Salah Kaprah Obat Generik

Obat Generik https://supermilan.wordpress.com

Wajah Eko (33) tampak muram siang itu. Sorot matanya yang kosong menatap sebuah poster yang menempel di dinding apotik sebuah rumah sakit swasta di kawasan Jakarta Selatan. Eko kebingungan karena harus menebus obat senilai ratusan ribu rupiah untuk menyembuhkan sakit herpes yang dideritanya. Ayah dua anak itu tak menyangka kalau harga obat yang harus ditebusnya di apotik bisa semahal itu.

Usut punya usut, dokter ternyata meresepkan obat paten untuk penyakitnya. Eko tidak paham kalau ia sebenarnya dapat meminta dokter atau apoteker untuk mengganti resepnya dengan obat generik tanpa merek yang harganya relatif jauh lebih terjangkau. “Saya kira resep dokter tak bisa diutak-atik lagi alias harga mati buat kesembuhan penyakit saya,” ungkap karyawan swasta di kawasan Palmerah itu.

Jika faktor biaya menjadi pertimbangan utama Eko, tidak demikian halnya dengan pasien lain bernama Angga (34). Ia mengaku tak keberatan dengan keputusan dokter meresepkan obat paten demi khasiat “ces pleng” yang selama ini diyakininya. Kalau pun harus memilih, Angga mengaku tetap menolak diberikan resep obat generik karena khawatir sakitnya akan lebih lama.

“Saya agak ragu dengan obat generik karena sembuhnya suka lama. Walau harus keluar kocek lebih mahal, obat paten memberi saya jaminan cepat sembuh,” ujar lelaki yang berprofesi sebagai wartawan ini. Potret masyarakat tentang penggunaan obat di atas adalah bukti masih terjadinya distorsi informasi tentang obat generik dan obat paten (originator) di masyarakat.

Media Promosi Usaha @ http://MediaPromosiUnik.JawaraShop.com

Kandungan Obat Generik sama dengan Obat Bermerk

Akibat mitos yang kadung melekat, masyarakat kurang yakin dengan obat generik karena harganya yang murah, tak bergengsi serta diragukan khasiat dan kemanfaatannya. Di lain pihak, tak sedikit masyarakat yang kesulitan membeli obat karena harganya sangat mahal.

Menurut guru besar Farmakologi Universitas Indonesia, Prof Arini Setiawati, PhD, distorsi ini sebenarnya tidak perlu terjadi bila masyarakat benar-benar memahami benar informasi tentang obat generik dan obat originator. Arini menjelaskan, obat generik tak perlu diragukan khasiatnya karena secara teori memiliki persamaan dengan obat originator dalam hal zat aktif, dosis, indikasi dan bentuk sediaan.

“Obat generik adalah obat yang mengcopy obat originator dan diberi nama generik. Dengan begitu, obat ini memberikan efikasi dan keamanan yang sama,” ujarnya pada media forum yang diselenggarakan Sanofi-Aventis di Jakarta akhir Maret lalu.

Jual Sandal Nama @ http://SandalNama.JawaraShop.com

Lanjutkan membaca “Salah Kaprah Obat Generik”

Fikri, Bayi Bilqis Lain Menunggu Bantuan

Bilqis Anindya PassaSandalNama.JawaraShop.com

Bilqis Anindya Passa (17 bulan), pengidap atresia bilier, seperti halnya Abdullah Ichsanulfikri (Foto : KOMPAS/BAHANA PATRIA GUPTA)

Jual Baby Bag HDY @ http://TasBayi.JawaraShop.com

Abdullah Ichsanulfikri atau Fikri, bayi berusia 18 bulan, yang mempunyai penyakit atresia billier (saluran empedu tidak terbentuk sempurna atau buntu), saat ini sedang menanti bantuan. Penyakit yang diderita Fikri serupa dengan kasus yang diderita bayi Bilqis (17 bulan).

“Sejak usia dua bulan, sudah mempunyai kelaian pada fungsi hati dan empedunya,” ujar Ngabdu ketika dihubungi di Jakarta, Sabtu (6/2/2010).

Fikri lahir di Jakarta 1 Agustus 2008, anak dari pasangan Ngabdu Salam dan Ani Purwaningsih. Fikri pernah dirawat di Rumah Sakit di daerah Tangerang. Namun, dalam perawatan tersebut, tidak memperlihatkan kondisi yang membaik, dan pihak rumah sakit sudah merujuk Fikri ke rumah sakit yang lebih besar untuk transplantasi hati.

