Cari Ikan Paus Di Selokan..!?

Ikan Paus
Jual Sandal Nama Unik dan Lucu @ JawaraShop.com

Kalau ada orang yang ingin memperoleh ikan paus, tapi ia mencarinya di selokan depan rumah, pasti kita akan menertawakannya. Untuk mendapatkan ikan paus, seseorang harus pergi ke samudra luas, mengembangkan layar, menghadapi tantangan badai, ombak besar, hujan gemuruh dan tantangan besar lainnya.

Ia juga harus memiliki pengetahuan yang memadai tentang laut, terus menerus bersemangat, dengan kesabaran penuh, pantang menyerah dan motivasi yang luar biasa tinggi. Tanpa melakukan hal-hal seperti itu, ia tak akan memperoleh ikan pausnya.

Demikian juga dengan seseorang yang ingin memulai usahanya sendiri menjadi entrepreneur, atau pun ingin melakukan sesuatu yang luar biasa bagi dirinya. Semakin besar hasil yang diinginkan, seseorang harus membayar keinginannya itu dengan perjuangan yang dahsyat, kelelahan, cobaan dan kesulitannya.

Sayangnya tidak semua orang berkenan berlelah-lelah, menguatkan, dan memberanikan diri menyebrangi samudra yang kemungkinannya penuh badai. Untuk membayar harga sebuah keberhasilan, walaupun mereka sesungguhnya sangat mencita-citakan memiliki ikan paus.

Tidak ada kupu-kupu indah yang tidak menjadi ulat yang buruk rupa terlebih dahulu

Ambil resiko terukur dan mulailah menyebrangi samudra kehidupan masing-masing. Untuk membayar harga sebuah keberhasilan.

SEMANGAT..!!

Artikel : Dewo @ Usahawan Indonesia
Gambar : Google Pustaka

Jual Tas Bayi HDY Baby Diaper Bag @ TasBayi.JawaraShop.com

www.mylivesignature.com/signatures/85877/supermilan/a1928e8a96a55f7092e99c05bb990dff.png Widya Wicaksana
(021) 9550-6400
www.JawaraShop.com

Tas Seminar Batik @ JawaraShop.com

Iklan

4 Kiat Sukses Usaha Yang Tidak Diajarkan di Sekolah Bisnis

kunci-sukses
Jual Tas Bayi HDY Baby Diaper Bag @ TasBayi.JawaraShop.com

1. Jadikan Beramal Sebagai Niat

Kiat sukses usaha yang pertama adalah menjadikan amal sebagai niat. Niat mencari nafkah juga insya Allah ibadah, namun mencari nafkah seringkali hanya fokus pada keluarga sendiri. Berbeda jika kita berniat untuk amal, untuk berkontribusi, atau memberi kepada banyak orang, itu akan memberikan motivasi yang lebih besar.

Ada dua manfaat dari niat usaha Anda ini. Yang pertama motivasi Anda menjadi lebih besar, karena target Anda besar. Tujuan besar akan memberikan motivasi besar dalam usaha. Yang kedua insya Allah akan membawa kebaikan kita di akhirat selama kita ikhlas menjalankannya.

Agar sesuai dengan kaidah SMART, target saja kontribusi Anda dengan spesifik dan terukur. Jika Anda mengatakan “ingin bermanfaat untuk banyak orang”, itu masih mengambang. Apa manfaat yang ingin Anda berikan, seberapa banyak, dan kapan targetnya. Akan lebih jika tujuan Anda seperti ini:

“Saya ingin membuka lapangan kerja baru untuk 100 orang di akhir tahun 2013″

“Saya ingin membangun pesantren untuk 1000 santri pada akhir tahun 2015″

Seperti itulah, tujuan yang tegas dan memberdayakan yang akan memberikan motivasi lebih. Siapa yang tidak yakin dengan keajaiban memberi?

Jual Sandal Nama Unik dan Lucu @ JawaraShop.com

2. Jangan Berhenti

Kiat sukses usaha yang selanjutnya adalah jangan berhenti. Mengapa? Sebab satu-satunya penyebab gagal adalah berhenti. Serius! Jika ada yang mengatakan tidak punya modal kemudian dia gagal, sebenarnya dia hanya berhenti mencari modal, dia berhenti mencari ide mengoptimalkan yang dia miliki, atau dia berhenti belajar mendapatkan modal.

