Mencicipi Buahnya Para Dewa ala Dieng

buah-carica-4
Tas Seminar Batik @ http://JawaraShop.com

Wonosobo di Jawa Tengah tak hanya menyuguhkan keindahan dataran tinggi dan Candi Dieng saja. Ada carica, buah khas setempat yang hanya tumbuh di Wonosobo. Konon, inilah buahnya para dewa.

Kabupaten Wonosobo terkenal dengan panorama indah dataran tinggi Dieng. Tapi selain itu, wisatawan juga bisa wisata kuliner dengan mencicipi buah khas setempat yakni carica.

Ya, pepaya gunung atau karika (sering ditulis carica alias Vasconcellea cundinamarcensis. Carica pubescens) adalah buah kerabat pepaya. Tumbuhnya di daerah tinggi beriklim basah, sekitar 1.500-3.000 mdpl.

Usut punya usut, rupanya buah ini berasal dari dataran tinggi Andes di Amerika Selatan. Buah ini masuk ke Indonesia dibawa oleh pemerintah kolonial Hindia Belanda. Buah tersebut pun berhasil dibudidayakan di dataran tinggi Dieng.

buah-carica-2

Buah ini masuk dalam famili Caricaceae, genus Vasconcella. Bentuknya seperti kokoa (cokelat), namun warna dan teksturnya sangat mirip pepaya. Perbedaan mendasarnya adalah dari ukuran. Carica berukuran kecil, kira-kira sekepalan tangan. Daging buahnya harum dan berwarna kuning pucat.

Lanjutkan membaca “Mencicipi Buahnya Para Dewa ala Dieng”

Iklan

8 Desa Wisata Paling Populer di Jogja

Jual Sandal Nama Unik dan Lucu @ http://JawaraShop.com
Mencari alternatif wisata di suatu daerah tak luput dengan yang namanya rekreasi di Desa Wisata. Karena merasa jenuh dengan hiruk pikuk kota, dan beberapa objek wisata yang monoton karena sering dikunjungi, maka rekreasi sembari menikmati tenangnya suasana kampung atau desa adalah pilihan tepat, terlebih lagi kita akan membaur dengan lingkungan setempat, seolah-olah berlibur di kampung halaman sendiri.

Yogyakarta yang dikenal sangat mempertahankan seni dan budaya warisan orang tua, memiliki banyak tempat khusus untuk mengkoordinasikan kegiatan yang mendukung pelestarian peninggalan budaya, alam, dan seni yang eksotik tersebut agar tidak punah.

Pemerintah setempat mengkondisikan beberapa desa menjadi tempat menarik yang memiliki keunikan tersendiri untuk dikunjungi. Sedikitnya ada 8 Desa Wisata di Yogyakarta yang diprogram untuk menjadi tempat berlibur alternatif para wisatawan dengan nuansa seperti di Kampung halaman sendiri, yaitu :

1. Desa Wisata Kasongan

Desa Wisata Kasongan

Desa di Kasongan, Bantul ini sudah terkenal cukup lama karena kerajinan gerabahnya. Di sini bisa disaksikan para penduduk setempat yang berprofesi sebagai pengrajin mengerjakan kerajinan gerabah.

Gerabah dari tempat ini sempat porak-poranda oleh gempa bumi besar yang mengguncang Yogyakarta, tetapi dengan dukungan dari pemerintah tempat ini dengan cepat memulihkan keadaannya.

Jual Tas Bayi HDY Baby Diaper Bag @ http://TasBayi.JawaraShop.com

2. Desa Wisata Tembi

Desa Wisata Tembi

Terdapat sebuah homestay dengan bangunan yang menyerupai rumah desa dengan arsitektur tradisional Jawa. Di Homestay ini terdapat perpustakaan dan ruang dokumentasi budaya. Di desa wisata Tembi, anda bisa merasakan kehidupan ala pedesaan yang tenang, nyaman dan asri jauh dari kebisingan dan kerepotan kota.

Jasa Website Instant Murah @ http://JawaraShop.com

3. Desa Wisata Manding

Desa Wisata Manding

Sebagian besar penduduk desa Manding adalah pengrajin kerajinan kulit. Anda pun bisa memesan berbagai aksesoris dari bahan baku kulit kambing dan domba di tempat ini. Anda pun bisa menyaksikan proses pembuatannya langsung di tempat pengrajin.

Jual Sandal Nama Unik dan Lucu @ http://JawaraShop.com

4. Desa Wisata Krebet

Desa Wisata Krebet

Disini dapat ditemui para pengrajin pahatan kayu, seperti topeng kayu, topeng batik dan sebagainya. Lebih kurang ada 14 sanggar seni yang mengerjakan kerajinan dari bahan kayu.

