9 Aksi Memaafkan Paling Luar Biasa

Minta maaf memang berat untuk dilakukan, namun jauh lebih sulit untuk memaafkan. Seperti yang dilakukan seorang ibu di Iran yang mengampuni pembunuh putranya, sesaat sebelum pelaku digantung. Ada pria yang dipenjara 39 tahun atas dasar kesaksian palsu dan memaafkan penghasutnya.

Atau seorang nenek yang pernah jadi tahanan di kamp konsentrasi yang ‘mengadopsi’ cucu mantan komandan Nazi. Berikut 9 kisah menakjubkan, orang-orang berjiwa besar yang memaafkan sesamanya

1. Ibu yang memaafkan pembunuh putranya yang akan digantung

1-Balal

Lilitan tambang siap menjerat leher Balal. Sesaat lagi, pria Iran itu segera digantung. Keluarga korban yang dibunuhnya diberi kesempatan mendorong kursi tempatnya bertumpu. Balal adalah terpidana mati kasus pembunuhan. Pria berusia 20-an tahun itu menikam Abdollah Hosseinzadeh (18) di tengah tawuran di jalanan kota Royan di Provinsi Mazandaran.

Namun, yang terjadi kemudian sama sekali tak disangka. Ibu korban tiba-tiba menghampirinya, menampar pipinya keras-keras, tapi memaafkan orang yang telah membunuh anaknya itu. Sementara, ayah korban melepas jerat yang melilit lehernya. Nyawa Balal tak jadi melayang.

Dari foto-foto yang diambil Arash Khamooshi, dari kantor berita semi-pemerintah, Isna, menunjukkan ibu Balal memeluk ibu korban. Dua perempuan itu saling berpelukan dan menangis — yang satu telah kehilangan anak, lainnya mendapatkan putranya kembali.

Ibu korban yang memberikan maafnya, memang wanita yang luar biasa. Sebab, bukan kali ini saja ia kehilangan putranya. Anaknya yang lebih muda, Amirhossein tewas dalam kecelakaan motor saat berusia 11 tahun.

Anakku, Abdollah sedang jalan-jalan di pasar malam bersama teman-temannya, saat itulah Balal mendorongnya,” kata ayah korban, Abdolghani Hosseinzadeh. “Anakku melawan dan menendang, tapi pembunuhnya mengeluarkan pisau dapur dari kaus kakinya dan menikamnya.” Namun, ayah korban berkesimpulan, Balal tak membunuh putranya dengan sengaja. “Ia tak tahu bagaimana menggunakan pisau. Ia masih naif.

Setelah kejadian, Balal melarikan diri namun kemudian ditangkap polisi. Butuh waktu 6 tahun persidangan hingga hakim mengeluarkan hukuman mati. Sebuah putusan yang memuaskan keluarga korban. Namun, mengapa mereka lantas berubah pikiran dan memaafkan Balal?

Semua karena mimpi. “Tiga hari yang lalu istri saya melihat anak sulung saya dalam mimpi — mengatakan bahwa mereka (ia dan adiknya) berada di tempat yang baik. Anak kami minta ibunya tak balas dendam. Ini menenangkan istri saya dan kami memutuskan untuk memberi pengampunan,” kata Abdolghani.

Meski terbebas dari hukuman gantung, Balal tak lantas melenggang bebas. Ia masih harus menjalani hukuman pidana.

2. Tahanan kamp konsentrasi yang ‘mengadopsi’ cucu komandan Nazi

2-Eva Mozes Kor

Di usianya yang ke-80 tahun, Eva Mozes Kor telah berdamai dengan masa lalunya. Juga dengan orang-orang yang pernah menyakitinya, termasuk Nazi. Nenek baik hati itu bahkan mengadopsi Rainer Hoess, cucu Rudolf Hoess komandan pasukan SS di kamp Auschwitz tempatnya dulu pernah dikurung.

Ia menganggap pemuda itu sebagai cucunya sendiri. Kala itu, Eva dan kembarannya Miriam dimasukkan paksa ke truk pengangkut ternak. Mereka dibawa ke kamp konsentrasi Auschwitz bersama anggota keluarganya yang lain. Keduanya berhasil selamat meski harus menjalani eksperimen medis yang dilakukan Dr. Joseph Mengele, yang tenar dengan julukan Malaikat Kematian.

