Memalukan! Saat SEA Games Palembang, Lagu Kebangsaan Negara Lain Malah Dicemooh

Pebulutangkis Singapura tampak berkaca-kaca saat lagu kebangsaannya disoraki suporter Indonesia
Pebulutangkis Singapura tampak berkaca-kaca saat lagu kebangsaannya disoraki suporter Indonesia

Tidak hormat pada Lagu Kebangsaan kepada mana-mana pasukan yg bertanding adalah sikap tidak bertamadun. Kurang lebih seperti itulah tweet dari salah satu pendukung calon lawan kita di final sepakbola SEA Games, Malaysia. Saya selaku manusia berpaspor Indonesia tentunya sedikit terdiam membaca tweet pendek itu.

Kita tentu ingat bagaimana nyaris tidak pernah leluasa atlit negeri jiran itu mendengar lagu kebangsaan mereka dengan khidmat di ajang yang konon merupakan event untuk mempererat persahabatan bangsa-bangsa asia tenggara ini.

Wajar lah, mereka rival kita ~ sebersit bisikan dari makhluk merah bertanduk di pundak kiri, memberi pembenaran atas perlakuan kita tadi. Oke, saya terima sampai kemarin alasan itu, meski saya tahu itu salah. Tapi pandangan saya langsung berubah 180 derajat setelah menyaksikan final tunggal putri bulutangkis yang dimenangkan Singapura. Rival berat kita jugakah mereka? Berhakkah kita melecehkan lagu kebangsaan mereka?

Berikut petikan berita media utama di Singapura:

.the 5,000-strong crowd showed their displeasure by booing the 21-year-old Singaporean, and drowned out “Majulah Singapura” by singing the Indonesian anthem during the medal ceremony. (Channel News Asia, Singapura)

Ya, kita sebagai bangsa lewat event SEA Games ini pun telah memiliki “citra” baru sebagai bangsa yang tidak bisa menghormati lagu kebangsaan negara lain. Hal yang sama juga dialami Vietnam dalam semifinal sepakbola kemarin ataupun Thailand di pertandingan sebelumnya. Namun “korban” utama perbuatan tidak beretika itu tentulah tetap sang negeri semenanjung melayu, yang hampir di seluruh event selalu dicemooh lagu kebangsaannya.

…..An editorial in the Malaysian Star railed against the “shame” of Indonesian fans jeering Malaysia’s national anthem during the group game — a feature of this year’s Games. (Bangkok Post, Thailand)

Lanjutkan membaca “Memalukan! Saat SEA Games Palembang, Lagu Kebangsaan Negara Lain Malah Dicemooh”

Iklan

Ada Apa Dengan Universitas Indonesia? #saveUI


https://supermilan.wordpress.com

Penulis : Riri Satria (Ketua Umum Ikatan Alumni Fakultas Ilmu Komputer UI / Iluni Fasilkom-UI)

Tadi pagi sampai siang (12 September 2011) saya mengikuti acara press release mengenai gerakan moral pembenahan tata kelola kampus Universitas Indonesia (UI) berlokasi di aula Fakultas Ilmu Komputer – Universitas Indonesia (Fasilkom-UI).

Saya mendapatkan informasi mengenai acara ini melalui pengurus pusat Ikatan Alumni Universitas Indonesia (Iluni UI) yang menyebarkan sms undangan terbuka sehari sebelumnya, untuk hadir pada acara tersebut. Informasi yang saya peroleh, beberapa Ketua Umum Ikatan Alumni Fakultas di UI juga berencana hadir, maka saya merasa saya perlu hadir juga, karena status saya sebagai Ketua Umum Ikatan Alumni Fakultas Ilmu Komputer UI (Iluni Fasilkom-UI).

Suasana Konferensi Pers #ForUI
Suasana Konferensi Pers #ForUI

Saya mengikuti acara tersebut dari awal sampai akhir, dimulai jam 10 pagi sampai jam 1 siang. Para peserta yang hadir di dalam aula Fasilkom-UI sangat beragam, mulai dari beberapa Dekan Fakultas di lingkungan UI, para dosen dan guru besar, para mahasiswa, beberapa pengurus ikatan alumni, serta tentu saja para wartawan dari berbagai media (namanya juga press release).

Acara dipandu oleh 3 (tiga) orang, yaitu Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI, kemudian juga Effendi Gozali dan Ade Armando, keduanya adalah dosen pada FISIP (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik) UI.