Banyak orang yang tidak punya modal, namun mereka tetap berhasil karena mereka tidak berhenti. Mereke tidak berhenti mencari modal, belajar mencari modal, mengumpulkan modal, atau memanfaatkan apa yang dia miliki. Pokoknya, dia tidak berhenti.

Jadi, apa pun halangan dan kekurangan Anda dalam usaha, jangan berhenti. Jika ada halangan, jangan berhenti untuk mencari cara mengatasi. Jika ada kekurangan, jangan berhenti untuk berusaha menutup kekurangan. Jika kalah dalam persaingan, jangan berhenti untuk berusaha menjadi juara lagi.

Bahkan, saat bisnis Anda bangkrut dan menyisakan utang, jangan berhenti untuk bangkit lagi. Selama Anda masih berusaha bangkit, Anda belum gagal. Anda hanya gagal saat Anda berhenti, diam, dan menyerah.

Tas Seminar Ransel, Jinjing, Batik @ JawaraShop.com

3. Do’akan Saudara Anda Agar Sukses Dalam Usahanya

Kiat sukses usaha yang ketiga adalah mendo’akan saudara kita agar sukses dalam usahanya. Dan, triknya adalah jangan sampai saudara Anda mengetahui bahwa Anda mendo’akan mereka.

Lanjutkan membaca “4 Kiat Sukses Usaha Yang Tidak Diajarkan di Sekolah Bisnis”

Pegawai Vs Pengusaha: Jadi Pengusaha Itu Mudah?


Terima Pesanan Tas Seminar Batik @ http://www.JawaraShop.com ##
Wiedz : Inspiratif!

Kakak teman saya pernah berkata pada saya, saat saya sedang merintis usaha: “Jadi pengusaha itu gampang.. Ga perlu belajar tinggi-tinggi, ga perlu les keterampilan khusus, tinggal buka usaha aja, beres..”

Seorang teman saya yang pegawai juga ngasih pernyataan yang senada: “Enak banget jadi pengusaha yaa.. Lihat bosku.. Kerjanya goyang-goyang kaki sama kipas-kipas.. Tapi penghasilannya jauh lebih besar dari kami yang setiap hari pontang panting bekerja buat dia..”

Coba cari teman kita yang pengusaha menengah, yang membangun usaha dari bawah.. Tanya sejarah ia membangun usahanya itu.. Semua teman-teman saya yang menjadi pengusaha, begitu saya tanyai sejarah perjuangannya membangun usaha dari nol, semuanya tiba-tiba memancarkan sinar terang di matanya, pandangan matanya menatap sebuah titik jauh di atas kepala saya, bercerita dengan berapi-api, kadang-kadang dengan genangan air di matanya..

Perjuangan mereka tidak pernah ringan.. Keliling-keliling berusaha menjual produk atau jasanya, ditolak di sana-sini, masa-masa sepi pesanan yang membuat kelimpungan menggaji karyawan, masa-masa di saat beberapa bank menelpon sekaligus dan mengancam karena pinjaman sudah jatuh tempo, ditipu rekanan bisnis sehingga ratusan juta rupiah, yang kesimpulannya hanya satu: jalan untuk jadi pengusaha yang sukses, tidak pernah mudah..

Ada teman saya pengusaha konstruksi, yang pernah nyaris bangkrut habis-habisan, karena ditipu rekanan.. Karyawannya harus tetap digaji, dan pinjaman bank terus berbunga.. Tekanan begitu berat, sehingga ia nyaris putus asa dan ingin menutup usahanya.. Tapi ia memikirkan para karyawannya, yang rata-rata sudah ikut dia belasan tahun..

Akhirnya ia mengumpulkan semua karyawannya, dan dengan mata berkaca-kaca, ia menceritakan semua kondisi perusahaan, dan akhirnya bertanya: apakah semua karyawan bersedia dikurangi gajinya sampai kondisi perusahaan membaik, yang ia belum tahu entah kapan?

Ia sendiri tidak akan bergaji (teman saya membiasakan diri menggaji dirinya sendiri sebagai direktur perusahaan), dan tidak akan mengambil sepeserpun uang perusahaan, sampai usahanya diselamatkan.. Syukurlah, dan ajaibnya, semua karyawan setuju bertahan, bahkan menjadi tertantang membangun kembali perusahaan tersebut..