Eva dan Miriam termasuk 200 orang, dari 1.500, yang selamat dari kekejaman kamp Auschwitz, saat pasukan Uni Soviet membebaskan mereka pada Januari 1945. Tapi tidak untuk anggota keluarganya yang lain. Beberapa dekade kemudian, Eva menerima email dari Rainer, kini 49 tahun, yang merasa jijik dengan kekejaman yang dilakukan kakeknya dan putus hubungan dengan keluarganya, yang memilih tutup mulut sekian lamanya.

Rainer meminta Eva untuk menjadi nenek angkatnya. Setelah bertatap muka, perempuan itu pun bersedia. “Aku bangga menjadi neneknya. Aku mengagumi dan mencintainya,” kata dia. Eva berharap, suatu hari nanti, Rainer yang putus hubungan dengan keluarganya sejak 1985, akan memaafkan mereka.

Sementara, Rainer mengatakan, keluarganya menganggapnya pengkhianat karena menentang apa yang dilakukan sang kakek, yang ditangkap tentara Inggris pada 1946 dan diadili di Pengadilan Nuremberg atas kasus kejahatan perang terkait pembunuhan massal 1,1 juta orang di Auschwitz. “Sebelumnya, aku diwajibkan mengagungkan kakekku, menganggapnya pahlawan,” kata dia seperti dimuat Daily Mail.

3. Narapidana tak bersalah memaafkan penghasutnya

3-Ricky Jackson

Ricky Jackson mendekam dalam penjara selama 39 tahun. Ia baru menghirup udara bebas pada 2014, saat ia berusia 57 tahun. Untuk kesalahan yang tak pernah ia lakukan. Hebatnya, ia memaafkan orang yang telah menggiringnya ke penjara.

Pada tahun 1975, Jackson dan dua teman-teman ditangkap atas pembunuhan seorang penagih utang di sebuah toko di Cleveland, Ohio. Akibatnya, 2 di antara mereka, Jackson and Kwame Ajamu ditahan selama 39 tahun. Dasar penahanan mereka adalah pengakuan saksi mata Eddie Vernon, yang saat kejadian baru berusia 12 tahun.

Belakangan terungkap, kesaksiannya palsu. “Mereka tahu bahwa sesungguhnya aku tak menyaksikan apapun. Semuanya bohong belaka. Selama ini saya sudah memegang malu dan rasa bersalah di dalam, ingin melepaskannya, ingin maju dan melakukan hal yang benar,” kata Vernon. Saat menua, rasa bersalah makin besar dalam diri Vernon. Ia akhirnya mengaku pada seorang pastor bahwa ia telah berbohong pada polisi, jaksa, juga para juri di pengadilan.

Apa yang dimulai sebagai upaya untuk menyenangkan orang lain dan ‘membantu’ pihak berwenang, kebohongannya ternyata telah menghancurkan hidup orang lain. Vernon mengaku, penyidik mengumpannya dengan sejumlah informasi dari jumlah penyerang, senjata yang digunakan dan mobil yang dipakai untuk melarikan diri. Atas dukungan sang pastor, Vernon menarik kembali kesaksiannya. Jackson dan Ajamu dibebaskan pada 2014.

Pada akhir 2014, Ricky Jackson dan Vernon bertemu. Yang luar biasa, tak ada kepahitan dalam pertemuan itu. Jackson tak menyalahkan penghasutnya. Ia memaafkannya. Vernon lega bukan kepalang. Jackson memeluk dan menghibur Vernon yang berurai air mata. “Tak apa-apa, saudara. Kita berdua adalah korban. Tak apa-apa. Aku sudah memaafkanmu. Dan aku berada di sini untuk menyampaikannya langsung padamu.

Sama sekali tak mudah bagi Jackson untuk memaafkan. “Selama bertahun-tahun aku membencinya mati-matian untuk apa yang telah ia lakukan pada kami,” kata dia. “Tapi aku harus melakukannya. Saya ingin melangkah ke depan, membuka lembaran baru, dan satu-satunya cara adalah dengan memaafkannya.” Luar biasa.

