Tuhan Sembilan Senti (Taufiq Ismail)

Dilarang Merokok
Jual Sandal Nama Unik dan Lucu @ http://JawaraShop.com
Indonesia adalah sorga luar biasa ramah bagi perokok,
tapi tempat siksa tak tertahankan bagi orang yang tak merokok,

di sawah petani merokok,
di pabrik pekerja merokok,
di kantor pegawai merokok,
di kabinet menteri merokok,
di reses parlemen anggota DPR merokok,
di Mahkamah Agung yang bergaun toga merokok,

hansip-bintara-perwira nongkrong merokok,
di perkebunan pemetik buah kopi merokok,
di perahu nelayan penjaring ikan merokok,
di pabrik petasan pemilik modalnya merokok,
di pekuburan sebelum masuk kubur orang merokok,

Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na’im sangat ramah bagi perokok,
tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak merokok,

di balik pagar SMU murid-murid mencuri-curi merokok,
di ruang kepala sekolah ada guru merokok,
di kampus mahasiswa merokok,
di ruang kuliah dosen merokok,
di rapat POMG orang tua murid merokok,
di perpustakaan kecamatan ada siswa bertanya
apakah ada buku tuntunan cara merokok,

Di angkot Kijang penumpang merokok,
di bis kota sumpek yang berdiri yang duduk
orang bertanding merokok,
di loket penjualan karcis orang merokok,
di kereta api penuh sesak orang festival merokok,
di kapal penyeberangan antar pulau penumpang merokok,
di andong Yogya kusirnya merokok,
sampai kabarnya kuda andong minta diajari pula merokok,

Lanjutkan membaca “Tuhan Sembilan Senti (Taufiq Ismail)”

Iklan

Perokok : Buta Huruf atau Buta Hati?

Perokok Buta Huruf
Jual Sandal Nama Unik dan Lucu @ http://JawaraShop.com

Bagi Para Ortu Perokok, Aku mohon banget supaya ngerokok sejauh mungkin dari anaknya walau sampai anak dewasa supaya jauh dari kemungkinan terkena Flek Paru-Paru

Itulah status Noor Atika Hasanah di status jejaring sosialnya, Tika demikian panggilannya kelahiran 8 November 1982, meninggal dunia akibat korban perokok Pasif. [Link]

Ya inilah fakta yang terjadi disekeliling kita, masih banyak orang tua yang tidak peduli dengan kesehatan anggota keluarganya dengan merokok disekeliling mereka. Dan kecenderungan masyarakat kita pun sangat cuek dengan larangan bahaya merokok. Mungkin kita seringkali melihat sebagian perokok yang merokok pada areal umum yang dilarang untuk merokok.

Pertanyaannya, apakah para perokok itu buta huruf sehingga tidak membaca larangan yang jelas jelas tertulis dihadapannya, lalu seolah pura pura tidak membacanya dan seenaknya saja tetap merokok.

Saya sangat mengerti sekali, bahwa kebiasaan merokok itu membuat candu si pemakainya, rasanya 1 jam tidak merokok saja sudah asam rasanya mulut untuk segera merokok. Tetapi apakah harus merokok disembarangan tempat?

Sekarang ini pemerintah sudah mencanangkan larangan untuk tidak merokok diarea seperti Mall, Rumah sakit, Kantor pelayanan Umum , Terminal, Stasiun, dan tempat umumnya lainnya, tetapi memang kebiasaan merokok itu sulit sekali untuk dihilangakan,. Bukannya saya anti perokok, tapi setidaknya ingatlah bahwa di sekeliling anda juga mempunyai hak yang sama untuk terbebas dari asap rokok.

Larangan merokok yang dituangkan dalam perda itupun ternyata juga tidak efektif, cobalah liat dimana ada area dilarang merokok, pasti disitu masih bergerombol orang merokok. Parahnya lagi sekarang, seiring dengan kemajuan jaman, anak anak dari level SD, SMP, SMA dan seterusnya pun sudah mulai pintar merokok.

Sekali kali coba masuk pada warnet yang menyediakan fasilitas Game Online, bisa dipastikan banyak sekali anak anak pelajar dibawah umur yang asik bergame ria sambil dengan seenaknya merokok tanpa merasa bersalah dan takut sama sekali.