Selama 8 bulan mereka berjuang habis-habisan dengan kondisi keuangan berantakan, sehingga sang direktur pun hanya mengandalkan gaji istrinya yang PNS, untuk bertahan hidup..

Akhirnya, kondisi sulit itu berlalu, dan di akhir tahun, teman saya itu mengundang kembali semua karyawan, memeluk mereka satu persatu, mengucapkan terima kasih dengan tenggorokan tercekat, menaikkan gaji melebihi masa-masa sebelum krisis, dan membagikan bonus yang besar untuk semuanya..

Teman saya yang lain, membuka bisnis bimbingan belajar.. Usahanya cukup sukses untuk ukuran saat itu.. Tetapi entah kenapa, usahanya tiba-tiba bangkrut, menyisakan utang ratusan juta, dan rumah dan kendaraan mereka pun tersita..

Teman saya itu harus naik motor butut ke sana kemari, pindah ke rumah kontrakan kumuh di pinggiran kota, dan nyaris setiap hari harus didatangi debt collector, yang memaki-maki ia di depan istri dan anaknya..

Sungguh hidup yang tidak tertahankan bagi sebagian besar kita.. Hebatnya, ia dan istri tidak pernah menyerah.. Ia membangun kembali bisnis yang lain dari kondisi minus.. Empat tahun kemudian, ia sudah kembali membeli rumah, mobil, dan menjadi lebih kaya dari sebelumnya..

Saat saya berusaha membangun bisnis tour organizer bersama teman-teman, kami nyaris menyerah berkali-kali.. Karena kami tidak padat modal, kami berusaha padat karya.. Kami menawarkan jasa ke mana-mana, tanpa hasil.. Sementara kebutuhan hidup terus mendesak..

Kami kerja serabutan di luar, sambil terus berusaha membangun usaha kami.. Kami menggagas ide untuk mengadakan tour misteri ke gua cerme, survei lokasi, merangkak di dalam genangan air menyusuri gua yang gelap, melobi Damian Magic School utk bekerjasama, kemudian menyebar brosur di UGM pada hari minggu: tidak ada yang berminat.. Mengadakan wisata mancing: rugi. Setiap hari pergi ke sana-sini, dapat penolakan dari sana sini, pulang ke rumah tanpa hasil, membuat semangat kami terus menurun..

Kami harus berjuang keras untuk menyemangati diri untuk ngesot ke kantor kami setiap pagi, untuk kembali mengalami kegagalan yang sama, dan pulang sore hari ke rumah dengan kepala tertunduk.. Tapi, kami tidak punya pilihan lain, dan kami tidak bisa menyerah.. Saya, tidak pernah melupakan masa-masa itu..

Proses membangun usaha dari bawah, tidak pernah mudah.. Sering kali kita tidak tahan dengan prosesnya, dan langsung kembali ke jalur pegawai jika kita tidak kuat menanggung bebannya.. Sebagai pegawai, kita cukup melakukan apa yang diperintahkan, maka gaji akan datang diakhir bulan.. Pengusaha? Sedikit saja kita salah mengambil keputusan, kita bisa jatuh ke lembah terdalam kehidupan manusia..

Beberapa teman saya mencoba buka usaha dengan modal ratusan juta, bangkrut, dan kembali menjadi pegawai, sambil menjilati luka-lukanya.. Itulah mengapa, seringkali mereka yang berpendidikan rendah, malah bisa menjadi pengusaha sukses: mereka tidak punya pilihan lain.

Tidak ada perusahaan yang mau memberikan gaji yang layak untuk mereka, sehingga mereka tidak punya pilihan lain untuk berjuang.. Kalau mereka terantuk dan bangkrut, mereka tidak punya pintu belakang, dan pilihan mereka hanya bangun lagi.. Seringkali, itulah yang menjadi pembeda keberhasilan membangun usaha..

Sedangkan teman-teman yang berpendidikan tinggi, mereka punya pilihan lain.. Jika mereka dihajar pengalaman pahit, banyak dari mereka yang mundur teratur, dan kembali ke jalur yang aman: pegawai. Walaupun harus menelan gaji seadanya. Jarang sekali ada pegawai yang curhat dengan galau : “gue pusing banget nih bro, gaji gue berlebih-lebih terus.. Bank-bank dah nolak deposito gue, brankas dah penuh sesak, tanah di sekeliling rumah dah habis digali untuk nanam duit.. Ada solusi?”