4. Paus Yohanes Paulus II memaafkan pria yang ingin membunuhnya

4-Paus Yohanes Paulus II

Pada 13 Mei 1981, Yohanes Paulus II hampir tewas ketika ditembak oleh Mehmet Ali Agca. Kala itu, Sri Paus sedang memasuki Lapangan Santo Petrus untuk bertemu umat. Dalam ambulans yang membawanya, di antara hidup dan mati, Sang Paus sudah memaafkan penembaknya itu.

Kata maaf ia sampaikan secara terbuka pada 17 Mei 1981, 4 hari setelah upaya pembunuhannya yang gagal. Paus bahkan mengunjungi Agca di penjara pada 1983.

Keduanya bercakap-cakap dan berbincang-bincang beberapa lama. Setelah pertemuan tu, Paus kemudian berkata: “Apa yang kami bicarakan harus merupakan rahasia antara dia dan saya. Ketika berbicara dengannya saya anggap ia adalah seorang saudara yang sudah saya ampuni dan saya percayai sepenuhnya.

5. Ayah yang mengampuni orang yang membuat putranya celaka

5-Duddy Sr

Saat Connor Hanifin (19) diadili dalam kasus kelalaian lalu lintas yang menyebabkan kematian sahabatnya Francis Duddy, ayah korban tak hanya memberinya maaf, tapi juga dukungan. Francis Duddy tewas pada 8 Februari 2014, saat Honda Civic keluaran tahun 2006 yang dikemudikan Hanifin dalam kondisi mabuk menabrak pohon.

Hanifin akhirnya divonis 3,5 tahun penjara. Dalam sidang putusan, sesaat sebelum vonis dibacakan, ayah korban, Dan Duddy Sr bicara pada terdakwa. “Kau, Connor, harus bertanggung jawab atas apa yang kau lakukan. Namun, atas nama semua orang dalam hidupmu, kami memaafkanmu.” “Francis ingin kau terus hidup, Connor,” kata ayah korban. “Itu juga yang kami inginkan.

Baca lebih lanjut

Cacat Tubuhmu, Tak Membuatku Berhenti Mencintaimu

Hal terindah apa yang ada didunia ini? Cinta, setiap makhluk yang bernyawa tentu memiliki cinta. Lalu bagaimana mengungkapkannya, pada siapa cinta harus berlabuh. Menyadari kebesaran Tuhan dengan bersyukur dan menerima yang telah ia berikan.

Banyak kisah mengharu biru di belahan dunia ini, tentang pelajaran cinta kasih sesama manusia. Mencintai segala kelebihan serta kekurangan yang dimiliki. Menterjemahkan arti keikhlasan, kesabaran, ketulusan dalam sebuah hubungan.

Tak banyak dari mereka yang menyadari cinta itu bukan sekedar cantik, tampan, kaya, miskin, kurus, gemuk atau lainnya. Cinta dapat dirasakan dan diartikan oleh oleh siapa saja yang tahu bagaimana cinta harus diperlakukan dengan bijaksana.

Percayalah Allah SWT menitipkan sebuah kelebihan dan kekurangan untuk menyempurnakan seseorang di samping Anda. Hidup dalam kekurangan tak membuat beberapa orang ini sarat akan cinta, justru mereka hadir memberikan warna luar biasa untuk pasangannya.

Jual Tas Bayi HDY Baby Diaper Bag @ TasBayi.JawaraShop.com

Daniella dan Taylor Morris

Daniella dan Taylor Morris

Daniella dan Taylor Morris, Taylor mengalami sebuah kecelakaan saat bekerja di sebuah perusahaan laut. Kedua kaki dan tangannya terpaksa diamputasi karena terkena ledakan parah. Meski fisiknya tak sesempurna dulu, Daniella tetap hadir menemani Taylor disepanjang hidupnya.

