Salakka, Brownies Salak Khas Yogyakarta

Salakka Brownies Salak
Jual Tas Bayi HDY Baby Diaper Bag @ http://TasBayi.JawaraShop.com

Naluri seorang pengusaha selalu jeli melihat peluang, itulah yang menjadi jalan sukses Decky Suryata, pria asli Klaten Jawa tengah. Ia kini berhasil memasarkan brownies ‘limbah’ dari buah salak pondoh dengan laba bersih lebih dari Rp 50 juta per tahun.

“Kenapa ‘limbah’ karena salak pondoh di Sleman Yogyakarta sangat berlimpah, bahkan sangking banyaknya, salak pondoh sampai dijadikan pupuk kompos karena tidak laku di jual,” kata Decky.

Dikatakan Decky, padahal di luar Yogyakarta, salak pondoh sangat diminati masyarakat, bahkan harganya cukup mahal, tapi disini seperti ‘sampah’. “Atas dasar itu, saya memikirkan bagaimana ‘sampah’ ini bisa jadi ’emas’, muncu lah ide dijadikan makanan seperti cake, sirup dan bakpia, apalagi bakpia isi salak belum ada di daerahnya yang terkenal juga dengan makanan khas bakpia-nya,” tutur pemuda kelahiran 1983 ini.

Salakka Brownies Salak_Salakka Brownies Salak

Tapi masalahnya, kata Decky, dirinya tidak punya keahlian membuat cake, sirup apalagi bakpia. “Tak patah arang, saya bersama istri saya cari-cari resep, mulai cari di-internet, resep warisan keluarga. Dengan berbagai macam percobaan akhirnya ketemu resep andalan dan rahasia brownies dan bakpia dari buah salak pondoh,” ujarnya.

Tahun 2008, Decky dan istrinya pun mulai coba-coba memasarkan brownies dan bakpianya tersebut mulai dari tetangga sampai teman kuliahnya. Saat itu Decky masih kuliah di Fakultas Ekonomi, Universitas Gajah Mada (UGM).

“Waktu itu modal yang ada hanya sekitar Rp 4 juta, itu-pun sebagian hasil pinjaman. Dari modal itu, saya dan istri dibuat beli mixer, baskom, oven kecil dan bahan baku pendukung. Dengan berbagai resep dari internet, resep orang tua, buku dan lain-lain di mix,” tutur Decky.

Salakka Brownies Salak

Ia mengaku sempat putus asa, karena beberapa kali percobaan gagal terus, sementara bahan baku makin menipis. “Tapi kami tidak mau menyerah, akhirnya dapat adonan dan hasil brownies yang pas, sari salak terasa dilidah dan menarik. Dari resep itu, kami keliling ke tetangga, keluarga dan kerabat. Alhamdulillah responnya bagus dan laku, dengan hasil penjualan tersebut kami putar lagi beli buat beli bahan dan dijual lagi,” terangnya.

Bahkan kebun salak pondoh milik sendiri saat ini tak bisa memenuhi kebutuhan olahan brownies. Padahal dahulu hasil buahnya hanya dijadikan pupuk kompos pada 2008-2009. Produk salak olahannya kini makin beragam seperti bakpia salak, dodol salak, sirup salak dan lainnya.

“Susah kalau saya harus tambah luas kebun salak saya. Beli? Bisa juga, tapi saya lebih berpikir lebih baik membina petani salak yang banyak di daerah tempat tinggal saya di Danikerto, Jawa Tengah,” kata Decky. Hingga akhir 2009 dirinya sudah memiliki 5 petani binaan. Namun sukses yang didapat Decky saat itu harus berakhir saat bencana Gunung Merapi pada Oktober 2010 menerjang desanya.

Salakka Brownies Salak

Lanjutkan membaca “Salakka, Brownies Salak Khas Yogyakarta”

Iklan

Tempat-Tempat Paling Angker di Pulau Jawa Tempat -tempat Paling Angker di Jawa

Jual Tas Bayi HDY Baby Diaper Bag @ http://TasBayi.JawaraShop.com
1. Kawasan Pantai Selatan Pulau Jawa

Ratu Pantai Selatan

Konon pantai selatan pulau jawa dihuni oleh makhluk jin yang dipimpin Ratu Kidul. Kawasan pantai selatan yang dianggap angker adalah Pantai Parangkusumo (Tempat labuhan Kraton Yogyakarta, dianggap sebagai pintu gerbang gaib keraton Laut Kidul), Pantai Parangtritis, Gua Langse (pertapaan).