Mungkin disinilah peran Narkoba mulai masuk dalam lingkup anak anak pelajar, ketika merokok sudah menjadi kebiasaan, lalu mulai mencoba yang lebih jauh lagi. Salah satunya adalah ganja yang sekarang ini mungkin barangnya dengan mudah dapat dibeli. Harap menjadi perhatian bahwa kaki tangan bandar narkoba selalu memulai aksinya dari para pelajar ini.

Lanjutkan membaca “Perokok : Buta Huruf atau Buta Hati?”

Kisah Tragis Gadis Korban Asap Rokok

Noor Atika Hasanah
Jual Sandal Nama Unik dan Lucu @ http://JawaraShop.com

Bagi para ortu perokok, aku mohon banget supaya ngerokok sejauuuh mungkin dari anaknya walau sampai anak dewasa supaya jauh dari kemungkinan terkena flek paru.” Begitulah tulisan Noor Atika Hasanah dalam statusnya di Facebook dan Twitter, tiga hari sebelum kematiannya yang mengagetkan rekan-rekannya di jejaring sosial.

Bagaimana teman-temannya tidak kaget, karena 10 jam yang lalu, perempuan kelahiran 8 November 1982 itu masih sempat membuat status di Twitter dan Facebook. Dalam status Facebook dan akun Twitternya @tikuyuz, perempuan yang oleh teman-temannya disapa Tika ini menulis status terakhirnya, bahwa ia sudah satu malam berada di RS Sulianti Saroso Sunter dan sedang menunggu hasil infeksinya.

Namun tiba-tiba pada Kamis 30 Desember 2010 pukul 14.00 WIB, dikabarkan perempuan manis tersebut telah meninggal dunia. Tika adalah salah satu korban yang meninggal akibat perokok pasif. Dalam status-statusnya Tika menegaskan dia tidak merokok tapi dia adalah korban dari asap si perokok.

Dia menulis dirinya terkena flek paru dan divonis dokter menderita Bronchopneumonia Duplex. Meski sudah divonis menderita penyakit paru parah, dia mengaku tidak menyerah dengan penyakit ini. “Well, hello Bronchopneumonia Duplex! I’m not afraid of you ,” kata Tika dalam status Twitternya pada 24 Desember 2010.

Akibat penyakitnya ini Tika mengaku berat badannya melorot hingga 35 Kg padahal normal berat badannya 42 Kg. Penyakit ini telah membuatnya sering mengalami sesak napas, batuk keras dan pilek.

Jasa Website Instant Murah @ http://JawaraShop.com

Bahayanya Perokok Pasif

Kematian Tika kembali menyadarkan orang betapa bahayanya efek merokok walaupun kita bukan perokok. Sudah tak terhitung berapa banyak korban sakit paru-paru dari orang yang bukan perokok. Terperangkap dalam lingkaran para perokok, membuat si perokok pasif punya potensi 30 persen terkena penyakit mematikan mulai dari flek paru hingga kanker paru-paru.

Perokok pasif biasanya menghirup asap yang berasal dari pembakaran rokok dan juga asap yang dikeluarkan oleh seorang perokok aktif. Menjadi perokok pasif sebenarnya tanpa disadari telah membuat seseoran menjadi perokok. Biasanya perokok pasif ini berada di rumah, mobil, tempat kerja dan tempat-tempat umum lainnya seperti bar.

Untuk melihat seberapa besar perokok pasif terpapar asap rokok dapat diuji dengan mengukur kadar nikotin, cotinine dan karbon monoksida dalam darah, air liur atau urinnya. Cotinine ini adalah suatu hasil produk metabolisme nikotin dalam tubuh.

Lanjutkan membaca “Kisah Tragis Gadis Korban Asap Rokok”

Beranilah ‘Melawan’ Perokok

Jual Sandal Nama Unik dan Lucu @ http://JawaraShop.com
Beranilah 'Melawan' Perokok

Memperingati Hari Tanpa Tembakau Sedunia 31 Mei di negeri ini agaknya masih berkutat pada satu pertanyaan yang sampai sekarang tak terjawabkan. Mengapa orang Indonesia suka sekali merokok? Pergilah ke pasar tradisional, terminal, atau tempat hiburan, dan kafe-kafe, maka tempat itu akan terasa sesak karena penuh asap rokok.