Jual Sandal Nama Unik dan Lucu @ JawaraShop.com

Ahmad dan Fatima

Ahmad dan Fatima

Lain lagi dengan Ahmad dan Fatima, pasangan muda ini sepertinya telah ditakdirkan untuk hidup bersama. Ahmad yang tak memiliki tangan namun punya kaki yang sempurna. Sedangkan Fatima ia terlahir memiliki tangan namun tak memiliki kaki. Keduanya sepakat untuk melengkapi satu sama lain sepanjang hidup mereka. Baca lebih lanjut

Kisah Syukur Petani dan Pengendara Mercy

kebahagiaan

Seorang petani dan istrinya bergandengan tangan menyusuri jalan sepulang dari sawah sambil diguyur air hujan.Tiba-tiba lewat sebuah motor didepan mereka. Berkatalah petani kepada istrinya,”Lihat Bu,betapa bahagianya suami istri yang naik motor itu meski mereka kehujanan,tapi mereka bisa cepat sampai dirumah tidak seperti kita yg harus lelah berjalan untuk sampai kerumah.”

Sementara itu pengendara motor dan istrinya yg sedang berboncengan dibawah derasnya air hujan melihat sebuah mobil pick up lewat didepan mereka. Pengendara motor itu berkata kepada istrinya,”Lihat Bu, betapa bahagianya orang yg naik mobil itu, mereka tidak perlu kehujanan seperti kita.

Didalam mobil pick up yg dikendarai sepasang suami istri terjadi perbincangan ketika sebuah sedan Mercy lewat,”Lihatlah Bu, betapa bahagia orang yg naik mobil bagus itu, pasti nyaman dikendarai tdk spt mobil kita yg sering mogok.”

Pengendara mobil Mercy itu seorang pria kaya, dan ketika dia melihat sepasang suami istri yg berjalan bergandengan tangan dibawah guyuran air hujan, pria kaya itu berkata dlm hati,”Betapa bahagianya suami istri itu,mereka dgn mesranya berjalan bergandengan tangan sambil menyusuri indahnya jalan di pedesaan ini, sementara aku & istriku tdk pernah punya waktu utk berduaan karena kesibukan masing-masing.”

Kebahagiaan takkan pernah kita miliki jika kita hanya melihat kebahagiaan milik orang lain, dan selalu membandingkan hidup kita dengan hidup org lain.

Bersyukurlah senantiasa atas hidup kita, supaya kita tahu dimana kebahagiaan itu berada.

Sumber: Rony Wijaya
Gambar : Cerita Nabi

Dikira Pelihara Tuyul karena Pekerjaan Tak Jelas

Arfi dan Arie, Lulusan SMK yang Ahli Design Engineering Internasional

Arfi dan Arie, Lulusan SMK yang Ahli Design Engineering Internasional

SUASANA ruang tamu di rumah Arfi’an Fuadi, 28, di Jalan Canden, Salatiga, Jawa Tengah, masih dipenuhi nuansa Idul Fitri. Jajanan Lebaran seperti kacang, nastar, dan kue kering memenuhi meja untuk menjamu tamu yang berkunjung.

Di sebelah ruang tamu terdapat ruangan yang lebih kecil. Di dalamnya ada tiga unit komputer. Rupanya, di ruangan kecil itulah Arfi –panggilan Arfi’an Fuadi– bersama sang adik M. Arie Kurniawan dan dua karyawannya mengeksekusi order design engineering dari berbagai negara.

Kiprah dua bersaudara itu di dunia rancang teknik internasional tak perlu diragukan lagi. Tahun lalu Arie memenangi kompetisi tiga dimensi (3D) design engineering untuk jet engine bracket (penggantung mesin jet pesawat) yang diselenggarakan General Electric (GE) Amerika Serikat. Arie mengalahkan sekitar 700 peserta dari 56 negara.

”Lomba ini membuat alat penggantung mesin jet seringan mungkin dengan tetap mempertahankan kekuatan angkut mesin jet seberat 9.500 pon. Saya berhasil mengurangi berat dari 2 kilogram lebih menjadi 327 gram saja. Berkurang 84 persen bobotnya,” ungkap Arie ketika ditemui di rumah kakaknya, Senin (4/8).

Yang membanggakan, Arie mengalahkan para pakar design engineering yang tingkat pendidikannya jauh di atas dirinya.

Misalnya, juara kedua diraih seorang PhD dari Swedia yang bekerja di Swedish Air Force. Sedangkan yang nomor tiga lulusan Oxford University yang kini bekerja di Airbus. ”Padahal, saya hanya lulusan SMK Teknik Mekanik Otomotif,” jelas Arie.