2. Keraton Yogyakarta

Keraton Yogyakarta

Bila berkunjung ke keraton jogja di siang hari tentu tidak terlalu terasa keangkerannya. Tapi kalau sudah menjelang sore hingga malam hari suasana berubah 180 derajat. Memang suasananya indah, lampu-lampu menambah keindahan istana ini. Sunyi senyap suasananya, hanya beberapa abdi dalem yang lewat.

Dilain pihak suasana sakral sangat terasa. Yang paling kuat adalah disekitar bangsal proboyeksa di belakang bangsal kencana. Ya pasti..karena tempat tersebut merupakan tempat penyimpanan pusaka kraton. Yang menjaga tentunya bukan manusia tapi khusus prajurit dari dunia lain.

Menurut rekan penulis yang merupakan fotografer senior yang mendapat tugas untuk mengambil foto bercerita banyak. Mulai dari camera yang selalu mati ketika dibidikan disuatu obyek padahal ketika diulang diobjek lain bisa hidup. Hasil foto yang yang tidak masuk akal ketika dicetak ternyata ada sepasang mata raksasa yang sedang mengawasi.

3. Makam Raja-Raja Imogiri

Makam Imogiri

Makam imogiri merupakan makam raja raja mataram sampai keturunanya kasultanan yogyakarta dan kasunanan surakarta. Untuk masuk areal makam raja harus mengenakan pakaian khusus dan menggunakan peraturan khusus. Tidak boleh sembarangan di makam ini gan….

4. Gunung Merapi

Gunung Merapi

Setiap tahun Kraton Yogyakarta mengadakan labuhan untuk menghormati pengunggu gunung merapi Eyang Sapu Jagad . Bagi pendaki merapi pasti tidak asing dengan pasar bubrah. Pasar bubrah adalah pasarnya bangsa mahkluk halus.

Lanjutkan membaca “Tempat-Tempat Paling Angker di Pulau Jawa Tempat -tempat Paling Angker di Jawa”

8 Desa Wisata Paling Populer di Jogja

Jual Sandal Nama Unik dan Lucu @ http://JawaraShop.com
Mencari alternatif wisata di suatu daerah tak luput dengan yang namanya rekreasi di Desa Wisata. Karena merasa jenuh dengan hiruk pikuk kota, dan beberapa objek wisata yang monoton karena sering dikunjungi, maka rekreasi sembari menikmati tenangnya suasana kampung atau desa adalah pilihan tepat, terlebih lagi kita akan membaur dengan lingkungan setempat, seolah-olah berlibur di kampung halaman sendiri.

Yogyakarta yang dikenal sangat mempertahankan seni dan budaya warisan orang tua, memiliki banyak tempat khusus untuk mengkoordinasikan kegiatan yang mendukung pelestarian peninggalan budaya, alam, dan seni yang eksotik tersebut agar tidak punah.

Pemerintah setempat mengkondisikan beberapa desa menjadi tempat menarik yang memiliki keunikan tersendiri untuk dikunjungi. Sedikitnya ada 8 Desa Wisata di Yogyakarta yang diprogram untuk menjadi tempat berlibur alternatif para wisatawan dengan nuansa seperti di Kampung halaman sendiri, yaitu :

1. Desa Wisata Kasongan

Desa Wisata Kasongan

Desa di Kasongan, Bantul ini sudah terkenal cukup lama karena kerajinan gerabahnya. Di sini bisa disaksikan para penduduk setempat yang berprofesi sebagai pengrajin mengerjakan kerajinan gerabah.

Gerabah dari tempat ini sempat porak-poranda oleh gempa bumi besar yang mengguncang Yogyakarta, tetapi dengan dukungan dari pemerintah tempat ini dengan cepat memulihkan keadaannya.

Jual Tas Bayi HDY Baby Diaper Bag @ http://TasBayi.JawaraShop.com

2. Desa Wisata Tembi

Desa Wisata Tembi

Terdapat sebuah homestay dengan bangunan yang menyerupai rumah desa dengan arsitektur tradisional Jawa. Di Homestay ini terdapat perpustakaan dan ruang dokumentasi budaya. Di desa wisata Tembi, anda bisa merasakan kehidupan ala pedesaan yang tenang, nyaman dan asri jauh dari kebisingan dan kerepotan kota.