Namun, kondisi ekonomi yang tidak mampu dan serba kekurangan dari pihak orangtuanya, maka kondisi Fikri hanya didiagnosa saja.

Lanjutkan membaca “Fikri, Bayi Bilqis Lain Menunggu Bantuan”

Pasien Miskin Ditolak RSUD Ibnu Sina

Gimana nih pak presiden? Masak penderitaan rakyat di LANJUTKAN juga?

Lasiti (69) warga Desa Lampah, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik mengidap diabetes atau kencing manis selama sembilan tahun. Saat dibawa ke Rumah Sakit Ibnu Sina menggunakan surat keterangan miskin ditolak dengan alasan belum masuk basis data pasien miskin, jaminan kesehatan masyarakat maupun asuransi masyarakat miskin. Pada Jumat (28/8) pagi, Lasiti sempat dibawa ke Unit Gawat Darurat RSUD Ibnu Sina Gresik, namun Jumat siang akhirnya dibawa pulang lagi karena tidak punya biaya berobat.

Lasiti sudah 40 hari terakhir hanya bisa tarbaring sakit di rumah anak keduanya Sunarsih. Suaminya, Tasim telah meninggal 36 tahun lalu. Sunarsih sendiri menjanda dengan satu anak. Lasiti tinggal di rumah Sunarsih ber ukuran 5 meter X 8 meter, berdinding gedhek (anyaman bambu) dan berlantai tanah. Sunarsih hanya membuka warung kecil, dan tidak punya sawah.

Lanjutkan membaca “Pasien Miskin Ditolak RSUD Ibnu Sina”

Redam ‘Serangan’ Online: Sosro Sukses, RS Omni Gagal

Beberapa waktu lalu, Sosro diterpa isu tak sedap. Produk andalannya — Teh Botol — disebut-sebut beracun dan beredar dengan cepat melalui internet.

Tentu saja hal ini menimbulkan keresahan masyarakat dan sang empunya produk. Terlebih, orang-orang ramai mem-forward email yang menyebutkan rumor tersebut. Untuk saja, Sosro sigap dan langsung menerapkan managemen krisis online untuk mengatasinya.

“Sosro merupakan contoh perusahaan yang menerapkan managemen krisis online secara baik. Mereka tidak buru-buru melangkah ke ranah hukum, tapi berusaha
mengelola krisis yang bermula di online dengan managemen krisis online,” ujar Nukman Luthfie, CEO Virtual Consulting di sela seminar ‘Strategi Menghadapi
Krisis Managemen di Internet’ di Hotel Intercontinental, Jakarta, Rabu (29/7/2009).

Managemen Krisis

Seperti apa managemen krisis yang dilakukan pihak Sosro untuk menangkal isu miring tersebut? Jurus yang diterapkan Sosro adalah melokalisir dan menetralisir alias klarifikasi secara objektif untuk menjaga citra Teh Botol Sosro tidak menjadi buruk, serta citra perusahaan tidak kehilangan kredibilitasnya.

“Kami mengutamakan kalangan internal perusahaan tahu dan memahami masalah dan penjelasannya agar menjadi tenang dan berperan serta memberikan penjelasan,”
ujar Ronny Jatnika, mewakili pihak Sosro, dalam kesempatan yang sama.

Pihak Sosro berusaha meredam isu miring tersebut dengan melakukan pendekatan online. Untuk pihak eksternal, Sosro membuat pernyataan resmi pada situs Sosro
dengan link situs referensi/wikipedia, blog pembuat hoax dan situs berita yang membuat isu tersebut.

“Dalam hal ini krisis harus ditangani dengan langkah cepat tanggap dan darurat tidak bisa menggunakan SOP, metode dan media reguler, karena krisis bermula dari online, prioritas utama dalam menanganinya adalah media online juga,” tambah Ronny.

Contact Center

Langkah selanjutnya yang dilakukan adalah dengan melakukan email blast oleh tim khusus serta seluruh kalangan internal baik yang menerima maupun tidak menerima email hoax, menyediakan contact center untuk memberikan penjelasan, serta melakukan monitoring media online pada milis, blog, situs untuk mengetahui trend penyebaran serta perkembangan isu dan opini yang terbentuk.

Jika Sosro dinilai telah melakukan managemen krisis online dengan baik, tidak demikian dengan Rumah Sakit Omni dalam kaitannya dengan kasus Prita. “Omni tidak melakukan pendekatan online. Mereka langsung melakukan pendekatan offline, dan menempuh jalur hukum,” ungkap Nukman.