Sekilas memang tak masuk akal. Bagaimana bisa seorang lulusan SMK yang belum pernah mendapatkan materi pendidikan CAD (computer aided design) mampu mengalahkan doktor dan mahasiswa S-3 yang bekerja di perusahaan pembuat pesawat? CAD adalah program komputer untuk menggambar suatu produk atau bagian dari suatu produk.

Rupanya, ilmu utak-atik desain teknik itu diperoleh dan didalami Arie dan kakaknya, Arfi, secara otodidak. Hampir setiap hari keduanya melakukan berbagai percobaan menggunakan program di komputernya. Mereka juga belajar dari referensi-referensi yang berserak di berbagai situs tentang design engineering.

”Terus terang dulu komputer saja kami tidak punya. Kami harus belajar komputer di rumah saudara. Lama-lama kami jadi menguasai. Bahkan, para tetangga yang mau beli komputer, sampai kami yang disuruh ke toko untuk memilihkan,” kenang Arfi.

Sebelum menjadi profesional di bidang desain teknik, dua putra keluarga A. Sya’roni itu ternyata harus banting tulang bekerja serabutan membantu ekonomi keluarga. Arfi yang lulusan SMK Negeri 7 Semarang pada 2005 pernah bekerja sebagai tukang cetak foto, di bengkel sepeda motor, sampai jualan susu keliling kampung.

Sang adik juga tak jauh berbeda, jadi tukang menurunkan pasir dari truk sampai tukang cuci motor. ”Kami menyadari, penghasilan orang tua kami pas-pasan. Mau tidak mau kami harus bekerja apa saja asal halal,” tutur Arfi.

Baru pada 2009 Arfi bisa menyalurkan bakat dan minatnya di bidang program komputer. Pada 9 Desember tahun itu dia memberanikan diri mendirikan perusahaan di bidang design engineering. Namanya D-Tech Engineering Salatiga. Saksi bisu pendirian perusahaan tersebut adalah komputer AMD 3000+. Komputer itu dibeli dari uang urunan keluarga dan gaji Arfi saat masih bekerja di PT Pos Indonesia.

”Gaji saya waktu itu sekitar Rp 700 ribu sebagai penjaga malam kantor pos. Lalu ada sisa uang beasiswa adik dan dibantu bapak, jadilah saya bisa membeli komputer ini,” kenangnya.

Setelah berdiskusi dengan sang adik, Arfi pun menetapkan bidang 3D design engineering sebagai fokus garapan mereka. Sebab, dia yakin bidang itu booming dalam beberapa tahun ke depan. ”Kami pun langsung belajar secara otodidak aplikasi CAD, perhitungan material dengan FEA (finite element analysis), dan lain-lain,” jelasnya.

Tak lama kemudian, D-Tech menerima order pertama. Setelah mencari di situs freelance, mereka mendapat pesanan desain jarum untuk alat ukur dari pengusaha Jerman. Si pengusaha bersedia membayar USD 10 per set. Sedangkan Arfi hanya mampu mengerjakan desain tiga set jarum selama dua minggu.

”Kalau sekarang mungkin bisa sepuluh menit jadi. Dulu memang lama karena kalau mau download atau kirim e-mail harus ke warnet dulu. Modem kami dulu hanya punya kecepatan 2 kbps. Hanya bisa untuk lihat e-mail.”

Di luar dugaan, garapan D-Tech menuai apresiasi dari si pemesan. Sampai-sampai si pemesan bersedia menambah USD 5 dari kesepakatan harga awal. ”Kami sangat senang mendapat apresiasi seperti itu. Dan itulah yang memotivasi kami untuk terus maju dan berkembang,” tegas Arfi.

Sejak itu order terus mengalir tak pernah sepi. Model desain yang dipesan pun makin beragam. Mulai kandang sapi yang dirakit tanpa paku yang dipesan orang Selandia Baru sampai desain pesawat penyebar pupuk yang dipesan perusahaan Amerika Serikat.