Jasa Website Instant Murah @ http://JawaraShop.com

3. Desa Wisata Manding

Desa Wisata Manding

Sebagian besar penduduk desa Manding adalah pengrajin kerajinan kulit. Anda pun bisa memesan berbagai aksesoris dari bahan baku kulit kambing dan domba di tempat ini. Anda pun bisa menyaksikan proses pembuatannya langsung di tempat pengrajin.

Jual Sandal Nama Unik dan Lucu @ http://JawaraShop.com

4. Desa Wisata Krebet

Desa Wisata Krebet

Disini dapat ditemui para pengrajin pahatan kayu, seperti topeng kayu, topeng batik dan sebagainya. Lebih kurang ada 14 sanggar seni yang mengerjakan kerajinan dari bahan kayu.

Jual Aksesoris Martapura @ http://aksesorismartapura.com

Lanjutkan membaca “8 Desa Wisata Paling Populer di Jogja”

Akhirnya Istana Bung Karno Itu Berpindah tangan

Istana Gebang Bung Karno Blitar
Jual Tas Bayi HDY Baby Diaper Bag @ http://TasBayi.JawaraShop.com

Setelah melalui proses panjang sekitar satu tahun lebih akhirnya Istana Gebang yang merupakan tempat tinggal masa kecil Bung Karno yang terletak di jalan Sultan Agung Kota Blitar, telah menjadi milik Pemerintah Kota Blitar. Dan pada Sabtu 7 Januari 2012 lalu, istana ini resmi dibuka oleh Walikota Blitar bagi masyarakat umum.

Wacana dijualnya istana gebang oleh ahli waris ini sudah ada sejak tahun 2010 lalu. Selain ditawarkan kepada Pemkot Blitar, pihak ahli waris juga menawarkan pada investor. Pada awalnya istana ini dijual senilai Rp. 50 M, namun setelah dilakukan negosiasi antara pihak ahli waris dengan pemkot Blitar akhirnya terjadi kesepakatan harga senilai Rp. 35 M.

Namun Sebelum pemerintah kota Blitar membeli Istana Gebang senilai 35 milyar rupiah, pemerintah terlebih dahulu mendatangkan ahli sejarah dari Surabaya dan Yogyakarta untuk menaksir nilai tanah dan bangunan Istana Gebang ini. Masing-masing tim ini memiliki tugas yang berbeda, tim ahli dari Surabaya diminta untuk menaksir menyangkut nilai tanah dan bangunan, sedangkan tim ahli dari Yogyakarta menaksir nilai sejarah dari lokasi Istana Gebang.

Setelah pemerintah kota Blitar bersama ahli waris Istana Gebang sepakat, secara bertahap pemerintah kota Blitar membayarkan uang pembelian istana gebang itu kepada ahli waris. Dan untuk pembayaran pertama telah dilakukan pada Jum’at 25 maret 2011, lalu senilai Rp. 20 M diambil dari dana APBD kota Blitar sebesar Rp. 10 M dan dari dana APBD PropinsiJawa Timur Rp. 10 M.

Seharusnya ada sekitar 16 ahli waris istana gebang yang harus menanda tangani akta jual beli istana gebang ini, sebelum pemerintah kota Blitar menyerahkan pembayaran sebesar 20 milyar rupiah kepada ahli waris. Namun sayangnya saat terjadi pembayaran pertama oleh pemkot Blitar kepada ahli waris, sekitar bulan mei 2011 lalu sempat terjadi permasalahan di internal ahli waris karena masih ada satu dari ke 16 ahli waris yang menolak penjualan Istana gebang.

Istana Gebang Bung Karno Blitar

Jadi hanya 15 orang saja yang melakukan penandatanganan, sementara yang satu lagi bersikukuh untuk tetap mempertahankan warisan itu. Dan hal ini membuat proses penjualan Istana Gebang kepada pemkot Blitar, sempat tertunda karena pihak ahli waris harus menyelesaikan permasalahan terkait warisan istana gebang ini di Pengadilan Negeri Surabaya.

