Pak Polisi, Beri Satu Alasan Saja Kami Masih Bisa Mempercayaimu

Mabes Polri
Jual Sandal Nama Unik dan Lucu @ http://JawaraShop.com

Bang Polman berang! Berani-beraninya si Karmin mengirim anak buahnya menggeledah rumahnya. Mereka sama-sama petugas security di komplek perumahan, tapi Polman jauh lebih senior. Selama ini Bang Polman lah pemilik tafsir kebenaran atas hukum. Ada ABG yang berani mengambil sandal jepit butut miliknya, dia perkarakan ke meja hijau.

Orang salah jalan, bisa dipalaknya habis-habisan. Bang Polman sengaja ngumpet di tempat yang tak kelihatan, rambu yang copot pun sengaja dibiarkannya, ia hanya perlu menunggu sampai ada orang yang salah jalan, maka dengan sedikit main gertak ia bisa membuat orang itu terpaksa merogoh koceknya dan selembar kertas warna biru pun berpindah ke kantongnya.

Kalau ada warga yang melapor kehilangan barang atau rumahnya kebobolan, Bang Polman bisa mengutip biaya pembuatan laporan sesuka hatinya. Makin tajir yang melapor, makin besar nilai nominal yang bisa dikutipnya. Terkadang ia pura-pura mengajak korban yang kehilangan barangnya untuk menyanggong markas pencuri, padahal ia sudah tahu tak akan membuahkan hasil.

Tentu saja aktivitas menyanggong ini tidak gratis, Bang Polman bisa minta ditraktir makan, minta uang lelah, uang masuk angin dan banyak lagi lainnya. Tak heran, kalau ada warga yang melapor kehilangan ayam, mereka terpaksa melego kambingnya untuk mengurus hilangnya seekor ayam. Kalau yang hilang kambing, bisa-bisa uang senilai harga sapi terkuras, meski belum tentu kambing yang hilang bakal ketemu.

Satu-satunya “prestasi” besar Bang Polman adalah melawan Teh-Roris. Soalnya Teh-Roris ini musuh warga sekomplek, kerjanya bikin petasan besar dan diledakkan di tempat umum. Mumpung menghadapi musuh warga, Bang Polman bisa main tembak sesukanya. Baru menghadapi “terduga” yang dikira teman Teh-Roris, Bang Polman bisa mengobral peluru tajam. Toh kalaupun mati, bang Polman bisa bilang itu temannya Teh-Roris, musuh yang harus dilenyapkan! Dan warga pun tak akan mempersoalkan, malah melontarkan pujian buat Bang Polman.

Kalau seseorang sudah dicap teman Teh Roris, Bang Polman bisa menyeret orang tuanya, mertuanya, istrinya, iparnya, untuk dimintai keterangan. Bang Polman bebas menggeledah rumah siapa saja yang diduga teman Teh Roris, menyita semua barang dari yang berharga sampai yang remeh temeh, termasuk buku bacaan. Nanti barang sitaan itu akan dipertontonkan pada warga, betapa hebatnya Bang Polman berhasil menggeledah rumah terduga teman Teh Roris.

Lanjutkan membaca “Pak Polisi, Beri Satu Alasan Saja Kami Masih Bisa Mempercayaimu”

Iklan

5 Dosa Pengendara Mobil di Jakarta

Jakarta Macet!https://supermilan.wordpress.com
Foto : karanglayung.wordpress.com

Wacana perpindahan ibukota dalam rangka mengatasi kemacetan di Jakarta sepertinya bukan barang baru. Sekali lagi, dalam masalah kemacetan Jakarta, pemerintah (lagi-lagi) disalahkan oleh masyarakat. Padahal jika saja wacana ini diwujudkan, tentu yang mengalah mesti ‘angkat kaki’ dari Jakarta adalah pemerintah, dalam hal ini tentunya pemerintah pusat. Hal ini juga menjadi tamparan tersendiri untuk pemerintah daerah karena mengindikasikan kegagalannya dalam mengatasi kemacetan Jakarta.

Walau masih banyak yang harus dibenahi di sana-sini, sebenarnya pemerintah telah memberikan beberapa solusi untuk kemacetan di Jakarta. Sebut saja TransJakarta dan Kereta Rel Listrik Commuter Jabodetabek yang setiap harinya mengangkut pulang pergi jutaan pekerja yang tinggal di sekeliling Jakarta.

Sayangnya kebijakan transportasi massal tersebut tidak diikuti dengan pemeliharaan infrastruktur yang baik. Sebut saja TransJakarta Koridor 9 dan 10 yang telah selesai pembuatan jalur dan haltenya namun busnya tak kunjung beroperasi. Juga pemeliharaan KRL yang awalnya nyaman namun secara pelan-pelan menjadi tak terawat.