Jual Aksesoris Martapura @ http://aksesorismartapura.com

Lanjutkan membaca “8 Desa Wisata Paling Populer di Jogja”

Pulau “Salah Nama” Tawarkan Keindahan Alami Di Dasar Laut

Pulau Salah Nama
Jual Tas Bayi HDY Baby Diaper Bag @ http://TasBayi.JawaraShop.com

Objek wisata laut Pulang Pandang dan PulauSalah Nama” di Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, memiliki keindahan dan panorama alam yang luar biasa, dan merupakan kekayaan bagi daerah ini.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Batu Bara, Erwin Selasa mengatakan kedua obyek wisata ini dikenal memiliki pulau-pulau dan pantai yang sangat indah.

“Ke dua pulau itu (Pulang Pandang dan Salah Nama) terletak di Selat Malaka yang memiliki panorama alam yang masih alamiah,” katanya.

Pulau Pandang terletak di sebelah utara Tanjung Tiram, juga memiliki lokasi yang sangat strategis. “Lokasi objek wisata seperti ini biasanya sangat disenangi wisatawan asing yang memiliki kegemaran memancing dan mencintai flora dan fauna di dasar laut,” ujarnya.

Pulau Salah Nama

Sedangkan Pulau Salah Nama ini terletak tak berapa jauh dari Pulau Pandang, dan terdapat banyak batu karang tempat berkumpulnya berbagai jenis ikan hias beraneka warna.

Lanjutkan membaca “Pulau “Salah Nama” Tawarkan Keindahan Alami Di Dasar Laut”

Hebatnya Menjadi Abdi Dalem Keraton Yogyakarta

Hebatnya Menjadi Abdi Dalem Keraton Yogyakarta
Jual Sandal Nama Unik dan Lucu @ http://JawaraShop.com

Hebatnya menjadi Abdi Dalem Keraton Yogyakarta bisa diketahui bila anda wong Yogyakarta atau anda pernah atau juga sedang tinggal dan dekat dengan Yogyakarta. rasakan dari berbagai sudut dan dari berbagai pandangan, jangan kemudian menghakimi tanpa tahu dahulu.

Selami barulah beri pernyataan. Inilah yang terjadi, banyak pandangan negatif tentang Abdi Dalem Keraton, baik menilai dari pendapatan atau gaji, bahkan ada yang menyimpulkan bahwa menjadi Abdi Dalem itu adalah perbudakan modern!

Hebatnya Menjadi Abdi Dalem Keraton Yogyakarta

Urusan gaji para Abdi Dalem berbeda – beda, semisal untuk pangkat sebagai Panglima Perang Keraton, menerima gaji perbulan sebesar Rp. 45.000. Bisa dibayangkan bagi Abdi Dalem dengan jabatan di bawahnya? Berkisar antara Rp. 6000 hingga Rp. 15.000. perbulan! Dan menghadapi lebaran, para Abdi Dalem mendapatkan THR ( Tunjangan Hari Raya ) sebesar Rp 7000!

Besaran THR yang diberikan kepada abdi dalem keraton sesuai dengan gaji bulanan mereka. Sehingga nominalnya tidak sama. Untuk abdi sekelas Juru Kunci Keraton Yogyakarta, mendapat Rp 15.000, sedangkan abdi dalem yang pangkatnya ‘Jajar’ ( baru diangkat ) mendapat Rp 7000.

Hebatnya Menjadi Abdi Dalem Keraton Yogyakarta

Meski mengaku THR itu tak cukup untuk menafkahi anak dan istri, mereka tetap merasa bahagia dan mensyukuri hadiah yang didapatkan dari keraton tersebut. “Ini pengabdian, niatnya murni mengabdi, ikhlas, ketika bertugas malah tombok buat makan,” kata abdi dalem juru kunci Kraton Yogyakarta, Mas Bekel Hastono Raharjo.

“Malah kalau bertugas piket di Keraton 12 hari sekali cuma Rp 100, sekarang sudah naik jadi Rp 500.”

Lanjutkan membaca “Hebatnya Menjadi Abdi Dalem Keraton Yogyakarta”

Benarkah Piramida & Borobudur Dibangun dengan Bantuan Alien?

Benarkah Piramida & Borobudur Dibangun dengan Bantuan Alien?
https://supermilan.wordpress.com

Banyak orang telah mengenal piramida. Piramida adalah bangunan modern pada masa purba yang terdapat di Mesir. Bangunan ini disusun bertingkat, makin ke atas makin kecil. Piramida terdiri atas ribuan bongkahan batu. Tiap batu mempunyai berat sekitar dua ton. Diperkirakan berat sebuah piramida mencapai jutaan ton. Bila dideretkan maka panjang batu pada piramida Cheops, piramida terbesar di Mesir, melebihi panjang pantai Amerika dari utara ke selatan.

