7 Tahun Hilang, Korban Tsunami Aceh Pulang

Wati Korban Tsunami Aceh
https://supermilan.wordpress.com

Wati, 15 tahun, warga Lr Sangkis, Desa Ujong Baroh, Kecamatan Johan Pahlawan Aceh Barat, Provinsi Aceh, yang hilang saat diterjang gelombang tsunami 26 Desember 2004, kembali ke orang tuanya. Kakek Wati di Meulaboh, Ibrahim, mengatakan cucunya tersebut menghilang ketika berusia delapan tahun saat tragedi tsunami menerpa Aceh 26 Desember 2004.

“Saya yakin benar kalau dia adalah cucu saya. Karena dari ciri-ciri sudah kami lihat ada kemiripan cucu saya yang hanyut bersama gelombang tsunami tujuh tahun lalu,” katanya, Rabu, 21 Desember 2011. Ibrahim mengatakan Wati selama ini tersesat dan melanglang buana sampai ke wilayah Aceh Utara dan Aceh Besar. Wati tidak mengetahui di mana orang tuanya karena trauma dan rasa takut masih menghantui perasaan gadis itu.

Ibrahim mengatakan gadis berambut cepak itu awalnya tiba di terminal Bus Meulaboh dari Kota Banda Aceh. Wati lalu duduk termenung di warung kopi Simpang Pelor. Saat itulah warga setempat yang mengira gadis berjilbab biru tersebut peminta-minta menanyakan asal-usulnya. Namun Wati terdiam. Tak lama kemudian Wati hanya menyebutkan nama kakeknya yang tinggal di Kota Meulaboh.

Lanjutkan membaca “7 Tahun Hilang, Korban Tsunami Aceh Pulang”

Iklan

Tingkat Kejujuran Di Jepang Luar Biasa, $78 Juta Dikembalikan Dari Reruntuhan Bencana

Gempa dan Tsunami Jepang 2012
https://supermilan.wordpress.com

Banyak orang Jepang kehilangan harta bendanya setelah gempa dan terjangan tsunami menyerang kota-kota di Jepang beberapa bulan yang lalu. Hebatnya meskipun ribuan dompet bahkan brankas tercecer di puing-puing kota, masyarakat Jepang tampaknya memiliki kejujuran yang luar biasa untuk tidak mengambil barang yang bukan hak mereka.

Dilaporkan Daily Mail, semenjak 5 bulan pasca bencana yang menyisakan puing-puing bertebaran di seisi kota, masyarakat Jepang telah mengembalikan total uang sebesar $78 juta (Rp 666 milyar) ke kantor polisi. Dari ribuan dompet yang tercecer saja sudah terkumpul uang sejumlah $30 Juta (Rp 671 milyar)

Tak hanya dompet, brankas-brankas berharga yang berisikan uang, barang antik, bahkan emas batangan juga dikembalikan ke kantor polisi. Total harta yang didapat dari paling sedikit 5700 brankas yang ditemukan adalah senilai $30 juta. Kepolisian Jepang mengatakan hampir semua uang yang tersapu oleh terjangan tsunami telah dikembalikan ke pemiliknya.

Meskipun para polisi meyakini adanya brankas yang dicuri, “fakta bahwa uang sejumlah 2.3 milyar yen (Rp 256 milyar) telah dikembalikan ke pemiliknya menunjukan tingginya nilai etika yang dimiliki oleh masyarakat Jepang,” ujar professor dari Universitas Kota Yokohama, Ryuji Ito.

Artikel : Anak Muda
Foto : Manage Money Online

Jual HDY Baby Diaper Bag @ http://TasBayi.JawaraShop.com

www.mylivesignature.com/signatures/85877/supermilan/a1928e8a96a55f7092e99c05bb990dff.png Widya Wicaksana
08180-800-6625
(021) 9550-6400
http://www.JawaraShop.com

Jasa Website Instant @ http://JawaraShop.com

Reaktor Nuklir Jepang Meledak : Tinjau Ulang penggunaan PLTN di Indonesia

Wiedz : Biar adil, sebaiknya reaktor nuklir Indonesia ditempatkan di pulau terpencil dan dihuni oleh orang-orang yang mendukung pembangunannya. Biar mereka bisa merasakan kekhawatiran terpapar radiasi nuklir bagi diri dan keluarganya.

Termasuk para peneliti Batan, politikus, pengamat ekonomi, dan semua orang yang akhir-akhir ini gencar mempromosikan pembangunan reaktor nuklir di Indonesia. Jangan cuma bisa berkoar-koar bahwa reaktor nuklir aman, tapi orang lain yang disuruh menanggung resikonya.