Mereka tetap bertahan jadi pegawai.. Banyak teman-teman yang ingin buka usaha sejak beberapa tahun yang lalu, tapi banyak dari mereka yang tidak memulainya sampai sekarang, karena mereka masih punya pilihan..

Dan membayangkan harus menempuh resiko bangkrut, menghadapi kemungkinan memulai sesuatu dari nol lagi, membuat mereka selalu menunda-nunda langkah mereka, dengan berbagai alasan : “nunggu anak-anak besar, nunggu situasi ekonomi membaik, nunggu warisan, nunggu ekonomi mapan, nunggu pensiun, dan nunggu tahun 2012 lewat, siapa tahu kiamat jadi”..

Coba bayangkan, jika tiba-tiba besok mereka diPHK, apakah alasan-alasan itu masih relevan? Sering ga baca cerita tentang orang yang sukses jadi pengusaha, justru setelah dia diPHK dari pekerjaannya?

Jadi, benarkah menjadi pengusaha itu gampang? Memang benar, membuka usaha itu tidak perlu pendidikan tinggi.. Tapi, membangun usaha sampai berhasil itu, memerlukan semangat pantang menyerah, membuang gengsi, disiplin yang tinggi, dan keuletan yang luar biasa..

Dan itu, tidak akan pernah kita pelajari, dari sekolah manapun, kecuali sekolah kehidupan.. Penghasilan pengusaha lebih besar? Jelas, karena ia menanggung beban, resiko dan tanggung jawab yang jauh lebih besar dari pegawainya..

Seperti kata pamannya Spider-Man saat sekarat: “Ingatlah Peter, dibalik tanggung jawab yang besar, ada pendapatan yang besar..” (ngarang mode on). Pengusaha itu tinggal goyang-goyang kaki dan kipas-kipas? Iya benar, jika mereka itu penjahit dan tukang sate, hehehe..

Bukan, saya bukan sedang mencoba mematikan semangat mereka yang ingin atau pernah membuka usaha.. Saya cuma ingin katakan, kalau kita pernah mengalami sulitnya membangun usaha, ditipu, atau bahkan bangkrut sampai tinggal kolor doang, ga usah khawatir, ga usah buru-buru berfikir “ini karena gue lahir Selasa Kliwon”: itu normal.

Nyaris semua pengusaha sukses pernah mengalaminya.. Teruskan saja, atau coba lagi, karena itu artinya kita sudah berada di jalan yang benar.. Pengusaha, setiap hari, memang hidup dalam badai.. Tapi yakinlah, jika berhasil melaluinya, kita akan menjadi pribadi yang luar biasa..

Ada kabar baik dan kabar buruk menjadi pengusaha.. Kabar baiknya: tidak ada orang yang menyuruh-nyuruh kita.. Kabar buruknya? Tidak ada orang yang menyuruh-nyuruh kita..

Artikel : Kompasiana
Ilustrasi : Akademi Online

Jual Tas Bayi HDY Baby Diaper Bag @ http://TasBayi.JawaraShop.com

www.mylivesignature.com/signatures/85877/supermilan/a1928e8a96a55f7092e99c05bb990dff.png Widya Wicaksana
08180-800-6625
(021) 9550-6400
http://www.JawaraShop.com

Tas Seminar Batik @ http://JawaraShop.com

8 Jurang Kegagalan dalam Berbisnis

https://supermilan.wordpress.com
Berikut ini adalah 8 jurang kegagalan dalam berbisnis yang sebaiknya anda hindari :

1. Tidak Berbisnis Secara Serius

Banyak orang yang ingin berbisnis dan hanya menganggap sebagai penghasilan tambahan, ketika anda berpikir bahwa bisnis anda hanya penghasilan tambahan maka yang ada dapat hanya sebagai penghasilan tambahan. Pebisnis sukses sangat serius mengelola bisnisnya dan mencurahkan tenaga dan waktunya untuk memperbesar bisnisnya

2. Memiliki Keraguan

Orang sering kali ragu ketika ingin berbisnis, apakah saya bisa? Bagaimana dengan pengahasilannya nanti? Dll. Dan bahkan ketika sudah memulai bisnisnya banyak sekali pengusaha yang masih ragu akan banyak hal. Pebisnis sukses tidak pernah ragu dan berusaha menghasilkan yang terbaik bagi bisnisnya

3. Tidak Menginvestasikan Waktu untuk Menguasai Bisnisnya

Tidak ada bisnis yang mudah, tetapi bagaimana anda meluangkan waktu anda untuk belajar membangun bisnis anda dan mencari ilmu dari pengalaman dan orang-orang yang sudah sukses dalam bidang yang anda jalankan menentukan berkembang atau tidaknya bisnis anda.