Berikut adalah ringkasan yang saya buat mengenai apa-apa yang dibahas atau disampaikan pada acara tersebut :

1. Sesungguhnya isu mengenai pemberian gelar Doktor Honoris Causa kepada Raja Saudi Arabia bukanlah isu utama yang saat ini menjadi fokus perhatian civitas akademia UI. Pemberian gelar tersebut hanyalah salah satu puncak gunung es tentang apa yang terjadi di Kampus UI saat ini, yaitu buruknya tata kelola (governance) organisasi kampus UI.

Civitas akademia UI menyadari bahwa gelar yang sudah diberikan tersebut tidak bisa dicabut kembali, dan untuk itu, civita akademia UI tidak akan mempersoalkan lagi dan menganggap hal tersebut sudah tidak masalah lagi. Walaupun demikian, ini akan menjadi pelajaran yang berharga untuk kampus UI, terutama dalam pemberian gelar Doktor Honoris Causa ke depan.

2. Acara yang dilangsungkan tadi siang itu sebenarnya adalah acara yang digagas oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI yang kebetulan mengambil tempat di kampus Fasilkom-UI, dan panitia pelaksana adalah BEM Fasilkom-UI. Jadi ini adalah acara kemahasiswaan, di mana di dalam kehidupan kampus, mahasiswa punya hak untuk mengadakan acara tersendiri dan tidak harus sejalan dengan pimpinan fakultas atau pimpinan universitas, selama dilakukan dengan baik dan tidak destruktif.

Ini berarti, BEM-UI memberi panggung kepada pihak yang melakukan gerakan moral untuk pembenahan tata kelola organisasi UI untuk menyampaikan fakta-fakta guna keperluan press-release.

3. Gerakan moral ini secara tegas tidak memiliki keinginan untuk melakukan kudeta atau penggulingan (impeachment) terhadap Rektor UI saat ini, yaitu Prof. Gumilar Rusliwa Somantri. Gerakan ini menginginkan adanya suatu perbaikan yang lebih fundamental dan holistik, yaitu pembenahan tata kelola organisasi UI yang saat ini dalam masa peralihan dari status Badan Hukum Milik Negara (BHMN) menjadi perguruan tinggi umum yang dikelola oleh pemerintah di bawah koordinasi Kementerian Pendidikan Nasional RI.

Para civitas akademia UI merasa ini persoalan mendasar yang dihadapi oleh UI saat ini, dan berbagai persoalan yang muncul di permukaan seperti pemberian gelar Doktor Honoris Causa, masalah SPP mahasiswa, masalah dana penelitian, dan sebagainya, hanyalah hal-hal yang sifatnya akibat dari persoalan fundamental ini. Dengan demikian, pembenahan tata kelola organisasi UI adalah agenda yang sangat mendesak.

Lanjutkan membaca “Ada Apa Dengan Universitas Indonesia? #saveUI”

Anjing Korban Gempa Jepang, Simbol Kesetiaan

Anjing Korban Gempa Jepang, Simbol Kesetiaanhttps://supermilan.wordpress.com

Seekor anjing dalam video itu tetap berada di sisi temannya yang terluka akibat tsunami.

Dailymail melaporkan, dalam kondisi gemetar dan kotor, salah satu dari kedua anjing itu menjaga temannya yang terluka di antara puing-puing sebuah desa di timur laut Jepang. Di tengah penderitaan manusia, usaha anjing-anjing yang menjadi korban tsunami tersebut menjadi simbol bagi orang-orang Jepang.

Kesetiaan merupakan tema yang kuat dalam budaya Jepang dan para komentator memakai dedikasi sang anjing pada temannya sebagai sebuah simbol bagi masyarakat untuk saling menguatkan dalam menghadapi tragedi tersebut.

Ribuan binatang peliharaan menghilang dalam gempa dan tsunami, dan banyak lagi yang terpisah dari pemiliknya. Menurut para saksi mata, anjing-anjing dalam video ini telah diselamatkan dan diletakkan di tempat penampungan walau tampaknya akan sulit untuk mengidentifikasi mereka.

Sebuah kisah favorit Jepang yang telah difilmkan di Amerika Serikat adalah tentang seekor anjing bernama Hatchi yang pemiliknya tiba-tiba meninggal akibat serangan jantung. Anjing yang setia itu setiap hari pergi ke stasiun kereta, berharap dapat berjumpa dengan tuannya sampai anjing itu pun kemudian mati.

