Makan Nasi & Menangis, Seekor Anjing Dianggap Hewan Jadi-jadian

https://supermilan.wordpress.com
Wiedz : Sadis. Ternyata manusia lebih kejam daripada anjing. Hewan tak berdosa pun dipukuli sesuka hati. Semoga para pelaku mendapat balasan setimpal. Gusti Allah ora sare!

Warga Nganjuk, Jawa Timur, dihebohkan dengan munculnya seekor anjing aneh. Meski sempat dikejar dan dipukuli, anjing tersebut tidak berusaha lari, bahkan hanya diam tanpa menggonggong. Karena terus diburu dan dipukuli, anjing tersebut akhirnya diamankan oleh seorang ketua RT setempat.

Sudah tiga hari terakhir, ratusan warga terus mendatangi rumah Slamet (58), ketua RT di Desa Kedondong, Kecamatan Bagor, Kabupaten Nganjuk. Mereka penasaran ingin melihat dari dekat sosok anjing yang tidak jelas asal-usulnya itu. Sementara itu, Slamet mengaku kasihan dan iba terhadap anjing itu dan melarang warga menganiaya.

Dikejar-kejar, Dipukuli, Dilempari Batu, sampai Ditaburi Garam. Komplit!

Secara umum, kondisi anjing betina itu sama dengan anjing lainnya, yang membedakan adalah tingkah lakunya. Anjing itu berjalan selalu dengan kepala menunduk. Saat dikejar, ia tidak mau lari atau kabur. Bahkan meski dipukuli atau dilempari batu ia tidak menggonggong sedikit pun. Dengan tenang, anjing berwarna coklat itu hanya berjalan santai dan langsung masuk ke rumah Slamet lalu bersembunyi di kamar belakang.

Keanehan lain, ia hanya mau mengonsumsi makanan yang layak disajikan untuk manusia. Nasi rawon yang disuguhi langsung dilahap hingga habis. Sejak awal kemunculan di Desa Kedondong, warga sudah curiga dengan gerak-gerik anjing aneh ini, sehingga mereka berusaha menangkap dan membunuhnya. Warga khawatir anjing itu dijadikan alat oleh seseorang untuk tindakan kriminal.

Saumi, seorang warga Desa Kedondong menuturkan tidak ada yang tahu persis awal kemunculan anjing aneh itu. Berbagai upaya telah dilakukan warga untuk membuktikan apakah anjing ini jadi-jadian atau sungguhan, di antaranya dengan menaburkan garamyang sudah dibacakan doa ke sekujur tubuh anjing.

Namun meski sekantong garam sudah habis, ternyata anjing itu tak kunjung berubah wujud, kecuali mendadak bangun dan berdiri tegak lalu menangis dan meneteskan air mata. Anjing itu terus menangis berulang-ulang. Meski belum tahu kebenarannya, warga masih penasaran dan terus mendatangi rumah Slamet sekadar membunuh rasa penasaran.

Sumber : Mukhtar Bagus/SUN TV/ton – Okezone

Jual HDY Baby Diaper Bag @ http://TasBayi.JawaraShop.com

www.mylivesignature.com/signatures/85877/supermilan/a1928e8a96a55f7092e99c05bb990dff.png Widya Wicaksana
08180-800-6625
(021) 9550-6400
http://www.JawaraShop.com

Jasa Website Instant @ http://JawaraShop.com

Inilah Komentar Warga tentang Jakarta

Inilah Komentar Warga tentang Jakarta
https://supermilan.wordpress.com

Kegiatan “Ubeg-Ubeg Jakarta” yang dibuka Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Minggu (19/6/2011) pagi, segera mendapat sambutan masyarakat. Ratusan warga DKI yang mengikuti acara Jalan Santai dan Sepeda Santai maupun warga yang sedang berada di sekitar Bundaran HI terlihat antusias untuk menorehkan komentar dan unek-unek mereka tentang Ibu Kota.

Selang beberapa menit setelah Bang Foke, sapaan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, menulis pesannya dengan tinta berwarna keemasan, ratusan warga langsung menyerbu bentangan spanduk yang dipajang mengitari Bundaran HI. Ragam unek-unek bernada positif, aspiratif, hingga kritik tertuang melalui spanduk tersebut.

“Mau apa spanduk ini bila selesai? Beri bukti untuk spanduk ini tidak disia-siakan, taruhlah di kantormu agar dibaca setiap saat,” tulis seorang warga pada spanduk, sekitar semeter dari letak pesan yang ditorehkan Gubernur.

Pesan bernada dorongan bagi pemerintah dituliskan beberapa warga. “Tahun depan dapatkan Adipura,” tulis seorang yang membubuhi nama Dedes, menyusul kegagalan ibu kota negara meraih Adipura tahun ini.

Komentar tidak hanya ditujukan kepada pemerintah. Warga Jakarta diharapkan dapat mewujudkan idealisme yang dibangun melalui tema HUT ke- 484 Jakarta, Jakarta Kita, Kian Tertata Kian Dicinta. “Ingin Jakarta Tertib, Mulailah dari Diri Sendiri” atau “Ayo Kita Jaga Kebersihan dan Keindahan Kota Kita,” demikian komentar dua warga Jakarta.

Unek-unek warga tentu tak lepas dari kritik terhadap pemerintah. “Jangan hanya fokus pembangunan pusat kota, tetapi pinggiran kota Jakarta (juga) perlu,” tulis seorang warga. Dieta, warga lainnya, menulis, “Jakarta jangan ada mal lagi ya. Bikin taman kota yang bagus dan nyaman!”

Lanjutkan membaca “Inilah Komentar Warga tentang Jakarta”