4. Berpikir bahwa Bisnis adalah Cara Kaya yang Instan

Tidak ada bisnis kaya yang instan, semua dilalui dengan proses dan kerja keras. Sama seperti halnya anda bekerja, semua dimulai dari kerja keras dan integritas barulah anda dapat mencapai hasil yang anda harapkan

Lanjutkan membaca “8 Jurang Kegagalan dalam Berbisnis”

4 Kiat Jitu Menangani Penolakan

Jual Sandal Nama @ http://SandalNama.JawaraShop.com
Dalam kehidupan kita sehari-hari pasti pernah mengalami penolakan, terutama bagi Anda yang berprofesi sebagai Marketers atau yang tengah mengembangkan bisnis Anda sendiri.

Apalagi teman-teman yang di industri Network Marketing ataupun Insurance, mungkin penolakan itu sudah menjadi makanan pokok Anda sehari-hari. Lantas apakah Anda takut dengan penolakan ? Bagaimana Anda menyikapi penolakan yang Anda terima?

Satu hal yang perlu kita sadari adalah bahwa penolakan itu adalah hal biasa, dalam industri atau bidang apapun, selama kita menawarkan sesuatu ke orang lain, apakah itu berupa barang atau jasa, Anda mempunyai kemungkinan ditolak.

Saya sering mengatakan : “Penolakan itu hal biasa, Penerimaan baru Luar Biasa!” Bahkan penjual terbaik dan tergigih di dunia sekalipun pernah mengalami penolakan. Namun Anda bisa membuat penolakan itu justru berguna buat Anda. Apa yang harus Anda lakukan ketika seseorang mengejek ide besar anda?

Berikut empat cara untuk membalikkan penolakan menjadi penerimaan dan kesuksesan :

1. Jadikan setiap kata TIDAK sebagai Pembukaan, bukan Akhiran.

Jika seseorang menolak ide besar Anda hari ini, di masa depan penolakan akan menjadi peluang untuk membangun jejaring Anda. Sedikit sekali orang yang akan mengatakan secara terang-terangan : “Jangan pernah injakkan kaki lagi disini.” Kenyataannya, jika mereka punya sedikit rasa kemanusiaan, mereka akan merasa tidak enak untuk mengecewakan Anda.

Tanyakan dengan sopan, “Anda tidak keberatan jika saya kabari Anda tentang kemajuan saya di waktu yang akan dating?” Saya jamin, kebanyakan orang akan mengiyakan pertanyaan itu. Kemudian ikuti saja. Tambahkan mereka kedalam daftar follow up Anda, dan selalu kabarkan perkembangan bisnis Anda.

https://supermilan.wordpress.com

2. Gali makna di balik kata TIDAK, temukan Solusinya.

Jadikan penolakan sebagai peluang untuk melakukan riset yang berharga. Dalam setiap kata TIDAK, terdapat serpihan informasi yang akan membantu anda menyempurnakan metode, dan produk Anda. Alih-alih menyelinap keluar dari rumah atau kantor yang Anda datangi, tetaplah duduk disana selama Anda diizinkan tuan rumah, dan cobalah mengorek keterangan dari mereka.

Apa yang mereka tahu tentang bisnis atau produk yang sedang Anda tawarkan, yang tidak Anda ketahui? Cari tau alasan sebenarnya kenapa mereka tidak menyukai produk Anda, Apa yang mereka butuhkan ? Mungkin cara penawaran Anda kurang menarik atau Anda dating diwaktu yang tidak tepat, dll. Temukan jawabannya.

Jual Baby Bag HDY @ http://TasBayi.JawaraShop.com

Lanjutkan membaca “4 Kiat Jitu Menangani Penolakan”