajukan saat proses seleksi calon karyawan, haruskah pelamar mengatakan yang sejujurnya?

Richard Philips, konsultan karier dari California, mengatakan bahwa seorang pelamar tak perlu menjelaskan besaran gajinya di tempat yang dulu. Jika saat mengisi formulir lamaran kerja, terdapat kolom tentang besaran gaji di perusahaan sebelumnya, berikan saja tanda garis (-) sebagai tanda bahwa Anda melihat kolom tersebut, tapi tidak bersedia untuk menuliskan gaji Anda.

Bagaimana jika hal tersebut ditanyakan saat sesi wawancara? Tenang saja. Daripada Anda mengatakan yang sebenarnya, lebih baik ajukan pertanyaan balik tentang berapa range atau kisaran gaji yang diberikan perusahaan tersebut untuk posisi yang Anda incar. Anda juga bisa mengatakan berapa kisaran gaji yang diinginkan jika diberi kesempatan untuk mengisi posisi tersebut.

Jika pelamar terpaksa untuk mengatakan yang sebenarnya, Philips menganjurkan agar pelamar mengatakan gaji pokoknya saja.

“Kalaupun mau menyertakan dengan bonus atau tunjangan lainnya, Anda juga harus menjelaskan bahwa nilai total gaji Anda tersebut merupakan gabungan dari beberapa hal, bukan sekadar gaji pokok saja,” ucap Philips.

Meminta kenaikan gaji

Untuk karyawan yang sudah lama bekerja di sebuah perusahaan dan merasa layak untuk mendapatkan kenaikan gaji, meminta atau membicarakan hal ini pada atasan tentu saja jadi hal yang cukup rumit. Anda bisa saja berhadapan dengan bos yang mengatakan bahwa Anda masih belum pantas untuk mendapatkan kenaikan gaji yang berarti Anda tidak cukup punya kredibilitas untuk kenaikan tersebut.

Namun jika Anda merasa bahwa Anda patut menanyakan hal ini pada atasan, ada beberapa cara yang bisa ditempuh untuk mengajukan pertanyaan tersebut tanpa perlu “hilang muka” di hadapan atasan.

Pertama, konsultan karier Marcia Stein mengajurkan bahwa sebelum mengeluarkan kata-kata meminta kenaikan gaji, katakan bahwa Anda sudah melakukan evaluasi terhadap hasil kerja Anda dan respons positif dari atasan terhadap kerja Anda itu. Anda bisa mengatakan, bahwa dengan tanggapan dan evaluasi positif dari atasan, Anda berhak mendapat kenaikan gaji.

Dengan memberikan argumentasi seperti ini menandakan bahwa Anda bukan sekadar ingin meminta uang lebih, tapi lebih pada meminta penghargaan atas hasil kerja keras Anda selama di perusahaan tersebut.

Jika ternyata bos menolak, cari tahu mengapa. Apakah karena keuangan perusahaan yang tidak memadai atau memang bos Anda tidak setuju dengan kualitas kerja Anda yang Anda bilang baik? Jika jawabannya adalah yang terakhir, coba minta pendapatnya, apa yang harus dilakukan Anda agar bisa bekerja dengan kualitas sesuai standar yang diinginkannya dan mendapatkan kenaikan gaji.

Cara kedua, jika Anda memutuskan untuk mendapat gaji yang lebih baik di tempat lain, katakan bahwa Anda menyukai pekerjaan yang ditawarkan perusahaannya, dan tim kerjanya. Lebih lanjut katakan, Anda tetap membutuhkan gaji yang lebih baik dari perusahaan lama jika ingin perusahaan tersebut mengangkat Anda sebagai karyawannya.

Jika perusahaan baru menolak, katakan bahwa Anda mungkin masih tertarik dengan posisi tersebut sambil menanyakan rentang waktu atau apa yang perlu dilakukan agar gaji Anda bisa mengalami kenaikan.

Sumber : Okezone.com

8 Cara Menghadapi Bos yang Buruk

BOS tidak menghargai ide dan kerja keras Anda. Dia meremehkan dan menolak promosi yang seharusnya Anda dapatkan. Lalu apa yang harus dilakukan?

Memang tak mudah jika setiap hari harus berhadapan dengan sikap atau cara kerja bos yang menjengkelkan. Siapa yang tahan jika bos berulang kali berbicara buruk dengan Anda, meremehkan ide-ide Anda, berharap Anda selalu bisa membaca pikirannya, dan terus menekan untuk selalu bekerja keras tanpa dukungan semangat darinya.

Jika Anda menghadapi situasi ini, akuilah bahwa Anda memang harus bekerja dengan bos yang seperti itu. Mungkin Anda sempat berpikir untuk melawan dan mengadukan bos Anda ke atasannya atau ke bagian HRD. Anda mungkin saja beruntung, tapi beberapa kasus biasanya menemui jalan buntu.