Soal kemampuan, mungkin kita sudah sanggup untuk mendirikan reaktor nuklir. Tapi dari sisi budaya, disiplin, dan etos kerja yang cenderung menggampangkan prosedur standar, jelas bangsa Indonesia kalah jauh dari Jepang.

Reaktor Nuklir Jepang Meledak : Tinjau Ulang penggunaan PLTN di Indonesia

Ahli energi, Lilo Sunaryo mengatakan Indonesia harus belajar dari musibah di Jepang dengan meninjau ulang keinginan menggunakan energi nuklir dengan membangun pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN). “Jepang yang memiliki disiplin tinggi dan teknologi canggih saja kewalahan. Apalagi Indonesia yang belum punya pengalaman,” kata Lilo Sunaryo yang juga Koordinator Masyarakat Reksa Bumi ini, Jumat.

Bahkan, lanjut Lilo, negara maju lainnya juga sudah mulai meninggalkan PLTN dan sebagian lain meninjau ulang pembangunan PLTN. Oleh karena itu, Indonesia seharusnya tidak memerlukan PLTN. Menurut Lilo, PLTN adalah teknologi yang belum tuntas, karena selain menghasilkan listrik juga menghasilkan zat berbahaya yang dapat mengakibatkan kanker dan penyakit lainnya. Zat yang dihasilkan selain listrik tidak bisa dimanfaatkan kecuali untuk bom atom.

Reaktor Nuklir Jepang Meledak : Tinjau Ulang penggunaan PLTN di Indonesia

“Saat ini dunia tidak dalam situasi perang dingin. Oleh karena itu, penggunaan energi alternatif lain harus dimaksimalkan,” katanya. Sejumlah energi alternatif tersebut seperti energi surya, angin, panas bumi, gelombang tinggi, arus laut, dan limbah pertanian (jerami). Energi alternatif tidak akan habis karena selalu disiapkan alam. Begitu juga dengan energi limbah pertanian akan selalu ada, selama masyarakat masih mengkonsumsi beras.

Sementara sumber energi seperti minyak, gas, batu bara, dan uranium pasti habis jika selalu ditambang. Indonesia, lanjut Lilo, baru menggunakan energi alternatif sebesar 0,5 megawatt. Lilo menegaskan bIndonesia tidak perlu hidup dengan risiko tinggi dengan menggunakan energi PLTN. “PLTN hanya menguntungkan pabrik, tidak untuk rakyat,” tandas Lilo Sunaryo.

Sumber Foto & Artikel : Detik ArRahmah

Jual HDY Baby Diaper Bag @ http://TasBayi.JawaraShop.com

Widya Wicaksana Widya Wicaksana
08180-800-6625
(021) 9550-6400
http://www.JawaraShop.com

Jual Laptop Bag Aidea @ http://TasLaptop.JawaraShop.com

Anjing Korban Gempa Jepang, Simbol Kesetiaan

Anjing Korban Gempa Jepang, Simbol Kesetiaanhttps://supermilan.wordpress.com

Seekor anjing dalam video itu tetap berada di sisi temannya yang terluka akibat tsunami.

Dailymail melaporkan, dalam kondisi gemetar dan kotor, salah satu dari kedua anjing itu menjaga temannya yang terluka di antara puing-puing sebuah desa di timur laut Jepang. Di tengah penderitaan manusia, usaha anjing-anjing yang menjadi korban tsunami tersebut menjadi simbol bagi orang-orang Jepang.

Kesetiaan merupakan tema yang kuat dalam budaya Jepang dan para komentator memakai dedikasi sang anjing pada temannya sebagai sebuah simbol bagi masyarakat untuk saling menguatkan dalam menghadapi tragedi tersebut.

Ribuan binatang peliharaan menghilang dalam gempa dan tsunami, dan banyak lagi yang terpisah dari pemiliknya. Menurut para saksi mata, anjing-anjing dalam video ini telah diselamatkan dan diletakkan di tempat penampungan walau tampaknya akan sulit untuk mengidentifikasi mereka.

Sebuah kisah favorit Jepang yang telah difilmkan di Amerika Serikat adalah tentang seekor anjing bernama Hatchi yang pemiliknya tiba-tiba meninggal akibat serangan jantung. Anjing yang setia itu setiap hari pergi ke stasiun kereta, berharap dapat berjumpa dengan tuannya sampai anjing itu pun kemudian mati.