”Pernah ada yang minta desain mobil lama GT40 dengan handling yang sama. Untuk proyek itu, si pemilik sampai harus membongkar komponen mobilnya dan difoto satu-satu untuk kami teliti. Jadi, kami yang menentukan mesin yang harus dibeli, sasisnya model bagaimana dan seterusnya. Hasilnya, kata si pemesan, 95 persen mirip,” jelasnya.

Selama lima tahun ini, D-Tech telah mengerjakan sedikitnya 150 proyek desain. Tentu saja hasil finansial yang diperoleh pun signifikan. Mereka bisa membangun rumah orang tuanya serta membeli mobil. Tapi, di sisi lain, capaian yang cukup mencolok itu sempat mengundang cibiran dan tanda tanya para tetangga.

”Kami dicurigai memelihara tuyul. Soalnya, pekerjaannya tidak jelas, hanya di rumah, tapi kok bisa menghasilkan uang banyak. Mereka tidak tahu pekerjaan dan prestasi yang kami peroleh,” cerita Arfi seraya tertawa.

Sayangnya, dari 150 proyek itu, hanya satu yang dipesan klien dalam negeri. ”Satu-satunya klien Indonesia adalah dari sebuah perusahaan cat. Mereka beberapa kali memesan desain mesin pencampur cat,” lanjutnya.

Meski punya segudang pengalaman dan diakui berbagai perusahaan internasional, Arfi dan Arie masih belum bisa berkiprah di desain teknik Indonesia. Penyebabnya, mereka hanya berijazah SMK.

Baca lebih lanjut

Kisah Mengharukan dari Seekor Kucing Jalanan

Jual Tas Bayi HDY Baby Diaper Bag @ TasBayi.JawaraShop.com —
Chester semula hanyalah kucing liar biasa. Hidupnya berubah setelah mendapat keluarga baru . Akan tetapi pengasuh barunya tidak mengira bahwa hewan kesayangan mereka ini telah melalui kisah hidup yang panjang dan sangat memilukan.

Semua bermula saat mereka menemukan Cheeto, yang kemudian mereka ganti namanya menjadi Chester, di tempat penampungan hewan. Dari hari pertama, Chester telah menunjukkan sikap manja dan kasihnya yang luar biasa.

Chester Cheeto Kucing

Terima Pesanan Tas Seminar Batik @ JawaraShop.com ##

Seiring waktu berjalan, barulah disadari ada sesuatu yang salah. Chester hanya bisa berbaring di satu posisi saja. Dia tidak pernah bermain dan tidak mau makan. Dia selalu tampak menahan sakit.

Chester Cheeto Kucing2

Jual Sandal Nama Unik dan Lucu @ JawaraShop.com

Lalu mereka membawanya ke dokter hewan untuk diperiksa sampai beberapa kali kunjungan. Setelah berganti dokter, barulah diketahui bahwa Chester pernah tertabrak mobil saat dia masih hidup di jalanan. Dia menderita hernia diafragma tingkat kronis yang membutuhkan operasi mahal dan berisiko tinggi.

Chester Cheeto Kucing4

Tas Seminar Ransel, Jinjing, Batik @ JawaraShop.com

Baca lebih lanjut

Agar 60 Kucing Bisa Makan, Pemulung Ini Rela Kelaparan

Jual Tas Bayi HDY Baby Diaper Bag @ TasBayi.JawaraShop.com —
“Kami menikmati hidup seperti ini, kami percaya Tuhan itu adil. Saya lebih baik sehari hidup dengan Rp 10 ribu bisa tidur nyenyak. Daripada Rp 10 juta tapi terlalu banyak pikiran,”

agar-60-kucing-bisa-makan-pemulung-ini-rela-kelaparan

Pasangan suami istri Amat Arifin (60) dan Novita (58) begitu sayangnya dengan puluhan kucing dan anjing yang kini dipeliharanya. Bahkan keduanya rela tak makan agar binatang peliharaannya tetap makan.

Kediaman Amat dan Novita yang hanya terbuat dari triplek dan beratapkan beton serta beralas karpet plastik di kolong jembatan Kampung Melayu. Tentu, hidup di kolong jembatan jauh dari fasilitas yang serba ada. Jangan membayangkan toilet yang bersih atau tempat tidur nyaman ada di kolong jembatan. Keduanya hidup di dalam bagunan triplek

Ternyata, dalam bangunan mungil itu ada juga puluhan kucing dan beberapa anjing. Di dalam rumah tersebut sampah bak sahabat pasangan suami istri tersebut. Keduanya melakukan aktivitas bersama di tengah tumpukan sampah kering hasil kerja mereka.