Namun tulisan saya kali ini bukanlah mengomentari kebijakan-kebijakan pemerintah tersebut. Kali ini saya akan melihat pada sisi kendaraan pribadi khususnya mobil yang sebenarnya merupakan bagian dari masalah kemacatan Jakarta. Menurut MetroTV, setiap harinya beredar 240 mobil baru di jalanan, ditambah lagi sekitar 870 sepeda motor baru yang beredar setiap harinya. Sedang pertumbuhan jalan cuma 0,01% saja. Jika ini dibiarkan, diperkirakan Jakarta akan mengalami kelumpuhan lalu lintas pada tahun 2014.

Nah, jika dilihat setiap harinya Jakarta selalu penuh dengan mobil, mulai dari yang seri terbaru sampai yang terbilang kuno. Di bawah ini saya akan menuliskan ‘dosa-dosa’ dari pengendara mobil di Jakarta yang sering kali tak disadari atau bahkan dianggap biasa oleh mereka. Ironisnya, para pengendara mobil ini selalu menuntut haknya sebagai warna negara dengan solusi-solusi kebijakan dari pemerintah. Padahal jika saja mereka mau lebih jujur, mereka bisa menjadi solusi dari masalah mereka sendiri. Inilah ‘dosa-dosa’ tersebut :

1. Menggunakan BBM Bersubsidi

Mobil-mobil keluaran terbaru masih saja asyik-asyik mengantri BBM bersubsidi di SPBU. Pemandangan ini kita bisa saksikan setiap harinya di setiap wilayah di Jakarta. Mulai dari daerah pinggiran sampai pusat kota. Padahal harusnya subsidi lebih tepat untuk angkutan umum massal. Dengan ‘murah’-nya BBM ini, maka siapapun akan lebih senang naik mobil sendiri yang nyaman ber-AC alih-alih berdesak-desakan naik kendaraan umum. Toh, bagi mereka BBM masih terbeli… 

Jual Baby Bag HDY @ http://TasBayi.JawaraShop.com

2. Menggunakan Jasa Joki 3 in 1

Setiap pagi dan sore kita melihat para joki 3 in 1 berjejer di jalan-jalan menuju kawasan 3 in 1. Bahkan mereka sering kali mengambil satu lajur tersendiri, berdiri di tengah-tengah jalan untuk bersaing dengan sesama mereka. Dengan membayar Rp 10-20 ribu (tergantung jarak & nego), para pengendara mobil bisa menggunakan jasa mereka untuk melewati kawasan 3 in 1 di Jakarta.

Lanjutkan membaca “5 Dosa Pengendara Mobil di Jakarta”

Polisi Jujur Kembalikan 6.000 Euro Yang Ia Temukan di Stasiun

Polisi Jujurhttps://supermilan.wordpress.com
Wiedz : Kejadian ini di Spanyol. Semoga polisi-polisi Indonesia juga jujur seperti ini. Sekali lagi, semoga 😛

Seorang polisi yang tak bertugas di Spanyol mengembalikan amplop yang berisi uang kontan 6.000 euro (US$ 8.000) yang jatuh dari seorang penumpang di stasiun bawah tanah Madrid, demikian keterangan Kementerian Dalam Negeri.

Personil yang tak diidentifikasi tersebut akan naik kereta menuju kota Leon di bagian utara negeri itu pada 16 April, ketika ia melihat amplop tersebut di lantai stasiun yang berada di pusat ibukota Spanyol, kata kementerian itu dalam satu pernyataan.

Di dalamnya ia menemukan lima lembar uang bernilai 200 euro dan 100 lembar uang 50 euro di balik selembar kertas putih yang bertuliskan nama satu perusahaan serta tulisan lain dalam bahasa Inggris. Personil tersebut, yang biasanya bertugas di bandar udara Barajas, Madrid, menghubungi atasannya melalui telepon dari kereta ke Leon untuk melaporkan temuannya.

Polisi dapat melacak utusan perusahaan itu yang namanya tertera pada lembaran kertas yang ditemukan di dalam amplop tersebut, yang telah melaporkan kehilangan uang kontan kepada polisi. Pria tersebut dapat menggambarkan isi surat itu serta jumlah mata uang yang berada di dalam amplop dan ketika perwira tersebut kembali ke Madrid pada Senin, ia mengembalikan uang kontan itu kepada pemiliknya.
Jasa Pembuatan Website Instant, Murah, Hemat @ http://Web.JawaraShop.com
Sumber : Antara

Rekening dalam Sorotan (Bagian 4 dari 4)

https://supermilan.wordpress.com
Markas Besar Kepolisian RI meminta klarifikasi 21 perwira yang memiliki rekening mencurigakan. Dari perwira berpangkat komisaris hingga komisaris jenderal, mereka melakukan transaksi yang “tidak sesuai profilnya”, maksudnya tak sesuai dengan pendapatan resmi. Berikut ini sebagian dari transaksi yang dicurigai Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan itu.

(Cheta Nilawati)

Jasa Pembuatan Website Instant, Murah, Hemat @ http://Web.JawaraShop.com

INSPEKTUR JENDERAL MATHIUS SALEMPANG

INSPEKTUR JENDERAL MATHIUS SALEMPANG

Laporan kekayaan (22 Mei 2009) : Rp 8.553.417.116 dan US$ 59.842

Jabatan : Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Timur

Tuduhan :
Memiliki rekening Rp 2.088.000.000 dengan sumber dana yang tidak jelas. Pada 29 Juli 2005 rekeningnya ditutup dan Mathius memindahkan dana Rp 2 miliar ke rekening lain atas nama seseorang yang tidak diketahui hubungannya. Dua hari kemudian dana ditarik dan disetor ke deposito Mathius.

Tanah dan properti : Tanah dan bangunan serta empat bidang tanah di Jakarta Timur.

Harta bergerak :

  • Mobil BMW
  • Toyota Alphard
  • Logam Mulia

“Saya baru tahu dari Anda.” (24 Juni 2010)

Jual Baby Bag HDY @ http://TasBayi.JawaraShop.com

INSPEKTUR JENDERAL SYLVANUS YULIAN WENAS

INSPEKTUR JENDERAL SYLVANUS YULIAN WENAS

Laporan kekayaan (25 Agustus 2005) : Rp 6.535.536.503

Jabatan : Kepala Korps Brigade Mobil Polri

Tuduhan :
Dari rekeningnya mengalir uang Rp 10.007.939.259 kepada orang yang mengaku sebagai Direktur PT Hinroyal Golden Wing. Terdiri atas Rp 3 miliar dan US$ 100 ribu pada 27 Juli 2005. Kemudian US$ 670.031 pada 9 Agustus 2005.

Tanah dan properti :

  • 2 bidang tanah dan bangunan di Depok
  • 5 bidang tanah di Depok
  • 2 bidang tanah di Minahasa
  • 4 bidang tanah di Jakarta Pusat.

Harta bergerak :

  • Mobil Mitsubishi
  • Toyota Kijang
  • Suzuki Baleno
  • Honda City
  • Toyota Innova
  • Logam Mulia
  • Giro

“Dana itu bukan milik saya.” (24 Juni 2010)

Jual Sandal Nama @ http://SandalNama.JawaraShop.com

Lanjutkan membaca “Rekening dalam Sorotan (Bagian 4 dari 4)”

Aliran Janggal Rekening Jenderal (Bagian 3 dari 4)

https://supermilan.wordpress.com
TAK hanya perwira tinggi, transaksi yang membuat mata terbelalak pun dilakukan polisi dengan pangkat di bawahnya. Contohnya Umar Leha, terakhir berpangkat komisaris besar dan pernah 12 tahun bertugas sebagai Kepala Seksi Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor Samsat Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan.

Menurut sumber Tempo, Umar pada Juni 2005 memiliki dana Rp 4,5 miliar. Duit disimpan dalam bentuk reksa dana dan deposito di Bank Mandiri. Sumber dana, menurut analisis transaksinya, diduga berasal dari setoran-setoran terkait dengan pengurusan STNK.

Di Makassar, Umar memiliki dua rumah besar dan empat mobil. Dua tahun lalu perwira pertama polisi ini mencalonkan diri dalam pemilihan Bupati Enrekang, Sulawesi Selatan. Untuk itu, ia mengundurkan diri dari kepolisian dengan pangkat terakhir ajun komisaris besar polisi. Pada pemilihan kepala daerah, ia gagal.

Soal tudingan bermain saat masih berdinas, Umar membantahnya. Dia mengaku tidak pernah mengelola langsung uang negara dari pengurusan STNK. “Apalagi mengambilnya,” ujarnya. “Saya benar-benar tidak berani menyalahgunakan amanah itu.”

Aliran Janggal Rekening Jenderal

Rekening Edward Syah Pernong, Kepala Kepolisian Wilayah Kota Besar Semarang, pun mengundang curiga. Menurut sumber Tempo, ketika menjabat Kepala Kepolisian Resor Jakarta Barat, ia menerima setoran Rp 470 juta dan Rp 442 juta pada Agustus dan September 2005 dari Deutsche Bank. Pada 15 September 2005, dia menutup rekening dengan saldo terakhir Rp 5,39 miliar.

Edward mempersoalkan asal-usul data itu. “Data itu bohong. Itu fitnah,” katanya kepada wartawan Tempo, Sohirin, di Semarang, Kamis pekan lalu. Ito Sumardi menyatakan tak mempersoalkan kekayaan Edward. “Dia raja Lampung, kebun sawitnya luas,” kata Ito.

Kendati dibantah dari pelbagai penjuru, anggota Komisi Kepolisian, Adnan Pandupradja, menilai laporan dugaan transaksi mencurigakan harus mendapat perhatian serius dari Kepala Kepolisian. Tanpa kejelasan pengusutan rekening-rekening itu, kata dia, citra kepolisian akan semakin terpuruk.

Lanjutkan membaca “Aliran Janggal Rekening Jenderal (Bagian 3 dari 4)”