Nah, jika kekesalan Anda sudah memuncak, coba cara-cara berikut ini agar Anda bisa tetap bertahan di perusahaan tersebut dan menghasilkan karya yang baik.

Jangan bertindak gegabah

Saat kekesalan sudah memuncak, Anda mungkin berpikir untuk melawan bos dengan mengirimkan surat kepada CEO yang berisi keburukan-keburukan bos Anda. Langkah ini memang tidak terlalu berbahaya. Tapi jika Anda masih tetap ingin berkarier di tempat tersebut, sebaiknya Anda tidak perlu menampakkan kekesalan Anda secara eksplisit. Lagi pula demi keamanan finansial Anda, menantang bos secara vulgar tentu akan berpengaruh buruk bagi karier Anda.

Pura-pura menghargai

Dunia kerja memang penuh dengan trik dan tipu daya. Jika ada yang menipu atau menusuk dari belakang, jangan lantas menjadi orang yang lemah atau cengeng. Pintar-pintarlah bermain peran jika berhadapan dengan rekan kerja atau bos yang tidak Anda sukai. Jika bos Anda menasehati Anda panjang lebar tentang hal yang sudah berkali-kali diucapkannya, tersenyumlah dan pasang ekspresi bahwa Anda benar-benar mendengarkan nasihatnya, bersedia menjalakannya, dan menghargai semua kata-kata yang keluar dari mulutnya. Lakukan semuanya meski kepercayaan Anda padanya sudah benar-benar hilang.

Kumpulkan bukti kerja

Mulailah menyimpan setiap evaluasi positif yang diberikan klien, teman-teman, bos Anda yang lain, atau siapa pun yang berhubungan dengan kerja Anda. Selain itu, tetap fokus untuk menghasilkan kerja yang terbaik. Bos Anda mungkin bisa menyepelekan Anda dengan kata-katanya yang pedas, tapi pengalaman dan respons positif yang sudah diberikan takkan bisa direnggut dari diri Anda. Pengalaman dan respons inilah yang bisa Anda gunakan jika nantinya ada peluang baru yang lebih menggembirakan.

Menghimpun persekutuan

Jika Anda mengincar posisi tertentu di perusahaan, kenali lingkungan di posisi tersebut. Bertemanlah dengan orang-orang yang memiliki kekuatan di departemen tersebut, juga dengan bos besar Anda. Dengan berteman, Anda bisa mendapatkan wawasan, panduan, dan referensi untuk membuat rencana strategis atau apapun yang sesuai tujuan Anda di departemen tersebut. Tetaplah “terlihat” dan berada dalam lingkaran orang-orang tersebut.

Jangan cepat mengambil kesimpulan

Bos Anda mungkin terlihat menyebalkan. Tapi terkadang ada sesuatu yang tak kasatmata terjadi di belakang Anda. Bisa saja perilaku bos tersebut karena desakan atau tekanan dari orang-orang yang lebih berkuasa. Maksudnya, bos Anda mungkin hanya menjadi bagian kecil dari keputusan yang diambilnya. Bisa jadi, manajemen perusahaanlah yang paling berpengaruh terhadap keputusan yang membuat Anda benci dengan bos Anda. Jadi cobalah sedikit berempati dan tidak membenci bos Anda sepenuhnya.

Dekati bos

Coba cara yang unik untuk menghadapinya. Semua orang pasti senang dipuji dan dianggap ahli di suatu bidang. Maka cobalah dekati bos Anda dan tanyakan hal apa saja yang bisa Anda lakukan agar Anda bisa mendapatkan posisi yang diinginkan. Tanyakan hal tersebut secara spesifik. Siapa tahu dengan memperbaiki hubungan dengan Anda bisa membangun tim kerja yang baik untuk perusahaan.

Perbaiki diri

Daripada menuruti bos Anda, lebih baik melihat kondisi ini sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri dan menambah wawasan Anda. Cobalah untuk memperbaiki kemampuan interpersonal dan perilaku Anda. Terbukalah terhadap setiap masukan dan kritik. Jangan sampai kekesalan Anda terhadap bos justru membuat Anda berperilaku seperti dia. Intinya, wawasan, pengalaman, dan perilaku yang baik bisa menjadi tiket Anda untuk keluar dari perusahaan tersebut dan menerima tawaran lain yang lebih baik.

Menunggu

Jika bos Anda benar-benar orang yang menyebalkan dan tidak baik, tentu ia juga akan dijatuhkan oleh orang yang lebih berkuasa darinya. Maka daripada pusing memikirkan bos Anda, lebih baik fokus pada kerja Anda dan kesempatan-kesempatan di sekitar Anda.

Sumber : Okezone.com