Sumber : Kompas

Jual HDY Baby Diaper Bag @ http://TasBayi.JawaraShop.com

Widya Wicaksana Widya Wicaksana

08180-800-6625

(021) 9550-6400

http://www.JawaraShop.com

Jual Laptop Bag Aidea @ http://TasLaptop.JawaraShop.com

Ibu 70 Tahun Selamat dari Tsunami Jepang Setelah Berjuang 4 Hari

Ibu 70 Tahun Selamat dari Tsunami Jepang Setelah Berjuang 4 HariJual HDY Baby Bag @ http://TasBayi.JawaraShop.com

Seorang ibu berumur 70 tahun berhasil diselamatkan setelah berjuang mempertahankan diri dari gempa dan tsunami di Jepang utara tgl 11 Maret 2011 lalu.  Dari saat gempa sampai ditemukan ibu ini, maka ibu ini telah berjuang selama 92 jam.  Sungguh suatu yang mengherankan. Dilihat dari umur, sudah bisa dibayangkan betapa beratnya di usia itu untuk bisa bertahan hidup lebih dari 3 hari.

Pada saat diketahui ibu ini masih hidup dan semua baik, maka tentu saja semua lega. Ibu ini juga tentu sangat lega sekali karena tertolong setelah berjuang selama 92 jam.  Kejadian ini sangat menunjukan sifat orang jepang yaitu “gaman” (sabar) dan “akiramenai” (tidak putus asa), serta tentu saja suatu miracle.

Berita tentang diselamatkan ibu ini  tentu salah satu peran dari media massa (tv dan surat kabar). Pers atau media massa memang tidak saja mengabarkan tentang dahsyatnya gempa atau tsunami, tetapi juga memberikan kabar gembira serta bantuan untuk para pengungsi.  Begitu luasnya daerah yang kena tsunami, sehingga tempat penampungan sementarapun cukup banyak jumlahnya. Ternyata tidak semua tempat penampungan dilengkapi dengan telpon umum yang didukung oleh NTT.

Ada tempat penampungan yang sama sekali belum bisa menghubungi saudara-saudaranya. Kebetulan hari ini ada stasiun TV yang mengirim staffnya untuk meliput keadaan di tempat pengungsian. Suatu hal yang sangat bagus. Saat itu langsung digunakan untuk sarana menghubungi saudara-saudara dari para pengungsi.  Pengungsi diberi kesempatan omong di depan kamera dan mengabarkan ke saudara-saudaranya bahwa mereka selamat dan berada di tempat pengungsian.

Selain itu bisa juga menuliskan di kertas tentang siapa yang hendak dihubungi, lalu kamera TV menyorot kertas itu. Dengan cara ini, saudara-saudara yang tidak bisa kontak via telpon, bisa tahu dengan siaran TV ini.  Ini juga suatu tanda bahwa semua saling membantu dan bekerja sama. Media massa menggunakan fungsinya sebagai penghubung.

Kebersamaan dengan mereka yang tertimpa bencana juga ditunjukan di setiap kegiatan yang ada.  Pagi-pagi benar di pusat perdagangan sayuran, para pedagang sebelum mereka melakukan lelang atau jual beli sayuran, bersama-sama mereka mengheningkan cipta untuk korban yang meninggal dan yang hilang.  Beberapa kegiatan olah raga, sebelum mulai pertandingan, para atlet dan juga bersama semua penontonnya bersama-sama mengheningkan cipta.  Kegiatan pengumpulan dana secara spontan pun banyak dimulai di beberapa tempat.

Seperti yang saya tulis sebelumnya,  selain kereta dan rumah tinggal serta pertokoan, usaha penghematan pemakain listrik juga dilakukan di beberapa pabrik. Pabrik mengurangi jumlah jam kerja,  seperti Toyota, Sony, dan Panasonic.

Kekawatiran memang masih ada.  Memang situasinya belum pulih kembali. Kegiatan bisnis juga belum berjalan normal kembali.  Pada hari selasa (15 Maret 2011), 4 hari setelah gempa dan tsunami, beberapa warga asing meninggalkan jepang. Kebanyakan, ibu-ibu yang mempunyai anak kecil.  Mereka pulang ke negara masing-masing, mungkin lebih merasa aman.

Sebagian pulang karena banyak pekerjaan yang ditunda, sehingga pekerjaan tidak ada. Selain itu, keluarga di negara asal khawatir akan situasi di Jepang.  Demikian berita yang diambil di Narita Airport hari ini.

Sumber : Kompasiana

Jual HDY Baby Diaper Bag @ http://TasBayi.JawaraShop.com

Widya Wicaksana Widya Wicaksana
08180-800-6625
(021) 9550-6400
http://www.JawaraShop.com

Jual Laptop Bag Aidea @ http://TasLaptop.JawaraShop.com