Bagaimana membuat piramida, berapa lama waktu untuk menyelesaikannya, dan berapa banyak orang yang mengerjakannya? Sejak lama para pakar masih belum bisa memberikan jawaban memuaskan. Hanya sebagian misteri yang berhasil diungkapkan, antara lain oleh arkeolog Inggris Howard Carter terhadap makam Tutankhamen di dalam sebuah piramida. Carter dan tim ekspedisinya menemukan terowongan berikut tangga yang tersusun rapi dan sejumlah catatan tertulis. Di dalam terowongan itu terdapat makam raja dan keluarganya yang mayatnya sudah diawetkan (mumi). Perhiasan emas, prasasti yang berisi kutukan, dan gambar dinding. Perlu waktu puluhan tahun untuk melakukan ekskavasi di sini.

Eksperimen Banyak pakar menduga piramida dibangun dari bagian bawah terus ke atas. Tangga naik, untuk meletakkan batu-batu di atasnya, menggunakan punggung bukit. Setelah bagian tertinggi rampung, maka bukit tersebut dipangkas habis. Dengan demikian yang tersisa hanyalah piramida.

Benarkah Piramida & Borobudur Dibangun dengan Bantuan Alien?

Yang masih sukar diperkirakan adalah bagaimana membawa batu seberat dua ton ke atas. Kalau dengan kerekan, berapa besar kerekannya? Kalau dengan batang pohon, bagaimana menggelindingkan batu yang demikian berat itu? Masalahnya, salah perhitungan sedikit saja, nyawa terancam melayang. lni karena bentuk piramida Mesir sangat landai, tidak berundak sebagaimana piramida Amerika Selatan.

Ditafsirkan, piramida dikerjakan selama berpuluh-puluh tahun. Bahan bangunan kemungkinan besar berasal dari sepanjang sungai Nil dan daerah-daerah di sekitar tempat piramida berdiri. Beberapa tahun lalu pakar-pakar Jepang, Prancis, dan negara-negara maju pemah melakukan eksperimen untuk membuat piramida tiruan. Mereka menggunakan alat-alat berat dan alat-alat modern, termasuk helikopter sebagai alat pengangkut batu.

Pada tahap pertama. mereka mengawalinya dari bagian bawah. Ternyata pembangunan piramida tidak rampung. Begitu pula ketika dimulai dari bagian atas. Mengapa teknologi masa kini tidak mampu menyaingi teknologi purba? Benarkah pekerja-pekerja Mesir dulu dibantu tenaga gaib para jin dan dewa sehingga berhasil mendirikan bangunan supermonumental itu?

Piramida Mesir tidak dibuat sembarangan. Ada kaidah-kaidah tertentu yang harus ditaati. Pada bagian atas piramida terdapat sebuah lubang. Lubang ini menghadap ke arah matahari terbit. Hal ini tentu dimaklumi karena bangsa Mesir purba menganggap dewa Ra (Matahari) sebagai dewa tertinggi.

Uniknya, bila bentuk piramida direbahkan ke atas tanah, maka sudut-sudutnya tepat berada di garis lingkaran. Dengan adanya bentuk demikian disimpulkan bahwa pembangunan piramida direncanakan dengan teliti. Apalagi bayangan matahari pada piramida tadi menunjukkan musim-musim yang ada di tanah Mesir.

Menurut sejumlah ahli Egyptotogi (pengetahuan tentang sejarah dan kebudayaan Mesir), makna simbolis pada piramida begitu besar. Tulisan-tulisan hieroglif menyiratkan ada unsur magis pada bangunan itu.

Jual Sandal Nama Unik dan Lucu @ http://JawaraShop.com

Candi Borobudur 

Candi Borobudur Tahun 1930-an W.O.J. Nieuwenkamp pernah memberikan khayalan ilmiah terhadap Candi Borobudur. Didukung penelitian geologi, Nieuwenkamp mengatakan bahwa Candi Borobudur bukannya dimaksud sebagai bangunan stupa melainkan sebagai bunga teratai yang mengapung di atas danau. Danau yang sekarang sudah kering sama sekali, dulu meliputi sebagian dari daerah dataran Kedu yang terhampar di sekitar bukit Borobudur.

Foto udara daerah Kedu memang memberi kesan adanya danau yang amat luas di sekeliling Candi Borobudur. Menurut kitab-kitab kuno, sebuah candi didirikan di sekitar tempat bercengkeramanya para dewa. Puncak dan lereng bukit, daerah kegiatan gunung berapi, dataran tinggi, tepian sungai dan danau, dan pertemuan dua sungai dianggap menjadi lokasi yang baik untuk pendirian sebuah candi.

Lanjutkan membaca “Benarkah Piramida & Borobudur Dibangun dengan Bantuan Alien?”