Alhasil kasus RS Omni vs Prita ini semakin meruncing. Blogger ramai-ramai menggalang dukungan di Facebook. Imbasnya citra Omni justru menjadi buruk.

Sumber : Detikinet

Kampanye via Email kepada RS Omni Internasional

Mari masing-masing kita melakukan sesuatu secara nyata sebagai bentuk dukungan kita pada Prita Mulyasari.

Teman-teman jurnalis, media dan pengacara yang bersimpati sudah melakukan tindakan di bidang mereka masing-masing.

Apa yang bisa kita lakukan?

Mari mulai dengan KAMPANYE EMAIL ini. Bagaimana caranya?
1. Copy-paste email di bawah

2. Bubuhkan nama Anda sebagai pengirim

3. Kirimkan ke alamat info@omnihealthcare.co.id dan info@omni-hospitals.com cc kan ke pengacaranya Risma Situmorang, Heribertus & Partners di rhnp@cbn.net.id

Jika ingin lebih Anda bisa menyalurkan keluhan ini juga lewat telepon +622153125555 atau print dan fax +622153128666

4. Redaksional email dapat diubah, sesuai dengan keingingan Anda (jangan gunakan kata kasar/sara tentunya)

5. Tolong sebarkan KAMPANYE EMAIL ini melalui milis/forum atau email ke teman-teman Anda yang lain, ajak untuk mengirimkan email juga.

Semoga aksi nyata dan bentuk dukungan ini bisa efektif dan memberi dampak nyata pada kebebasan Prita Mulyasari secepatnya!

Ayo emailkan sekarang juga!

= = = = = = = = = = = = = = = = email untuk di copy-paste = = = = = = = = =

to: info@omnihealthcare.co.id, info@omni-hospitals.com
cc: rhnp@cbn.net.id

Yth. Management RS OMNI International dan Pengacaranya
Tangerang

Dengan hormat,

Berkenaan dengan kasus hukum Prita Mulyasari salah satu mantan pasien RS OMNI International tangerang dan pemberitaan yang kami baca melalui Internet dan media massa maka kami berpendapat bahwa tindakan dari Management RS OMNI International sangatlah BERLEBIHAN dan TIDAK PERLU.

Surat Pembaca dan Email Pribadi Prita Mulyasari yang dia tulis adalah ungkapan kekecewaan terhadap pelayanan yang RS OMNI International tangerang berikan.

Bukannya menanggapi keluhan pelanggan tersebut dengan baik dan menyelesaikan masalahnya, RS OMNI International tangerang malah melakukan tuntutan hukum PERDATA dan PIDANA dan dalam proses melakukan KRIMINALISASI pada pasien Anda sendiri.

Keluhan pelanggan/pasien yang mana hak-nya dijamin oleh UU No 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

Karena sebab diatas maka kami menuntut agar RS OMNI International tangerang agar:

– Menghentikan segera semua upaya tuntutan hukum Perdata maupun Pidana pada Prita Mulyasari

– Dalam kasus Perdata, karena terlanjur diputuskan: tidak melakukan banding dan tidak melakukan eksekusi hukumnan

– Dalam kasus Pidana, karena sudah terlanjur masuk persidangan, memberikan support pada Prita Mulyasari dan memberikan kesaksian yang meringankan

– Memberikan layanan yang terbaik, sesuai hukum dan kode etik pelayanan kesehatan bagi para pasiennya

– Tidak lagi mengkriminalisasi pasien-pasien dan pelanggan RS Omni International tangerang

Ini adalah suara publik dan pelanggan yang kami yakin akan Anda dengarkan dan pertimbangkan dengan serius dan masak-masak.

Mohon agar kasus ini dapat diselesaikan dengan segera dan tidak berlarut-larut.

Hormat saya,

[Nama pengirim]
[Alamat/Lokasi]
[Tanggal]

Sumber : http://ibuprita.suatuhari.com/?page_id=159

NB : Pagi ini, 7 Juni 2009, saya coba kirim email ke tiga alamat email itu. Dua ditolak karena quota dan retry realtime exceeded. Horayyy..!! 😀

Artikel Terkait :
Curhat Berujung Petaka : Kasus Prita Mulyasari vs RS Omni Internasional
Prita Mulyasari vs RS Omni Internasional : Hak Konsumen vs Pencemaran Nama Baik?
Banner Dukungan untuk Ibu Prita Mulyasari
Kampanye via Email kepada RS Omni Internasional