Sumber : Kompas

Jual HDY Baby Diaper Bag @ http://TasBayi.JawaraShop.com

Widya Wicaksana Widya Wicaksana

08180-800-6625

(021) 9550-6400

http://www.JawaraShop.com

Jual Laptop Bag Aidea @ http://TasLaptop.JawaraShop.com

Kisah Orang Indonesia yang Selamat dari Bencana Tsunami Jepang

Jasa Web Instan @ http://web.JawaraShop.com
Di antaranya ribuan warga negara Indonesia yang berada di Jepang, salah satunya adalah Hariyadi Budi, warga Depok Timur, Jawa Barat. Dia berhasil selamat dari terjangan tsunami dan kini telah berada di Tanah Air.

Berikut kisahnya seperti dituturkan kepada wartawan di Depok. Sejak 2003 silam, Hariyadi sudah berada di Jepang. Tak puas dengan gelar Doktor kajian Jepang yang didapatkannya di Universitas Indonesia (UI), ia pun memutuskan untuk mengambil studi di Universitas Tohuku Jepang dengan program studi Human Science.

Selain ingin menyelesaikan studi doktor di Sendai, Hariyadi pun mencurahkan seluruh tenaga, pikiran, dan kasih sayangnya untuk anak-anak SD di Jepang dengan mengajar di sebuah sekolah di bibir pantai di kawasan Miyagi.

Hariyadi menuturkan, gempa sudah menjadi pengalaman biasa bagi warga Jepang. Namun sesuatu yang luar biasa dahsyat menimpa penduduk negeri Sakura pada Jumat kelabu, 11 Maret 2011.

Siang hari, pukul 14.00 waktu setempat, Hariyadi sempat dihubungi kawannya, Nanto, warga Indonesia, yang bekerja sebagai nelayan di pantai kawasan Miyagi, tepatnya di pelabuhan Siogama. Sosok Hariyadi yang low profile, membuatnya banyak memiliki teman nelayan karena tak segan langsung terjun kedalam kehidupan masyarakat kelas menengah bawah.

“Padahal gempa dan tsunami saat itu datang sekira pukul 14.47, tapi jam 14.00 saya ditelepon Nanto bahwa dia punya oleh-oleh ikan yang enak untuk saya, akhirnya saya memutuskan untuk menuju laut dengan mobil, bisa dibayangkan saat itu saya tidak mengira akan terjadi bencana besar,” tuturnya.

Lanjutkan membaca “Kisah Orang Indonesia yang Selamat dari Bencana Tsunami Jepang”

Cerita-Cerita Hantu di Kampus UI Depok

Jual Baby Bag HDY @ http://TasBayi.JawaraShop.com
Penumpang Taksi Misterius di Gerbatama

Kisah ini didapat asli dari pengemudi taksi yang ngantar gua dan teman2 pulang ke rumah teman gua di Depok setelah kita rame2 konsultasi & ngetik skripsi di warnet dekat kampus. Malam itu, setelah makan roti bakar 24 jam di Margonda, kita nyetop taksi dan dalam perjalanan, seperti biasa. gua nanya2 ke sopir taksi “Pak, daerah sini angker gak?”

Trus, pak sopirnya cerita tentang cewek mahasiswi yang meninggal tertabrak di Gerbatama UI. Hantunya selalu nyetop taksi yang lewat Gerbatama dan minta diantar pulang ke Bintaro.

Biasanya sopir yang ngantar disuruh nunggu depan rumah dengan alasan si mahasiswi mau ngambil duit di rumah. Tapi, setelah 1-2 jam nunggu, orangnya gak nongol2. Akhirnya pak sopir ngetok pintu rumahnya dan bicara dengan orang rumah.

Setelah diceritain kejadian tersebut, seisi rumah langsung nangis dan ayah tuh cewek ngambil uang ongkos taksi lalu ngasih ke pak sopir dan minta maaf atas peristiwa itu. Sopir taksi yang kita tumpangi kebetulan mengalami sendiri kejadian itu. Gua dapat cerita ini sekitar tahun 2000.

Jual Sepatu Kulit @ http://SepatuKantor.jawarashop.com

Kereta Hantu

Kereta Hantu merupakan legenda klasik warga UI Depok. Seorang teman gua yang kost di UI semasa kuliah, mengaku pernah mendengar bunyi kereta di malam hari sekitar jam 10-11 malam. Pada jam2 tersebut kereta sudah tidak lagi beroperasi, jadi itu adalah bunyi kereta hantu.

Lanjutkan membaca “Cerita-Cerita Hantu di Kampus UI Depok”