Di Taman Suropati, Jakarta Pusat, yang sejuk rindang pun, tidak bisa bebas dari asap rokok, karena sambil jalan-jalan dan bercengkerama, ada saja pengunjungnya yang merokok. Juga lihatlah beberapa pelatih les biola di tempat itu juga ada yang merokok, meski mereka sedang berada di tengah-tengah anak-anak yang sedang berlatih menggesek biola.

Di taman yang asri itu juga terlihat beberapa pasangan kekasih di bawah pohon rindang dengan selimut asap rokok. Yang perempuan hanya diam saja ketika teman laki-lakinya mengepul seenaknya. Tak ada yang berani menolak perokok.

Sopir-sopir bis angkutan umum ber-AC, sopir mikrolet, sopir oplet, juga tidak peduli, sambil menyetir juga mengepulkan asap rokok dari mulut dan hidungnya. Penumpang hanya pasrah melihat sopir merokok. Apalagi si sopir bajaj, yang posisi duduknya sangat dekat dengan penumpang, tokh juga terus merokok dan tidak peduli dengan penumpangnya adalah anak sekolah atau ibu yang membawa bayi.

Anak-anak SD dan pelajar remaja saja juga sudah jadi perokok. Mereka memilih tidak membeli tiket kereta api, tapi duduk dengan tenang sambil mengepulkan asap rokoknya di atas gerbong kereta api. Harga rokok memang murah sekali, cukup dijangkau dengan uang jajan anak-anak.

Menurut Hakim Sorimuda Pohan,SpOG dari Indonesia Tobacco Control Network, para perokok ini sebenarnya termasuk kelompok masyarakat kurang beradab, karena tidak memenuhi aturan. Pihak Komnas Pengendalian Tembakau pada dasarnya juga tidak melarang orang merokok karena ini merupakan hak asasi, tapi di sisi lain ada hak orang lainnya untuk sehat dan harus dilindungi.

Tahun 2010 tercatat 80 juta orang perokok, dan yang memprihatinkan adalah 70% di antaranya dari keluarga pas-pasan dengan UMR Rp 800 ribu per bulan. Setengah dari gajinya yang kecil itu habis untuk beli rokok. Indonesia penghasil daun tembakau terbesar kelima setelah Cina, Brazil, Indonesia dan AS. Produksi rokok tahun 2010 sebanyak 250 miliar bungkus. Dengan persentase penduduk miskin yang besar, maka masalah ini tetap menjadi serius untuk dicarikan solusinya.

Beranilah 'Melawan' Perokok

Menurut catatan Komisi Nasional Pengendalian Tembakau, saat ini Indonesia menempati urutan ke-3 sebagai negara konsumen rokok tertinggi di dunia dengan konsumsi lebih dari 225 miliar batang per tahun, di bawah Cina dan India atau hampir setengah (46%) perokok ASEAN. Prevalensi perokok pada usia 13–15 tahun, 24,5% laki-laki dan 2,3% perempuan dari total populasi Indonesia.

Sementara itu kecenderungan usia inisiasi merokok menjadi semakin dini yakni usia 5-9 tahun, ternyata mengalami lonjakan paling signifikan dari 0,4% tahun 2001 menjadi 1,8% per tahun 2004.

Kecenderungan ini akan semakin meningkat dan bertambah parah jika tidak ada intervensi apa pun dari pihak-pihak yang berwenang dan berkepentingan. Ini adalah masalah kita, keluarga dan anak-anak, masyarakat dan bangsa Indonesia.

Korban asap rokok juga sudah berjatuhan karena risiko kesehatan yang serius, di antaranya kanker, penyakit saluran nafas dan kardiovaskuler, bau mulut, kanker mulut, yang akhirnya akan menghantam seluruh tubuh manusia dan menimbulkan konsekuensi negatif bagi dirinya sendiri, keluarga, terutama anak-anak.

Sebagian besar perokok di Indonesia tidak benar-benar memahami akibat ini. Kondisi ini menjadi lebih buruk karena banyak perokok dari kalangan penduduk miskin yang kesehatan maupun kesejahteraannya sangat rentan. Apalagi dengan anak-anak yang sangat memerlukan makanan bergizi, namun sang ayah memilih asap rokok.