Setiap harinya, keduanya mengais botol plastik dan juga koran atau kardus-kardus bekas. “Kami memulung dari Tebet, Kasablanka sampai Jatinegara, kami melakukan aktivitas bersama di kolong jembatan ini,” tutur Amat. Seperti tidak ada beban, senyum dan tawa selalu menghiasi wajah mereka.

Terima Pesanan Tas Seminar Batik @ JawaraShop.com ##

Bantu Kucing Sakit

Seharian tidak ada sedikit pun keluhan keluar dari mulut mereka. “Kami menikmati hidup seperti ini, kami percaya Tuhan itu adil. Saya lebih baik sehari hidup dengan Rp 10 ribu bisa tidur nyenyak. Daripada Rp 10 juta tapi terlalu banyak pikiran,” ungkap pria kelahiran Kendal, 12 Mei 1953.

Baca lebih lanjut

What The Hell Are Going On Their Mind?

Barusan ada sales brownies yang narik setoran dan ambil sisa brownies yang masih ada. Warung kecil kayak gini aja, bakul brownies sampe tiga. Mau nolak waktu mereka nitipin dagangan, gak tega, wong sama-sama lagi usaha. Tapi kalau lagi sepi gini, dagangan sisa banyak, setoran gak seberapa, kasihan juga.

Suplayer brownies tadi dari luar kota, salesnya anak muda, pake sepeda motor . Narik setoran senilai Rp. 5600. Lima ribu enam ratus rupiah sodara-sodara! Sering juga lebih sedikit dari itu. Gak tega nyebutinnya. Narik jarak seminggu dari saat nitip dagangan dulu. Seminggu sodara! Untuk ambil 5600 rupiah..

Bayangin biaya hidup anak muda jaman sekarang, biaya transport ngider, biaya produksi si brownis, de el el. Laa khaula walaa quwwata illa billah..

Sales itu gak sendiri. Ada banyak orang-orang hebat serupa dia. Sales aneka krupuk, bolu, kacang bawang, kacang telur, dodol kacang ijo, dan lain-lain. Mengukur jalan di terik siang, menyambangi satu persatu warung, ngecek dagangan, narik setoran dan ngambil sisa dagangan yang jamuran, entah mau diapakan…

Sambil mengansurkan recehan itu, saya kadang berucap masygul. “ Lagi sepi je, Mas!”.

Mereka tak mengeluh dan hanya berucap , “Tak apa, Bu. Makasih!’ . sambil mengemas sisa dagangan dan menatanya kembali di bronjong yang overload itu. Mereka orang-orang hebat. Sepenuh hati saya angkat topi.

Saya menatap dia pergi. Teringat dulu saat suami juga jualan roti. Pernah suatu waktu. Sebuah kios dititipi seratusan biji, seminggu kemudian ditarik, roti sudah berjamur, tapi jumlah masih utuh. Ternyata, persis setelah dititipi,karena suatu sebab, kios tutup beberapa hari. Praktis tak ada yang terjual, semua kembali. Di rumah saya sortir. Beberapa yang masih layak, saya panggang pake sedikit mentega , buat makan sendiri dan dibagiin ke tetangga . *ngelapairmata

Sekarang setiap kali menerima titipan dagangan, apalagi makanan basah, saya berupaya ada display yang memadai biar hal serupa yang terjadi pada saya, tak menimpa mereka.

Beberapa kali saya nolak karena dagangan atau pasar saya liat gak cukup prospektif. Raut mereka kecewa, tapi saya lebih gak tega kalau akhirnya dagangan mubadzir saat ditarik minggu depan. Roti jamuran, bisa diapakan. Sesekali katanya ada peternak lele yang mau nampung, tapi seringkali berujung di tungku alias pawon sodara! Jadi kayu..ah bukan kayu, pokoknya benda yang dibakar bersama merang padi di tungku-tungku dapur orang-orang kampung seperti saya.

Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: