Gaddafi, Qaddafi, Khadafi, Gathafi, Mana Ejaan Yang Benar?

Demo Anti Moammar Khaddafihttps://supermilan.wordpress.com

Banyak hal yang menarik semenjak terjadinya pemberontakan rakyat Libya menentang presiden mereka yang telah berkuasa selama empat dekade. Karena setiap kali muncul berita tentang Libya di media massa, baik elektronik maupun cetak, ada sesuatu yang ‘aneh’ dalam penyebutan pemimpin Libya tersebut. Tidak ada yang sepakat menyebut nama pemimpin Libya yang berpangkat kolonel itu.

Penyebab dari masalah ini adalah bahwa tidak adanya otoritas yang bisa diterima secara universal untuk transliterasi nama-nama dalam bahasa Arab. Biasanya, media hanya akan menuliskan ejaan yang lebih mereka sukai. Kalau melihat situs resminya presiden Libya tertulis www.alghatafi.org. Tetapi jika kita masuk lebih dalam ke situs ini, maka kita akan melihat berbagai terjemahan, ada “Al-Qaddafi“, Algathafi” dan “Al-Gathfi“.

Dan itu hanya nama belakang, belum lagi variasi nama depan yang meliputi Muammar, Moammar, Mu’ammar, dan Moamar serta banyak lainnya.

Kalau melihat ejaan dari berbagai editor media asing, hasilnya adalah keanekaragaman ejaan.

  • Associated Press, CNN, dan MSNBC biasa mengeja dengan nama “Moammar Gadhafi“.
  • New York Times menyebut “Muammar el-Qaddafi“.
  • Los Angeles TimesMuammar Kadafi“,
  • Reuters, Guardian dan BBC mengeja dengan “Muammar Gaddafi“.
  • Irlandia Times lebih menyukai “Muammar Gadafy“.
  • ABC News mengeja dengan “Muammar Gaddafi.
  • Dan ternyata ada 112 variasi ejaan bahasa Inggris dari nama pemimpin otoriter Libya tersebut.

Media-media nasional Indonesia, biasa menyebut “Muammar Khadafi“. Uniknya lagi kalau kita membuka Google Search dan mengetikkan kata kunci dari masing-masing ejaan itu, maka akan keluar semua artikel berdasarkan apa yang kita masukkan di sana. Berdasarkan situs-situs berbahasa Arab, kalau diterjemahkan secara harfiah maka akan ditemukan nama pemimpin Libya itu adalah “Muammar Qadzafi“, anehnya kalau diterjemahkan ke ejaan Inggris menjadi Moammar Gaddafi.

Jadi mana yang benar pengucapan dan penulisan nama pemimpin Libya yang sedang didemo rakyatnya ini? Wallahu A’lam.

Sumber : Era Muslim

Jual HDY Baby Diaper Bag @ http://TasBayi.JawaraShop.com

Widya Wicaksana Widya Wicaksana
08180-800-6625
(021) 9550-6400
http://www.JawaraShop.com

Jual Laptop Bag Aidea @ http://TasLaptop.JawaraShop.com

Iklan

Seminar Krisis Ekonomi Indonesia : Keberhasilan 53 Tahun Mafia Berkeley? (Bagian II)

https://supermilan.wordpress.com
APA HASIL AKHIR DARI KEBIJAKAN EKONOMI OLEH TIM EKONOMI PEMERINTAH YANG SENANTIASA TERDIRI DARI SATU KELOMPOK MASHAB PIKIRAN, DAN BERGANTUNG PADA KAPITALISME PARTIKELIR SERTA KEPERCAYAAN MUTLAK PADA KEAMPUHAN MEKANISME PASAR?

Dimulai dengan pertemuan yang ditulis sangat ilustratif, dan kebijakan yang terus menerus sangat liberal atas pendiktean 3 lembaga keuangan internasional, maka saat ini, setelah hampir 64 tahun merdeka, kondisi bangsa kita dapat digambarkan sebagai berikut :

• Selama Orde Baru PDB memang meningkat dengan rata-rata 7% per tahun, yang sangat dibanggakan oleh Tim Ekonomi dan diagungkan oleh trio lembaga keuangan internasional dan oleh para korporatokrat di seluruh dunia.

PDB adalah penjumlahan dari seluruh produksi barang dan jasa di Indonesia, tanpa mempedulikan bagaimana pembagiannya. Maka sekedar sebagai ilustrasi, misalnya PDB yang dalam tahun tertentu mencapai Rp. 5.000 trilyun, sangat mungkin dibentuk oleh 99% dari produsen di Indonesia, yang sebagian besarnya pengusaha asing.

Jadi kalau perusahaan tambang asing mengeduk sumber daya mineral yang sangat mahal harganya, dan pemerintah hanya memperoleh royalti dan pajak, nilai dari sumber daya mineral yang sangat mahal itu milik perusahaan tambang asing, tetapi di dalam statistik kita masuk ke dalam Produk Domestik Bruto. Kalau yang milik perusahaan asing dikeluarkan, namanya Produk Nasional Bruto (PNB). PNB tidak pernah dipakai sebagai indikator ekonomi yang penting oleh Tim Ekonomi Pemerintah yang memegang kekuasaan dan kendali ekonomi sampai saat ini.

Pada waktu mineral yang sangat besar nilainya itu diboyong ke negerinya, dalam statistik kita dicatat sebagai ekspor yang merupakan komponen dari PDB.

Bagaimana pembagian dari PDB yang terus menerus meningkat itu? Walaupun tidak dapat dijadikan gambaran yang akurat tentang pembagiannya, sebagai indikasi dapat dikemukakan sebagai berikut.

Data tahun 2003 menunjukkan bahwa jumlah seluruh perusahaan 40,199 juta. Yang berskala besar 2.020 perusahaan atau 0,01%. Yang tergolong UKM sebanyak 40,197 juta perusahaan atau 99,99%.

Andil UKM yang 99,99% dari seluruh perusahaan dalam pembentukan PDB hanya 56,7%, sedangkan Usaha berskala besar dan raksasa yang hanya 0,01% itu andilnya sebesar 43,3%

Andil UKM dalam penyerapan tenaga kerja sebesar 99,74%. Alangkah tidak adilnya, karena sekian banyak orang hanya terlibat dalam UKM yang tentunya pendapatannya juga minimal.

• Negara kita yang kaya dengan minyak telah menjadi importir neto minyak untuk kebutuhan bangsa kita. 90% dari minyak kita dieksploitasi oleh perusahaan-perusahaan minyak asing. Pembagian hasil minyak yang prinsipnya 85% untuk Indonesia dan 15% untuk kontraktor asing kenyataannya sampai sekarang 70% untuk bangsa Indonesia dan 30% untuk perusahaan asing.

Minyak milik rakyat Indonesia harus dijual kepada rakyat yang memilikinya dengan harga yang ditentukan oleh New York Mercantile Exchange (NYMEX); tidak oleh para pemimpin bangsa sesuai dengan kepatutan dan daya beli rakyat, seperti yang direncanakan sejak semula oleh para pendiri bangsa kita.

Lanjutkan membaca “Seminar Krisis Ekonomi Indonesia : Keberhasilan 53 Tahun Mafia Berkeley? (Bagian II)”