Lanjutkan membaca “Beranilah ‘Melawan’ Perokok”

Belajar Dari Iklan Rokok

Belajar Dari Iklan Rokokhttps://supermilan.wordpress.com

Waktu masih SD, saya sering melihat iklan-iklan rokok di TV, begitu gagahnya seorang pria dengan binatang peliharaannya. Keren, dewasa, terkesan bijaksana dan garang orang tersebut dalam pikiran saya. Ada lagi yang begitu nikmatnya seorang pria dengan secangkir kopi dan sepuntung rokok dimulutnya, menandakan dia adalah seorang seniman sejati sekaligus seorang petualang yang handal.

Melulu begitu iklan rokok yang saya ingat diawal tahun 90 an, menunjukan sisi seorang perokok, dan produk rokok tersebut yang membuat orang penasaran untuk mencobanya. Tapi semenjak pemerintah melarang iklan rokok untuk menunjukan batang tembakau tersebut, para production house dan perusahaan-perusahaan pembuat advertising dibuat pusing untuk bisa menghasilkan iklan yang anehnya justru jauh dari rokok tersebut.

“Bagaimana caranya menjual sesuatu tanpa menunjukkan barang yang dijual. Seperti menjual kucing dalam karung bukan?”, Mungkin kalimat itu yang terbesit dalam pikiran para pelaku industri rokok ataupun production house yang membuat iklan rokok. Tapi yang namanya orang kreatif, semakin dibatasi justru semakin menggila, semakin keluar dari kotak, malah mereka merobek-robek kotaknya.

Iklan Rokok

Sekarang, kita bisa lihat begitu banyak bertebaran iklan rokok dimana-mana dengan kata-kata dan jalan cerita yang kreatif, lucu, menghibur dan tentunya inspiratif, TANPA menunjukan rokok tersebut sedikitpun. Malah lucunya ditampilkan pula akibat buruk dari pemakaian produk itu. Sekarang mana ada iklan makanan cepat saji yang berbunyi gini :
“Memakan makanan ini menyebabkan kegemukan, serangan jantung, kolesterol dan gangguan pencernaan”

Tapi bisa kita liat, walau dengan peringatan buruk sekalipun, penjualan rokok tetap meroket, dan tentunya membuat pemilik perusahaannya menjadi orang terkaya nomor satu di nusantara. Lantas apa yang bisa kita ambil dari fenomena ini, berikut sedikit tangapan tentang pembahasan ini :

1. Keterbatasan Menghasilkan Kreativitas

Mungkin kita sering mendengar cerita tentang masa kecil orang tua kita dulu. Jika mereka ingin memiliki mainan, mereka harus membuatnya sendiri, bukan membelinya. Orang tua kita sewaktu kecil menjadi lebih lebih kreatif saat mereka berkarya menciptakan mobil dari kulit jeruk, membuat layang-layang sendiri, membuat kue-kue kecil untuk dijual, atau memetik buah-buahan dari kebun kawannya dan dijual untuk uang jajan.

Dilain hal, pasti sebagian pembaca ada yang tahu dengan WajanBolic, Kalengbolic, SendokBolic dan sebagainya? Nah saya yakin penemu wajanbolic bisa menemukan alternatif antena penguat pengganti antena yagi ataupun grid yang harganya bisa sampai jutaan, karena keterbatasan dan rasa ingin tahu yang besar.

Saya yakin dari kita semua pasti pernah menjadi kreatif ketika dibatasi. Ingat saat kita dibatasi oleh lingkungan ataupun personal, jadilah lebih kreatif, maka pikiran andapun akan semakin kreatif.

2. Jual Citra, Jangan Hanya Jual Benda

Masih seputar iklan Rokok, zaman sekarang ini kita semua bisa lihat, apa yang ditampilkan dari iklan tersebut?

Yap, benar sekali, kegagahan, tantangan, cita rasa tinggi, kesempurnaan, kesuksesan. Semua tentang CITRA pria sejati ditampilkan, yang membuat calon pelanggan berpikiran : jika menggunakan produk tersebut mereka pun merasa seperti sosok yang ada diiklan tadi. Bersemangat, penuh kerjasama dan persaudaraan, jiwa petualang, problem solver, atau orang-orang kreatif dan seniman sejati dsb.

Lanjutkan membaca “Belajar Dari Iklan Rokok”