Lanjutkan membaca “Akhirnya Istana Bung Karno Itu Berpindah tangan”

Pelaku Bukan Kelompok Jihad, Peledakan ATM Tidak Disebut Terorisme. Tanya Kenapa?

Pelaku Bukan kelompok Jihad, Peledakan Mesin ATM Tidak Disebut Teroris. Tanya Kenapa?__
https://supermilan.wordpress.com
Ada yang aneh dalam pernyataan yang diungkapkan kepolisian terkait peledakan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) di Sleman, DIY. Pasalnya meskipun jelas-jelas diketahui bahwa uang dalam mesin ATM masih utuh dan didapatkan bukti selebaran berisi propaganda anti pemerintah, pihak kepolisian keukeuh menyebut hal tersebut bukan tindakan teroris, tetapi perampokan.

“Pemeriksaan kami pelakunya adalah kelompok Narko Punk,” kata Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Anton Bachrul Alam saat konferensi pers, di Mabes Polri, Jakarta, Sabtu (8/10/2011). “Ciri-ciri kelompok ini anggotanya bertindik banyak, berbaju hitam, celana hitam, sepatu hitam. Semua serba hitam”, tambahnya.

Anton mengungkapkan bahwa kelompok tersebut melakukan aksinya sebagai bentuk protes dan ingin diperhatikan. “Mereka anti kapitalis, sedangkan bank-bank ini menurut mereka kapitalis,” katanya. Namun meskipun aksi protes antikapitasi tersebut dilakukan dengan merusak fasilitas umum, Anton tak menyebut hal tersebut sebagai aksi terorisme, melainkan ‘hanya’ sebuah pelanggaran.

“Ini sebuah pelanggaran,” ujar Anton. Anton mengaku belum tahu motif selain aksi antikapitalis ini. Sebab, uang yang ada di ATM ini masih utuh. “Saya tidak tahu apakah mereka benar-benar tidak mengambil uangnya, atau belum mengambil tapi sudah ketahuan orang.”

Pelaku Bukan kelompok Jihad, Peledakan Mesin ATM Tidak Disebut Teroris. Tanya Kenapa?

Hal tersebut senada dengan yang diungkapkan oleh Kepala Kepolisian Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta Brigjen Tjuk Basuki yang berpendapat bahwa ledakan di ATM di Jalan Affandi Nomor 28 Gejayan, Depok, Kabupaten Sleman bukan aksi terorisme. “Ledakan dan kebakaran yang terjadi di ATM BRI bukanlah dipicu bom molotov, namun ATM dibakar pelaku. Kalau dilempar bom molotov, maka kaca akan pecah berhamburan. Namun ini tidak terjadi seperti itu,” katanya, di Mapolsek Depok, Jumat (7/10).

Seperti yang diketahui, dalam peristiwa ledakan ATM tersebut diketahui banyak selebaran tercecer yang berisi propaganda anti pemerintah dan kapitalisme.

Namun, seperti pihak kepolisian mempunyai standar tersendiri, bahwa siapapun yang melakukan tindakan perusakan fasilitas umum, penyerangan yang pada dasarnya juga merupakan tindak terorisme, selama yang melakukannya BUKAN MUSLIM yang membawa-bawa nama JIHAD, maka tindakan tersebut tidak disebut sebagai tindak terorisme, melainkan tindak perusakan, kejahatan, dan separatism dan pelakunya tidak disebut sebagai Teroris.

Coba kita balikkan, kalau seandainya saja yang ditemukan dalam peledakan ATM tersebut adalah buku tentang Jihad, apakah polisi masih memberikan pernyataan yang sama?

Pelaku Bukan kelompok Jihad, Peledakan Mesin ATM Tidak Disebut Teroris. Tanya Kenapa?

Berlawanan dengan pernyataan kepolisian, Direktur Eksekutif Maarif Institute Fajar Riza Ul Haq menilai kelompok yang meledakkan ATM merupakan jaringan terorisme baru yang berbeda dari yang sudah ada di Indonesia. Kelompok ini memiliki afiliasi internasional, yang terlihat dari selebaran mereka. “Kemungkinan besar tidak berhubungan dengan jaringan teroris yang selama ini beraksi di Indonesia,” kata Fajar.

Lanjutkan membaca “Pelaku Bukan Kelompok Jihad, Peledakan ATM Tidak Disebut Terorisme. Tanya Kenapa?”